- Gucci Super, kualitas kulit menyerupai asli dengan harga relatif terjangkau
- LV Fashion, kulit emboss yang berkesan mewah dengan warna emas, silver dan mutiara.
Terinspirasi oleh pengalaman bro Adez di blog nya, saya tergerak untuk ingin tahu bagaimana kualitas percakapan teleconference dengan menggunakan Skype. Saya sepakat sekali dengan bro Adez, mobilitas di Jakarta sangat menghabiskan waktu, sehingga tidak efisien jika harus rapat di beberapa tempat sementara durasi rapat tidak terlalu lama (2-3 jam perjalanan untuk rapat 30 menit? No way!).
Saya sendiri berlokasi di Jogja dan tidak ada masalah untuk mobilitas di Jogja. Tapi situasinya berbeda jika lokasi klien berada di luar kota. Saya kira dalam dunia software engineering dimana diperlukan banyak komunikasi intens dengan klien, teknologi tepat guna seperti teleconference bisa banyak bermanfaat. Klien Adez yang mostly berada di luar kota dan luar negeri sangat terbantu dengan teleconference. Saya ada teman kuliah yang bekerja di manufaktur mebel, aktif berkomunikasi dengan buyer di New York melalui Skype. All said its great!
Lets give it a try! Saya call bro Adez yang berlokasi di Jakarta via Skype, kualitasnya sangat baik. Skype bahkan sdh support video conference, tapi sayangnya notebook saya tidak ada webcam. Saya dan bro Adez sama2 menggunakan koneksi Speedy, tapi bagaimana dengan di luar kota? Saya penasaran untuk melakukan survey bagaimana kualitas teleconference dengan menggunakan Skype. Hasilnya nanti saya akan buat dalam tabel tabulasi seperti dibawah. Dengan tabel ini, setidaknya bisa mendorong untuk ada komunikasi yang lebih nyaman ketimbang YM.
Account Skype saya: adityo.hidayat
Contact me at any time, lets talk. Kita bisa diskusi singkat seperti “asl pls”
Jika Anda pernah menggunakan Skype bukan dari Jogja, pls let me know, nanti saya sertakan dalam tabel.
Asal
Tujuan
Kualitas
User
Kota
Koneksi
User
Kota
Koneksi
autogebet
JogjaSpeedy
AdezJakarta
Speedy
Lancar
autogebet Jogja Speedy Iwan Blitar Unknown Lancar Adez Jakarta Speedy Para Houston, AS Unknown Lancar Adez Jakarta Speedy Esca Bogor Speedy LancarSebenarnya sudah hampir setahun ini Bunda Lala menjalankan usaha butik busana muslim. Bunda Lala memproduksi sendiri berbagai busana muslim dari bahan kaos, chiffon, katun. Hasil jahitan rapi dan halus, tetap dengan sentuhan personal walaupun sudah diproduksi dengan mesin skala konveksi.
Bunda Lala banyak menangani custom design by-order, so ukuran berapa pun tidak masalah. Bahan kain dapat dipilih di rumah, atau bisa juga membawa sendiri. Pelanggannya tidak hanya dari Jogja tapi juga Kalimantan dan Sulawesi. Pelanggan dari luar kota juga bisa order dengan mengirimkan contoh. Variasi harga mulai dari 85rb sampai 200rb.
Sebelum lebaran, saya sempat menjepret beberapa hasil baju. Logo juga baru sempat saya buatkan. Mungkin dalam kesempatan lain saya akan upload juga desain2 lainnya. Please note bahwa foto2 ini adalah sebagai referensi desain saja, karena motif kain bisa jadi tidak ready stock. So, jangan ragu kontak jika ingin tampil dengan baju yang unique dan nyaman. Make your own, choose your style!
oh btw; We Accept VISA and Mastercard
Kami ada mesin mobile EDC. Bahkan mesin ini juga dibawa ketika jualan di Pasar Minggu Pagi UGM. Pelanggan tinggal gesek dengan kartu debit BNI atau kartu apapun dengan logo VISA/Mastercard. Lebih seru lagi, kami tidak mengenakan tambahan biaya untuk transaksi gesek
Lala mengalami petualangan yang sangat seru di Kidzania, excitement yang tiada bandingannya. Niatnya untuk berbagi kisah, tapi tulisan ini akan menjadi sangat membosankan, karena excitement yang dikisahkan sama sekali tidak dilengkapi dengan foto. Ya, Ayah Lala sama sekali tidak bawa kamera (nyesel banget!) gara2 dari Tanah Abang langsung banting setir ke Pacific Place. Jujur, walaupun beberapa kali nyasar tapi sangat nikmat karena Jakarta bebas macet.
Saya sangat amazed dengan Kidzania, sampai berangan2 pengen buka cabangnya di Jogja. Slogan “Mau Jadi Apa Hari Ini?” seolah menjadikan impian anak one step closer to reality. Kidzania tidak hanya sekumpulan wahana permainan (bersifat hiburan yang memacu adrenalin, mewujudkan fantasi), tapi lebih bersifat role-playing dan penuh nilai edukasi. Experience yang dirasakan anak semakin kaya, tidak hanya aspek motorik tapi juga logic (ah, seharusnya ada istilah psikologi yang pas untuk ini).
Wahana yang tersedia begitu banyak, tempatnya sangat luas (bahkan ada dua lantai). Asli, menemani anak bermain 5 jam saja, capeknya seperti kalau menemani Bunda Lala seharian di Tanah Abang. Anak-anak memang bisa menjadi apapun, just check it out on the map. Menurut saya, yang paling cool adalah Flight Simulator, its so real! Kalau menurut Lala, yang paling cool adalah menjadi operator di pabrik mie. Its a true factory, anak akan mengoperasikan mesin pembuat mie, hingga mie dibungkus dan dibawa pulang. Pabrik lainnya ada: es krim, wafer, biskuit, botol, coklat, dan permen. Alamakk… bayangkan serunya!
Adanya sistem mata uang di Kidzania menjadikan main semakin seru. Satuan mata uangnya adalah Kidzos, dan kita benar2 diberikan lembaran uang. Bahkan kita diberikan kartu ATM, dan benar2 ada mesin ATM yang bisa mengeluarkan uang! Beberapa wahana yang seru (seperti pabrik) memberlakukan tarif masuk. Untuk belanja, makan burger dan pizza juga harus bayar dengan Kidzos. Untuk mendapatkan uang, kita harus bekerja di wahana yang memberikan gaji (misal menjadi pemadam kebakaran). Belakangan saya baru tahu kalau anak bisa punya rekening untuk menyimpan uangnya, kemudian uang ini nantinya bisa dibelanjakan di Department Store (bisa untuk souvenir).
Buat teman2 yang kesehariannya jarang bersama anak (berangkat subuh pulang dinihari), Kidzania sangat cocok untuk menebus rasa bersalah dan membahagiakan anak seharian, ya sesekali ikut excited bersama anak. Biaya tiket masuk Kidzania memang mahal (tarif holiday: Rp. 150rb per orang, untuk sesi main 5 jam), tapi setara dengan puasnya. Dengan nominal yang tidak jauh beda, Dufan juga puas, tapi panas. Anak harus bebas bermain dengan riang, jangan sampai orangtua terjebak menjadikan Kidzania sebagai arena “kerja rodi” bagi anak (karena tiket masuknya mahal). Orangtua harus menyiapkan teknik komunikasi dan bujuk-rayu yang ampuh supaya excitement anak terjaga dan semangat mencoba semua wahana. Pastikan stamina anak (dan orangtua) harus prima, karena banyak waktu habis untuk antri di setiap wahana (apalagi pas libur lebaran, wuih ramenya). Supaya bisa menikmati hampir seluruh wahana (kan sudah bayar mahal), setidaknya menunggu sampai usia anak minimal 4 tahun. Jangan lupa untuk bawa Rupiah yang cukup karena tidak boleh bawa makanan-minuman (contoh: harga sebotol aqua Rp. 6rb-7rb). Orangtua jangan hanya sekadar menemani tapi juga harus memberikan pemaknaan dari setiap role yang dimainkan anak. Jika perlu, bantu anak berkenalan dengan sesama anak lain supaya permainan semakin seru.
Selamat mencoba Kidzania! Share your excitement!
Ini memang sudah telat sekali postingnya, tapi langsung saya persilakan melihat fotonya saja. Lala sudah lama ingin melakukan fashion show diatas panggung, dan kesempatan perdana difasilitasi oleh TK Negeri 2 dalam acara Peragaan Busana Muslim saat Ramadhan kemarin.
Persiapannya cukup oke, baju Lala juga dibuat dengan desain khusus oleh Bunda Lala. Saat di TK, penantian Lala cukup panjang, karena harus antri menunggu giliran. Mood juga sempat down karena antrinya lama sekali. Karena lokasi penuh dengan anak, saya sulit mengambil posisi untuk menjepret Lala saat naik panggung. Seandainya saja saya bisa manjat pohon :p
oh btw; saat itu juga ada Bazaar, dan tentu saja Bunda Lala teteup jualan
Tidak disangka Lala sekarang sudah besar, tanpa terasa sudah masuk TK. Lala bersekolah di TK Jl. Kapas, persis di sebelahnya Kampus 1 UAD (dulu kan saya dosen disini). TK Lala ini punya banyak nama, nama resminya “TK Negeri 2″. Nama lainnya “TK Kapas” dan “TK Teladan” (katanya predikat ini dulu diberi oleh pak Sultan).
Ketika di kelas, nampaknya ekspektasi Lala tidak terpenuhi. Lala masuk TK A, jadi diajarkan hal2 yang masih basic, sementara Lala sudah pernah diajarkan serupa di rumah dan waktu di Playgroup. Ini ada contoh dialog yang sangat menarik antara Lala dan Gurunya.
Guru: Siapa yang bisa menggambar tangan di papan tulis?
Lala: Lala! (satu2nya yang menjawab, dan menggambar dg smooth. Anak-anak yang lain masih harus dibantu oleh ibunya masing2)
Guru: Anak2, ini gambar apa? (menunjukkan gambar segi empat)
Lala: Segi empat bu Guru… (tidak ada anak lain yang menjawab)
Guru: Wah bagus sekali Lala… *terputus, keburu dipotong kalimatnya oleh Lala*
Lala: Bu Guru, tahu ngga kalau segi empat nya dipotong jadi segi tiga lho…
Guru: (terheran2) Wah Lala pintar sekali, nah sekarang ayo kita gunting terus ditempel ya…
Lala: Bu Guru, itu kan namanya kliping…
Guru: (tambah heran) Wah Lala kok tahu…
Lala: Iya, Lala kan kalau di rumah main kliping sama Ayah…
Sesi berikutnya, pelajaran mewarnai… Lala mulai bosan, mungkin karena di rumah sudah sering belajar mewarnai. Akhirnya, Lala jadi nakal, duduknya di kursi guru… di hari lainnya, di tengah2 pelajaran malah Lala lari keluar kelas, masuk ke kelas sebelah, dan minta kenalan dengan semua anak2 di kelas sebelah… *geleng2*
Sesudah sekolah, tentu saja Lala bergembira riang bermain sepuasnya…
Ya begitulah…
Suara Investor
8 hours 59 min ago
21 hours 35 min ago
1 day 3 hours ago
1 day 6 hours ago
1 day 7 hours ago
1 day 10 hours ago
1 day 11 hours ago
1 day 22 hours ago
2 days 41 min ago
2 days 42 min ago
2 days 57 min ago
2 days 1 hour ago
1 week 1 day ago
1 week 1 day ago
1 week 4 days ago
1 week 4 days ago
1 week 4 days ago
1 week 4 days ago
1 week 4 days ago
1 week 4 days ago