Karena sama sama baru, jadinya sedikit lebih fresh ni cerita awal2
investasi di reksadana. Mudah mudahan kalau para senior lagi ada waktu
senggang bisa lebih memperjelas.
Dari beberapa saran yang saya baca, untuk lebih mengoptimalkan
investasi, lebih baik kita memisahkan antara produk asuransi dan produk
investasi (dalam hal ini reksadana), karena dengan demikian kita bisa
lebih memantau investasi kita. Gabungan produk investasi dan asuransi
biasa disebut unit link, inipun juga tidak salah, khususnya buat yang
malas memantau dan mondar mandir ke bank. Kurang lebih begini ni
perbedaan keuntungan dan kerugian unitlink & reksadana :
Keuntungan Unit Link :
- Praktis, tinggal pencet no telp bank/agen penjual, staf marketing dengan rayuan mautnya akan segera meluncur ke tempat anda.
- Termasuk apply di rumah anda !
- Satu paket, jadi gak usah ribet beli asuransi dan investasi.
Kerugian Unit Link :
-
Biasanya dua tahun pertama, iuran digunakan untuk premi asuransi
(otomatis uang anda hilang !), baru tahun berikutnya bisa cuti premi
dan dihitung sebagai investasi (tapi ada beberapa unitlink yang
langsung memperhitungkan sebagai investasi dari tahun pertama,
tetapi....setelah 2 tahun baru bisa kita tarik dananya)
- Hasil pengembangan investasi terbatas, kita tidak bisa memantau
kinerja manajer investasi (MI) setiap saat kita ingin. Dan bila kinerja
MI tidak bagus, kita gak boleh protes !
- Resiko investasi sama besar dengan reksadana.
Kerugian Reksadana :
-
Kalau anda ingin mengetahui reksadana anda harus cari informasi
sendiri sebanyak mungkin, minimal harus dateng ke Bank dan ketemu
marketing reksadana di bank. Tapi kalau anda mengharapkan marketingnya
bisa tinggal telpon dan dia meluncur langsung ke tempat anda (seperti
halnya unitlink)...sepertinya saya belum pernah denger.
- Tidak ada tanggungan asuransi.
Keuntungan Reksadana :
- Minimal dengan belajar di awal sebelum berinvestasi, kita bisa lebih
mengetahui resiko dari berinvestasi itu sendiri. Istilahnya, ibarat
kita berlari, memang kita akan lebih cepat sampai tujuan, tapi dengan
mengetahui bahwa ternyata resiko lari itu jatuh, dengan demikian kita
jadi lebih waspada, berlari dengan pasang mata dan hati2.
- Kita bisa ikut aktif memantau perkembangan investasi kita. Kalau
seumpama kinerja manager investasi kurang baik, kita tinggal pindah
kelain hati.
- Untuk kondisi emergency, kita bisa mencairkan dana setiap saat
(kurang lebih dana diterima 1 minggu dari waktu pencairan/redeem)
- Sekarang reksadana bisa dimulai dari RP. 100 ribu, jadi terjangkau
oleh semua kalangan (termasuk saya yang cuma ibu erte, hehehe...)
- Beberapa bank sudah seperti supermarket reksadana (kita tinggal
duduk manis di depan komputer, dan beli secara online, contohnya,
commbank, sorryyy...nyebut merk, sayangnya redeem/pencairannya belum
bisa online). Jadi resiko malu bawa duit 100 ribu ke bank untuk beli
reksadana bisa diminimalisasi, hehehe...(salah satu keuntungan juga !)
- Keuntungan terakhir (sementara ini), dengan mencari informasi
sebanyak mungkin tentang reksadana dengan gratis, otomatis anda
browsing kan di web, dan ketemulah web portal reksadana ini, disini
selain ilmu kita juga bisa cari temen, sodara, or ilmu-ilmu yang lain
diluar reksadana (keuntungan non material lah), hehehe..sorry ngelantur
lagi.
Sementara sekian dulu kesan dan pesan tentang reksadana, mau mandiin anak dulu
Comments
Sahring buka di commenwealth bank
Moga-moga tidak oot thread di post ini,
Saya sudah 3 bulan jadi nasabah commbang.buka rekening COMMSAVE dengan saldo awal 500 rb di commbang kelapa gading yang dekat alazhar.langsung dibeliin RDS fortis equitas & schoder prestasi plus.BUkanya gampang..pelayanannnya asli ramah, cepat & efisien..Pas mo bilang buka rekening buat RD langsung dilayani dengan prof
hati2 "aturan main sendiri" yg diterapkan o/"personal banker"...
Singkat aja:
Biasanya bank-bank asing menerapkan minimum investasi reksadana, nah ditengarai spt kata beberapa teman; ada yg main "aturan sendiri", jadi misalnya minimum di bank tsb adalah rp 10 juta setoran awal investasi; tp pihak Marketing (= C.S= personal banker di bank asing...) menarget sendiri jadi 50 juta minimal misalnya...di beberapa Bank sdh OK sih spt BankMandiri dia selalu beri Copy "Aturan Main" yg jelas...jadi hrp hati2 deh...memang tdk melanggar ketentuan bank tsb dr jml yg disetor krn lbh dr min. tp mereka terapkan aturan "Minimum" sendiri...(mungkin ada Bonus Commission ya dr tiap nasabah?)-widodo
UL vs TL utk usia lanjut
Hai semua, utk kasus usia >40thn, apakah UL tetap lbh baik dr TL? Sy dpt penawaran, UP sama, tetapi manfaat peny kritis dan cacat/meniggl krn kecelakaan TL hanya setengah UL (utk TL, max manfaat tambahan = 1/2 UP). Sementara premi UL yg ditawarkan hanya lbh mahal 600rb/th dr premi TL. Apakah jika sy ikut TL, dan selisih 600rb itu diinves ke RDS, akan memberikan hsl yg lbh baik dr UL? Mengingat manfaat UL (peny kritis) lbh besar, premi tetap dan ada nilai tunai sedangkan TL hrs check up tiap th (usia >40th, resiko kesehtn-->premi lbh mhl) dan tdk ada nilai tunai.
Tolong sarannya yaa...
Thx alot
UL & TL untuk usia lanjut
hai juga
saran saya sih, ambil aja unit link, tapi gk usah ambil investasinya. jadi hanya ambil di asuransinya saja. lebih detilnya gini, tanya ama agennya apakah premi dasarnya sudah di penuhkan UP dasar dan UP penyakit kritis, lalu top upnya dibuat 30% dari premi dasar untuk menjaga bila telat terjadi pembayaran premi lanjutan. TL bagus untuk yang masih muda dan lebih murah, tapi ada juga kekuranannya, yaitu setiap tahun harus seleksi resiko kesehatan, dan setiap mau menaikan UP harus naik premi. yang paling riskan adalah seleksi resiko kesehatan, karena bisa jadi tahun depannya tidak diterima oleh asuransi kalo kondisi kesehatan tidak seperti tahun lalu. kalo UL gk ada lagi seleksi resiko kesehatan, kecuali akan menaikan UP. Bila ketika akan menaikan UP ternyata karena alasan kesehatan di tolak, UP yang lama tetap berlaku dan bila sudah lewat 2 th sudah melewati masa percobaan.
mudah-mudahan bermanfaat
Rina DL
Peserta CFP batch 3
Seleksi kesehatan di asuransi tradisional
Dear Rina.. & semua netter..,
FYI di asuransi Tradisional type YRT (yearly renewable term) seleksi kesehatan hanya terjadi sekali saja, jadi ga bener kalo tiap tahun ada seleksi kesehatan..
Buat Bro & Sis yg mau ambil penyakit kritis (Critical Illness) tolong baca klausul kontraknya (kopian aja, minta sm agennya), setahu saya klausul tersebut sangat memberatkan sehingga CI belum tentu bisa kluar, kecuali dalam kondisi yg amat sangat gawat.., padahal nasabah membayar premi yang besar untuk fasilitas CI ini.., saran saya ambil aja asuransi YRT yang ada fasilitas terminal illness karena anda ga usah nambah premi lagi alias gratis, manfaat jika terdiagnosa penyakit yg tdk tersembuhkan dalam perhitungan medis usia ga sampai 12 bulan maka UP (uang pertanggungan) akan keluar sebesar 50% (sama fungsinya seperti CI)
Regards,
Pemerhati Asuransi
Asuransi tradisional
Dear Pemerhati Asuransi,
Mau dong dikasih informasi tentang perusahaan asuransi kesehatan yang bagus dan gak rumit. AKu mau sekalian sama keluarga nih.
Dari dulu mau ikut asuransi tapi selalu banyak pertimbangan karena dengar2 hal negatif tentang asuransi.
Please ya infonya
Seleksi kesehatan di asuransi tradisional
Dear Pemerhati Asuransi
Makasi masukannya. Maksud saya ass tradisional yang harus seleksi kesehatan tiap tahun adalah yang diambil setahun dengan kontrak setahun (enggak tau istilahnya apa, kalo dikami termlife yang kontraknya setahun). Sudah ada beberapa klien saya yang tidak bisa bergabung lagi, karena ketika tahun depannya dia mau buat lagi asuransinya tidak dapat diterima, karena sudah ada penyakit yang tidak bisa diterima oleh perusahaan assuransi. Asuransi tradisional yang kontraknya 5 tahun dst atau wholelife, tentunya seleksi kesehatan hanya ketika masuk saja.
Maaf kalo tulisan saya kurang dimengerti, karena baru belajar nulis, jadi maksud hati dengan tulisan yang keluar beda pengertiannya.
Rina DL
Peserta CFP batch 3
Penyesuaian UP otomatis
Bu Rina, saya jd penasaran nih. Adakah produk UL yang otomatis menyesuaikan UP secara teratur berdasarkan besaran inflasi yg diterbitkan pemerintah? Kan jd gak merepotkan konsumen untuk secara manual menyesuaikan UP tuh. Soalnya kalo dihitung2 (diasumsikan inflasi stabil sekitar 8%), saat saya sudah pensiun nanti sekitar 30 thn lg dari sekarang, nilai tagihan barang dan jasa akan tambah 1 lagi angka nolnya tuh.
Oh iya, UP itu maksudnya nilai santunan yg dibayarkan kalo terjadi musibah kan? Terima kasih sebelumnya
~eka
UL up naik otomatis
Halo mas ato mba nih....
UP = Uang Pertanggungan (santunan yang diberikan bila terjadi klaim) Hehehe kalo yang otomatis enggak ada, kan setiap naik UP ada seleksi resiko lagi. boleh tuh diusulkan...sapa tau ada perusahaan asuransi yang mau... tapi kan gk usah setiap tahun menaikan UP...
Rina DL
Peserta CFP batch 3
cs bank lebih agresif nawarin unit link?
barusan ke bank plat merah mau beli reksadana..dah agak siangan...eh ga tau kenapa si cs nya spt ogah ogahan ngelayanin..dia malah gencar nawarin unit link...sampe bingung mau nolak..tapi tetep aja sih gw tolak..dan akhirnya gw juga ga jadi beli reksadana krn kata dia udah siang. kalo udah siang reksadana udah tutup.
duh kenapa udah 2 bank spt ini ya..cs lebih demen jualan unit link daripada reksadana..apa krn mereka dapat komisi lebih gede.
30%
unitlink khan komisinya gedhe..klo ga salah sih 30%... (cmiiw)
Sama donk
Kalo gitu kita sama ya. Setelah beli reksadana Csnya nawarin tabung perencanaan keluarga, padahal saya belum berkeluaraga (masih mahasiswa tahun awal).
@ antena vs cs
+ Sudah rahasia umum CS bisanya cuma senyum sama ganti kartu ATM. Jangan putus asa, coba datang ke cabang yg lebih besar - minimal 5 orang CSnya - disitu biasanya ada salah satu yg menguasai - sudah ikut kursus dan bisa membantu proses jual / beli RD. Kalau posisi anda di Jkt mestinya mudah cari bank yg cukup besar / cabang utama bukan cabang pembantu.
+ Di Mandiri, CS unit Link ( AXA ) memang terbaur dgn CS bank - tidak ada salahnya ditanya dulu dia CS UL atau CS bank - pengalaman serupa juga pernah dialami , baru beberapa bulan kemudian ketemu CS yg bisa menjelaskan RD dgn baik + tdk mendesak segera membeli. Jika salah satu bank plat merah itu Mandiri, tdk ada salahnya call Indra R Mewar di Mandiri Bintaro Jaya 7340924.
Pilih jual mana
Hehehe ..namanya juga dapet komisi. Kalau bro antena mau jualan barang, yang satu gak dapet untung dan satunya lagi dapet untung, pilih mau promosiin yang mana ? hehehe..bisa jawab sendiri.
Makanya saya lebih suka belanja reksadana online, orang kadang yang marketingnya reksadana saja kadang suka ngasih penjelasan setengah2, mungkin juga karena dana yang saya bawa sedikit, jadi nggak worth it buat mereka ngejelasin sampe berbuih.
Belajar reksadana cukup di Portal Reksadana saja...
Rgdrs,
Lia
lam kenal
halo lia...
aku pngn tau ttg RD, aku awam bgt ttg ini.kan diatas dijelasin bedany unit link & RD, kl di RD kan kita bs mantau kinerja MI sdgkn ttg trik2 investasi aja aku awam bgt, nah kira2 gmn kita bs liat kl kinerja MI ini bagus, dr segi apanya?
dan apa mmg resikony di RD sama dgn unitlink krn kan mgnkin kl di RD ada campur tgn "kita" yg sbagian bnyk org awam ttg investasi, ntr krn ada campur tangan kt malah jd salah2 lg, itu siy gw aja kl ye....
thanks
tia
beli reksadana online
Punten,
mau tanya, gimana caranya beli reksadana online...
makasi
Rina DL
Peserta CFP batch 3
RD online
Saran & contoh saja, untuk RD online bisa dicoba pd web danareksaonline
bisa tanya2 di CW
Saya biasa beli di commonwealth. Tapi buat redeem/switch gak bisa online . Lagi cari2 jg kalo ada kompetitor lainnya.
Pilihan produknya bisa dilihat di http://commbank.co.id/pdf/Mutual_Fund_Fee_Charges.pdf . Buka rekeningnya bawa materai (saya lupa perlunya berapa) dan 500rb buat setoran tabungan awal. Nanti dapat alat kayak keybca buat transaksi rekening tabungan online, termasuk buat beli RD nya. Biaya bulanannya cuma buat bayar materai rekening koran bulanannya.
~eka
berguna banget
Makasi eka, berguna banget datanya... ternyata di CW fortis bisa dibeli dengan terjangkau, saya beli di satu bank merah...min musti 25jt, top up min 10 jt...yang ini kan boleh banget deh....thanks berat...
Rina DL
Peserta CFP batch 3
berguna banget
Makasi eka, berguna banget datanya... ternyata di CW fortis bisa dibeli dengan terjangkau, saya beli di satu bank merah...min musti 25jt, top up min 10 jt...yang ini kan boleh banget deh....thanks berat...
Rina DL
Peserta CFP batch 3
komentar dikit
Namanya juga investasi Semua ada resikonya, tapi coba aja ke unit link prudential syariah disana temen-temen dapat asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan, dan dana diinvestasikan. Masa menabung 10 tahun dan dana itu boleh diambil kalau dah selesai namanya juga syariah. Pihak Prudential cuma sebagai pemegang amanah jadi bukan beli tiket mati, kalau mati dapet duit kalau hidup duit ambles. Judi coy haram hukumnya.
bank bank penjual reksadana
ternyata udah banyak bank yg jual reksadana gw baru tahu dari koran kontan..cuma mungkin masalahnya di pembelian minimum..klo di BCA sptnya 5 juta itu juga harus di BCA prioritas.
di mandiri juga sama 5 juta..tapi ga perlu masuk ke mandiri prioritas dulu..
berikut bank bank penjual reksadana
1. bank mandiri
2. bank niaga -> lumayan banyak..produk trimegah dijual disini
3. BCA -> tdk terlalu menarik portofolionya
4. BNI
5. BRI
6. BUKOPIN
7. Citibank
8. Danamon
9. Deutsche bank
10. HSBC
11. Stanchart
12. Commonwealth kok ga ada di koran kontan ?
Bank Penjual RD - tambahan info
Bro n Sis,
Beberapa info tambahan berdasarkan survey ku:
13. ABN Amro Bank (blm di list Bro Antena)
tambahan info lainnya:
CommBank
Mungkin karena CommBank sudah terlalu beken sebagai supermarket reksadana, yang nulis malah kelupaan, bro...ke..ke..ke..
simpang siur commonwealth
simpang siur ya commonwealt..gw dah telpon yg di wisma metro ternyata utk beli reksadana disana harus setor 2 juta..saldo minimum 500 ribu. aneh bukan..kenapa dia gak bilang setor 500 ribu aja.
dah gitu utk invest reksadana harus 10 juta..itu bisa di split jadi misalnya beli 10 reksadana masing masing 1 jutaan..
jadi kesimpulan kita harus naroh 10.500.000 utk buka account..abis itu 10 juta nya kita belanjain reksadana..
nah utk top up baru ngikut table reksadana commonwealth itu..ada yg 500 ribu ada yg 100 ribu.
gw udah ke comm wisma metro
gw udah ke comm wisma metro itu..ternyata utk buka comm save emang 500 ribu doang itu juga dah dapet atm dan minta aktifin internet banking. cuma customer service atau personal banker biasanya kalo tahu kita mau belanja reksadana mereka rada segen bukain internet banking..tujuannya biar kita beli reksadana ke dia.
kalo ke customer service minimum 10 juta, kalo ke personal banker 25 juta. tapi spt nya personal bankernya juga bingung bingung gitu jelasin reksadana.
jadi mendingan kita buka aja comm save dan minta aktifin internet banking selanjutnya kita bisa beli lewat internet ga perlu ngantri di comm bank
commonwealth
Temans,
Aku dah banking di commbank - metropolitan branch, coba bantu clarify ya... Utk beli RD kita harus buka rekening kan. Nah, produk saving accountnya ada CommWealth dan CommSave. CommWealth saldo minimal adalah 2jt, setoran awal 50jt dan tiap beli RD dapat tambahan discount 25% dr fee yg di list RD. Yg buka minimum 500rb adalah CommSave.
Barusan aku langsung contact dg Relationship Manager ku, diinformasikan pembelian awal adalah sesuai dg tabel. Tidak ada keharusan 10 juta, mungkin kebetulan dapat marketing yg tidak cooperative.
pembukaan rekening min 500rb
Gak kok:
Gw baru buka di wisma metropolitan II, CSnya bilang minimum untuk buka account baru 500rb. Sebelumnya telp ke call centernya juga 500rb.
nggak ah
Halo salam kenal ya. Aku bulan kemaren baru buka di commonwealth Bandung. Emang pertamanya harus buka tabungan dengan saldo 2 juta. Seudah itu, si 2 jt nya itu boleh dibelanjain reksadana semua kok. Aku beli reksadananya dr internet, ke commonwealth cuma setor doank.
Barangkali orang yg ditelpon itu nggak paham bener kali...ato apa udah berubah gitu aturannya? Coba ditanyain lagi ke commonwealth yang lainnya. Hope it helps ya...
Duit 10 jt : asuransi or reksadana?
Kalo ada uang 10 juta, enaknya dibeliin unit link semua, atau asuransi semua, atau reksadana semua?
Kalo dibeliin asuransi semua, kemarin kayaknya ada yg kasih angka, utk usia 30an, preminya 2jt an utk UP 1M. Berarti bisa buat bayar proteksi utk 4-5 th, udah itu uang lenyap.
Kalo dibeliin reksadana semua, mungkin setahun bisa dapat return 30-70%, tapi kalo mati mendadak repot juga... ga ada proteksi.
Kalo dibeliin unit link, proteksi dapat tapi ga maksimum, investasi dapat, tapi ga maksimum juga.
Gimana kalo gini :
Yg 2 jt dibeliin asuransi, dapat proteksi 1 M.
Yg 8 jt dibeliin RDS, setahun 30-70%, katakan average 50%.
Dari return RD setahun 4 jt, yg 2 jt disisihkan utk bayar premi asuransi th depannya, demikian seterusnya.
Dan enaknya, semua fleksibel, bisa distop kapan aja tanpa perlu mikir nilai tunai.
Jadi investasi maksimal, dapat gratis proteksi maksimal....
jangan membandingkan saat anda hidup!!
untung mana kalo anda meninggal dunia???
andai anda meninggal dunia, dan reksadana baru berjalan 1 tahun??bandingkan dengan unit link anda yang berjalan 1 tahun jg??
pasti lebih menghasilkan / return unit link!!!!
coba aja anda hitung2 sendiri kalo anda meninggal dunia pada tahun pertama investasi anda
TAPI SAYA YAKIN GA ADA YANG PENGEN MENINGGAL DUNIA
coba jangan membandingkan anda masih hidup!!!!!
thanks ,.. maaf bila mengganggu
jadi, untung mana kalo meninggal?
Ya lebih untung kalo split asuransi term life plus reksadana dong, ketimbang unit link...
Ini kasus real saya ya... usia 30 tahun.... punya duit 60 juta
Kemaren dikasih ilustrasi dari Sunlife untuk uang 60 juta (pembayaran sekaligus), dengan pembagian 10 juta untuk premi dan 50 juta untuk investasi (extra agresif alias saham semua). Uang pertanggungan cuma kena 15 juta dan investasi baru berjalan di tahun ke-2. Ketika meninggal, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan plus nilai investasi. Maka di tahun pertama, dalam ilustrasi tersebut, kalo kita meninggal ahli waris akan mendapatkan 65 juta... catet ya, Rp. 65.000.000
Sekarang kita split asuransi term-life dan reksadana untuk uang 60 juta, dengan pembagian 3 juta premi tahun pertama asuransi jiwa term-life 10 tahun dan 57 juta untuk investasi. Untuk term-life 10 tahun di Takaful, premi 3 juta, maka uang pertanggungan 1M. Dengan modal investasi 7 juta, gue tarok di Danareksa Index Syariah misalnya (yang kemaren returnnya sampe ampir 60%), maka itung2an bodohnya dalam 1 tahun dapet 91,2 juta... jadi kalo kita meninggal dalam waktu 1 tahun, ahli waris kita bakal dapet uang pertanggungan 1M plus warisan reksadana 91,2 juta.... total Rp. 1.091.200.000
Nah, kalo baru setahun kita dah meninggal, gede mana coba? dengan "modal" sama, maka "keuntungan" ketika meninggal berapa kali lipat tuh? coba dihitung
Teliti sebelum membeli
wah kalo menurut saya tergantung perusahaan asuransi dan agent yang nawarinnya juga ...
perusahaan yang menjual unit linked itu banyak, bukan cuma sunlife :
1. kita lihat dari produk asuransi yang dia jual apakah dia menggunakan term life atau apa? soalnya semua perusahaan asuransi menggunakan metoda yang berbeda-beda.
2. maksimum UP nya bisa berapa, untuk premi 10 juta itu maksimum UP bisa kita terima sampe 900%, asal semuanya kita bayarin ke premi, mungkin dengan UP 15 jt, dia ambil min UP 150% dr premi, tujuannya supaya nilai investasi berkembang lebih besar, karena semakin besar UP yang kita ambil maka biayanya pun akan semakin besar, dan seiring bertambahnya usia, maka biaya-biaya itu juga akan mengikuti.
3. supaya nilai investasi bisa berjalan dari tahun pertama, buatlah split pembayaran premi dengan komposisi premi dan topup regular, nah yang topup regular dr tahun pertama sudah dikembangkan ke investasi, misalnya 6 jt premi top-up reg 4 jt, atau 8 jt premi top-up reg 2 jt, itu akan lebih baik
4. ambil raider atau produk tambahan waiver/payor, tujuannya supaya kalo terjadi sesuatu dengan kita akibat kecelakan atau penyakit kritis, sehingga kita tidak mampu lagi bekerja, maka perusahaan asuransi tersebut yang akan menanggung resikonya, yaitu dengan cara membayarkan premi kita sampai usia tertentu, jadi resiko apapun yang terjadi rencana keuangan dimasa mendatang tetap goal .. ya tentunya untuk ahli waris .. atau keluarga tercinta.
5. Jangan salah Basic awal investasi adalah unit-linked, karena kita hanya butuh kesabaran saja, dana sudah kita serahkan kepada Fund Manager sebagai lembaga yang profesional dalam mengelola fund, setelah itu kita punya ilmu dan keahlian lebih, silahkan mencoba pilih-pilih FM kita di reksadana yang di jual di Bank, lalu punya ilmu dan punya waktu silahkan bermain saham, option atau future.
6. Lihat juga Fund Manager yang ngelola uangnya, sebuah fund manager jika terlalu besar ngelola uang juga gak terlalu bagus, karena tidak proporsional, saya kurang setuju jika peringkat reksadana terbaik dilihat dari dana yang dia kelola, yang paling baik itu dilihat dr kinerja, seberapa besar dia mampu memberikan return kepada nasabah. maksimum dana yg proposional dikelola oleh FM itu 3 T, karena proses jual atau beli buat si FM nya akan sangat mudah, ketimbang yang besar sekali, tapi jangan salah juga ada beberapa perusahaan asuransi, yang kelola sendiri dananya .. emang aturan BAPEPAM juga memperbolehkan, hanya kita jadi bertanya .. transparan gak? kriteria invetasi itu memenuhi 3 unsur 1.regulasi 2.transparansi 3.likuidasi , coba pernah tau gak .. saham-saham apa saja yang mereka beli?
7. Layanan purna jualnya gimana, sejauh mana perusahaan tersebut memberikan pelayanan terbaiknya kepada nasabah-nasabahnya.
8. Cari Financial Consultant yang bener-bener ngerti produk, gak cuma asal jualan, dan mampu menyentuh kebutuhan kita. diskusikan dengan dia apa yang menjadi kebutuhan hidup atau rencana keuangan kita. mumpung di indonesia ini financial consultant masih murah bahkan ada yang free, coba kalo anda hidup di negara-negara maju profesi financial planner itu cukup populer bahkan penghasilannya pun bisa dikatakan cukup tinggi.
9. tips umum jangan taro telor dalam satu keranjang , UNIT LINK ok, RSD ok, properti ok, emas ok, valas ok, semuanya bagus .. (Investasi=menunda kenikmatan saat ini untuk memperoleh pengembalian yang maksimal dimasa yang akan datang).
10. bicara untung mana = kebutuhan anda yang mana
www.anthontea.blog2.plasa.com
Membandingkan saat hidup dan mati
Bro, maaf sebenarnya niat awal anda mau investasi atau mau memberi warisan? Kalau mau berinvestasi sudah pasti hanya mengandaikan masih berumur panjang untuk menikmati target investasinya; yang cocok ya di reksadana. Kalau memang mau memberi warisan ya yang paling tepat hanya mengambil asuransi jiwa saja, preminya relatif murah, uang yang didapat ahli waris kalau meninggal cukup besar.
Jadi untuk kedua tujuan itu unitlink tidak relevan dan tidak cocok.
Tidak perlu bingung bro.............
mana ada yang tahu kapan kita akan meninggal dunia
judul nya kan perbandingan reksadana dan unitlink
jangan dgn produk lainnya. dengan asumsi nilai uang awal yang sama misalnya 50 jt,.. mana yang di pilih reksadana kah atau unitlink kah.
dengan asumsi jgn tanpa split!!!. karena kalo diliat judul nya "dan" terus asumsikan jg kalo anda meninggal dunia pada tahun pertama!!! kalo anda masih hidup ya pastilah anda semua sudah tahu hasilnya, tapi cobalah dengan membuat perbandingan asuransi itu yang tujuannya kan untuk proteksi ketika anda meninggal dunia dan jatuh sakit tapi sekaligus investasi
coba anda hitung2 sendiri aja dech!!!
jd menurut saya relevan,.. sebagai media sharing dan pencerahan bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini
unitlink jg termasuk investasi loh,..
thanks semoga ada yang mo berbagi ilmu
Goodbye my Unit Link, welcome YRT Life Insurance
Seperti kebanyakan orang, saya juga dulu sempat tergiur dengan unit link. So ane juga membuka 1 asuransi untuk pendidikan anak ane ... bodohnya ane waktu itu ... Dengan bujuk rayu dari agen asuransi yang sangat yahud, ane terbujuk juga (padahal waktu itu nggak konsen sama penjelasan dia, cuma melongo ngelihat wajah agen asuransi yang ccaaaaeeeeemmmm abis). So alhasil ane jadi punya 1 unit link.
Today, setelah berkonsultasi dengan bro Taufik Gumulya, dan menimbang-nimbang seluruh untung dan ruginya unit link, ane memutuskan untuk mengclose unit link ane. Sebenarnya sayang banget, karena iuran untuk insurancenya sudah selesai ane bayar (damn what i was thinking when i decide to open that unit link). Tapi mengingat :
ane dengan berat hati memutuskan menterminate satu-satunya unit link yang ane miliki, premi bulanannya sekarang ane alokasikan sebagai penambah monthly addtion to my reksadana saham (sebelumnya ane memang udah tertib nabung tiap bulan di reksadana saham).
Sebagai gantinya ane sudah mengcompare beberapa Yearly Renewable Term Life Insurance, dengan uang pertanggungan sebesar 1 M (nach ini baru berasa proteksinya). Kandidatnya ada 3 yang ane review : Manulife, Commonwealth life, AXA. Dengan kondisi yang ane kasi perbandingan untuk premi per tahunnya adalah sbb :
AXA : 2.880.000
Commonwealth Life : 2.750.000
Manulife : 2.000.000
ane juga nggak ngerti kenapa dengan input yang sama kok hasil preminya beda-beda (kok bedanya hampir 50% gitu ya). So dari ilustrasi di atas sudah jelas pemenangnya adalah Manulife (di sisi bonafid ok, premi ringan ok). So ane sudah mengundang salesnya (kali ini cowok, dan kita cuma komunikasi lewat telpon dan email) untuk membuka polis asuransi untuk ane.
PELAJARAN YANG ANE PETIK :
semoga pengalaman pahit ane ini berguna bagi yang lain.
Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U
OOT: Yang Bener?!!
Salam kenal Bro P4U,
Thanks berat atas komen2 bro yang cukup technical. Saya banyak belajar.
Agak OOT, tapi saya mau nanya, masa sih untuk renewably term life insurance utk 1M di gak nyampe 300rb/bulan? Saya boleh minta no telp salesnya si Manulife? Bener-bener tertarik nih...
Thanks sekali lagi!
My Manulife YRT Agent
Besarnya premi tergantung usia anda juga bro ... berhubung ane masih sangat muda ... hehehe, so preminya memang segitu, ane sudah bayar segitu. Contact person Manulife ane : Pak Maulana, HP : 0817823881 ... Tapi ane nggak promosi agent tertentu ya ... anda pake agent asuransi manapun jawabannya pasti sama.
Kalo telpon Pak Maulana bilang aja ada salam dari Passion4U, paling dia bingung siapa ya Passion4U ... enaknya anonim di dunia maya ...
Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U
Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.
masih validkah?
salam kenal ya,
mau nanya boleh ya pak?
saya ada dana 4jt, mau di-prospek ama agen UL, UP 200jt, premi 10th@3jt-an.
saya jadi tertarik YRT yg bapak maksud, apakah masih ada program itu? (kebetulan agennya sama..hehe) trus sisa sejuta kira2 RD apa ya pak yang prospektus, mengingat saya orangnya konserpatip. maaf jadi minta saran juga..hehe..
regards,
-ok-
Boleh Tanya Kan?
Sajuga punya rencana menutup unit link satu2nya di CIGNA, hasil dr penutupan itu rencananya moalihkan ke Reksadana. Saya lagi tunggu laporan triwulanan saya dr CIGNA kira2 dana saya sekarang ada berapa, terakhir sih untuk periode okt-des 2007 dana saya berkisar diangka 4,5jt.
Kiranya boleh minta saran atau masukan, dengan dana sebesar itu saya bisa beli reksadana seperti apa? gimana dengan reksadananya Trimegah? ato ada reksadana yang nominalnya 150-250rb/unitnya Sharing pengalamannya dong mas?
dady
Comments, Perbandingan Reksadana dan Unit Link
Terima kasih infonya, sangat bermanfaat dan memberi pencerahan! ... berfikir untuk menarik unit link-ku nih, dulu apply karena kena rayuan maut marketing asuransi
belum sadar asuransi
diluar negeri asuransi sudah merupakan kebutuhan, satu orang mungkin bisa punya lebih dari dua asuransi, berapapun kekayaan dan harta yang kita punya, namun bila terajadi resiko (masuk RS,Meninggal,Kecelakaan,PHK,Resesi ekonomi,Cacat dll) harta tsb lama2 akan terkuras, maka dibutuhkan penyeimbang antara Investasi dan asuransi yang dapat menghalau resiko2 tadi. jangan mendengar informasi dari satu arah saja, cari informasi sebanyak-banyaknya dan saring sebaik mungkin sesuai kebutuhan diri sendiri, karena setiap individu berbeda, reksadana bagus namun unitlink juga bagus. kebanyakan orang mau cepat untung tapi tidak memperhitungkan resiko kehidupan. perasaan menyesal selalu datang belakangan
ternyata..ternyata...
hahaha..ternyata, ternyata, laki laki masih tetap laki laki (harusnya para istri diperkenankan mengelola keuangan juga nih, biar tau motivasi suami ikut investasi).
Tapi jangan kuatir, saya cewek juga terkecoh unitlink kok (dan memang saya tidak mendengarkan seluruh penjelasan, cuma karena solidaritas sama temen yang kebetulan agen unitlink)
Salam,
Reksadana vs Unitlink
Menurutku, tidak relevan membandingkan antara reksadana dengan unitlink. Kedua produk tersebut mempunyai tujuan yang berbeda, reksadana (khusunya RDS) memang bertujuan untuk memperoleh return yang tinggi, sedangkan unitlink itu untuk proteksi sekaligus investasi (yang pasti returnnya gak setinggi reksadana).
Sebagai contoh, aku punya unitlink dari manulife sejak tahun 2003 (jadi hingga kini sudah hampir 5 tahun). Dengan setoran 5.300.300,- setiap tahun, sehingga selama 4 tahun sudah menyetor kurang lebih Rp21.000.000,- (tanpa memperhitungkan nilai uang). Terus aku iseng-iseng menghitung nilai unitlink saat ini, ternyata kalau dicairkan saat ini nilainya lebih kurang Rp15.000.000,- (rugi Rp6 juta bro.....).
Aku ngambil unitlink ini waktu belum mengenal betul reksadana.
Coba kalau dana tersebut diinvestasikan dalam reksadana, berapa nilainya sekarang?
Jadi betul kata bro sayogo, jangan membandingkan antara reksadana dengan unitlink, karena sudah jelas tujuannya beda.
perbandingan return
[disclaimer on, data belum saya verify, ini copas dari posting di forum tetangga]
Terlampir hasil return investasi dari unit linked untuk tahun 2007
AXA Financial Indonesia (MLC Life) Equity Plus 78.53%
Sequis Life Golden Equity Fund 61.52%
Commonwealth Life Investra Equity Funds 59.72%
Panin Life Managed Unitlinked Aggressive 57.42%
Manulife Indonesia Manulife Dana Ekuitas 57.32%
Sun Life Financial Brilliance Aggressive 55.83%
Sequis Life Sequis Life Equity Funds 53.95%
Great Eastern GreatLink Dana Dinamis 53.73%
AXA Mandiri Dynamic Money 52.21%
AXA Life Dynamic Money 52.16%
Manulife(John Hancock) Signature Link Adventurous 49.46%
Commonwealth Life Investra Equity Income Fund 49.21%
Panin Life Panin Lifevestlink Equity Fund 48.41%
Prudential Life Assurance PRU link Equity Fund 46.94%
AIA Indonesia AIA Link Aggressive Fund 43.41%
Panin Life Panin Amanahlink Equity Fund 43.17%
AIG Life AIG Lippo Trust Equity Fund 38.24%
MAA MAA Equity Fund 34.65%
Sinarmas Excellink Aggressive Fund 30.44%
AIA Indonesia AIA Link Growth Fund 30.20%
BNI Life B-Life Dana Berkembang 22.73%
Bumi Asih Jaya Asih Equity Fund 9.29%
Sumber : diolah dari data Bisnis Indonesia
kalo
diperhatikan AXA, Sequis returnnya ialah top 2. Dari yang saya tahu
mereka menitipkan dana pada Schroder(ntuk AXA selain schroder juga
Danareksa).
sedangkan untuk RD Schroder sendiri (diolah dari website schroder tgl 01/01/07 s/d 01/01/08)
Schroder Dana Prestasi 53.39%
Schroder Dana Prestasi Plus 56.03%
Schroder Dana Istimewa 55.89%
yang jauh dibawah return unit-linked AXA&Sequis: 78.53% & 61.52%
returnnya ga kalah (bahkan cenderung lebih tinggi) daripada RDS pada umumnya.
mungkin ini adalah komitmen dari perusahaan asuransi. walopun biaya banyak dan cenderung lebih tinggi, hasilnya juga lebih baik
Awas missleading...
Wah liat data diatas ada yang salah dalam hal penafsirannya, yg musti dibedain adalah AXA itu terbagi 3:
1 AXA Life
2 AXA Mandiri
3 AXA Financial
khusus AXA financial (equity plus) UL mereka mengacu ke FORTIS EQUITAS, dimana return mereka dalam thn 2007 (Jan-Des 2007) 80,27%
Patut dicatat bahwa return UL TIDAK mungkin lebih baik dari reksadana induknya, sekian mudah2an lebih jelas...
belum apple to apple
maaf, perbandingannya belum tentu apple to apple. NAB di reksadana itu sudah bersih setelah dipotong biaya pengelolaan (biaya pengelolaan memotong nilai NAB). sedangkan pada beberapa unit link, return masih kotor karena biaya pengelolaan akan ditagihkan secara terpisah (biaya pengelolaan memotong jumlah unit).
in any case, harusnya tinggi return porsi investasi di UL maupun reksadana gak bakalan terlalu beda.
Return unilink
Bro, sebenarnya ane bingung membaca pendapat anda. Sejak kapan return unitlink dapat diketahui secara terbuka? Siapa yang menghitungnya? Coba periksa di koran, return unitlink pasti tidak akan ada. Penyebabnya adalah karena unitlink memang bukan sarana investasi, melainkan produk ASURANSI, tapi untuk mendapatkan imbal hasil yang lumayan, maka sebagian diinvestasikan ke reksadana. Jadi pasti tidak mungkin dilakukan apple to apple, karena setiap produk unitlink akan menerapkan perhitungan dan persyaratan return yang berbeda, tergantung perusahaan asuransinya. Dari pengalaman ane, biaya pada unitlink ada yang dihitung dengan memotong unit penyertaan (UP), jadi tidak mungkin mendapatkan perhitungan return yang transparan.
Berbeda dengan reksadana yang memang merupakan sarana investasi, maka returnnya dapat dihitung sendiri, dengan mengalikan jumlah UP dengan NAB/UP hari itu, sehingga dapat diketahui returnnya. Pemotongan UP hanya berlaku saat redemption saja. Dalam laporan di koran biasanya yang disertakan adalah return untuk 1 bulan dan 1 tahun.
Jadi menurut pendapat ane, unitlink bukan sarana investasi karena itu tidak relevan kalau kita mengharapkan return tinggi dari unitlink. Unitlink memang dibuat untuk orang yang perlu asuransi, tapi juga ingin mendapatkan return yang lumayan (Ane juga punya unitlink untuk tujuan tersebut sehingga dapat membandingkannya).
Tegasnya JANGAN BERBICARA MENGENAI RETURN pada unitlink, karena dapat menyesatkan, apalagi membandingkan return unitlink dengan reksadana, bisa lebih sesat lagi (maaf, tidak ada istilah lain yang lebih tepat). Kalau mengatakan return investasi pada unitlink tidak jauh beda dengan reksadana sudah pasti tidak benar, dan hanya merupakan opini teman-teman yang tidak mempunyai kedua jenis produk tersebut.
Saran ane: bila anda perlu asuransi, pilihlah asuransi murni atau unitlink; bila anda ingin berinvestasi, pilihkah reksadana (terutama saham).
Selamat berinvestasi dan berunitlink, semoga sukses........
setuju banget
setuju banget...
jangan membandingkan RD dengan Unit Link karena perntukannya juga beda .
RD itu murni investasi sedangkan Unitlink adalah gabungan antara asuransi dan investasi.
kalau anda beli RD resikonya ebih besar dan keuntungan juga lebih besar. sebaliknya kalau anda beli init link resiko kecil tapi untung juga kecil.
Ada baiknya kalau anda mau keduanya. sebaiknya di pisah masing masing unitnya. disatu sisi anda beli RD dan disisi yang lain anda juga beli asuransi untuk proteksi . Tapi yang perlu di ingat adalah kalau anda hanya mampu membayar proteksi sebaiknya premi untuk asuransi jangan di beli buat RD. RD sifatnya investasi dengan pengertian mengembangkan uang yang diam. sementara premi untuk asuransi tidak di kategorikan uang diam tetapi masih diartikan biaya pengeluaran. Kalau penghasilan anda sudah mencukupi kebutuhan anda sehari hari dan membayar premi asuransi , anda boleh investasi di RD maupun investasi lain.
Sepengetahuan saya sih seperti itu. Tapi gak tau nih ada yang berani mengalihkan cicilan rumah ke RD... ?
perbandingan return unit link antara perusahaan asuransi
Sebagai tambahan informasi kalau dibandingkan antara masing2 perusahaan asuransi memang axa paling tinggi return investasinya, tapi proporsional dengan biaya asuransi yg dibebankan kpd investor.
Yang saya ketahui masing2 perusahaan asuransi mempunyai cakupan pertanggungan significant berbeda misalnya prudential memang dibawah axa return investasinya, akan tetapi cakupan pertanggungannya lebih luas, material, dan berbagai resiko kritis, makanya biayanya lebih mahal dan investor harus teliti sebenarnya mau investasi atau asuransi, masing2 ada jalannya sendiri2 ada plus minusnya.