Perbandingan Reksadana dan Unit Link

laraslia's picture

Karena sama sama baru, jadinya sedikit lebih fresh ni cerita awal2
investasi di reksadana. Mudah mudahan kalau para senior lagi ada waktu
senggang bisa lebih memperjelas.

Dari beberapa saran yang saya baca, untuk lebih mengoptimalkan
investasi, lebih baik kita memisahkan antara produk asuransi dan produk
investasi (dalam hal ini reksadana), karena dengan demikian kita bisa
lebih memantau investasi kita. Gabungan produk investasi dan asuransi
biasa disebut unit link, inipun juga tidak salah, khususnya buat yang
malas memantau dan mondar mandir ke bank. Kurang lebih begini ni
perbedaan keuntungan dan kerugian unitlink & reksadana :

Keuntungan Unit Link :

  1. Praktis, tinggal pencet no telp bank/agen penjual, staf marketing dengan rayuan mautnya akan segera meluncur ke tempat anda.
  2. Termasuk apply di rumah anda !
  3. Satu paket, jadi gak usah ribet beli asuransi dan investasi.

Kerugian Unit Link :

  1. Biasanya dua tahun pertama, iuran digunakan untuk premi asuransi
    (otomatis uang anda hilang !), baru tahun berikutnya bisa cuti premi
    dan dihitung sebagai investasi (tapi ada beberapa unitlink yang
    langsung memperhitungkan sebagai investasi dari tahun pertama,
    tetapi....setelah 2 tahun baru bisa kita tarik dananya)
  2. Hasil pengembangan investasi terbatas, kita tidak bisa memantau
    kinerja manajer investasi (MI) setiap saat kita ingin. Dan bila kinerja
    MI tidak bagus, kita gak boleh protes !
  3. Resiko investasi sama besar dengan reksadana.

Kerugian Reksadana :

  1. Kalau anda ingin mengetahui reksadana anda harus cari informasi
    sendiri sebanyak mungkin, minimal harus dateng ke Bank dan ketemu
    marketing reksadana di bank. Tapi kalau anda mengharapkan marketingnya
    bisa tinggal telpon dan dia meluncur langsung ke tempat anda (seperti
    halnya unitlink)...sepertinya saya belum pernah denger.
  2. Tidak ada tanggungan asuransi.

Keuntungan Reksadana :

  1. Minimal dengan belajar di awal sebelum berinvestasi, kita bisa lebih
    mengetahui resiko dari berinvestasi itu sendiri. Istilahnya, ibarat
    kita berlari, memang kita akan lebih cepat sampai tujuan, tapi dengan
    mengetahui bahwa ternyata resiko lari itu jatuh, dengan demikian kita
    jadi lebih waspada, berlari dengan pasang mata dan hati2.
  2. Kita bisa ikut aktif memantau perkembangan investasi kita. Kalau
    seumpama kinerja manager investasi kurang baik, kita tinggal pindah
    kelain hati.
  3. Untuk kondisi emergency, kita bisa mencairkan dana setiap saat
    (kurang lebih dana diterima 1 minggu dari waktu pencairan/redeem)
  4. Sekarang reksadana bisa dimulai dari RP. 100 ribu, jadi terjangkau
    oleh semua kalangan (termasuk saya yang cuma ibu erte, hehehe...)
  5. Beberapa bank sudah seperti supermarket reksadana (kita tinggal
    duduk manis di depan komputer, dan beli secara online, contohnya,
    commbank, sorryyy...nyebut merk, sayangnya redeem/pencairannya belum
    bisa online). Jadi resiko malu bawa duit 100 ribu ke bank untuk beli
    reksadana bisa diminimalisasi, hehehe...(salah satu keuntungan juga !)
  6. Keuntungan terakhir (sementara ini), dengan mencari informasi
    sebanyak mungkin tentang reksadana dengan gratis, otomatis anda
    browsing kan di web, dan ketemulah web portal reksadana ini, disini
    selain ilmu kita juga bisa cari temen, sodara, or ilmu-ilmu yang lain
    diluar reksadana (keuntungan non material lah), hehehe..sorry ngelantur
    lagi.

Sementara sekian dulu kesan dan pesan tentang reksadana, mau mandiin anak dulu

Comments

belum apple to apple

priyadi's picture

maaf, perbandingannya belum tentu apple to apple. NAB di reksadana itu sudah bersih setelah dipotong biaya pengelolaan (biaya pengelolaan memotong nilai NAB). sedangkan pada beberapa unit link, return masih kotor karena biaya pengelolaan akan ditagihkan secara terpisah (biaya pengelolaan memotong jumlah unit).

in any case, harusnya tinggi return porsi investasi di UL maupun reksadana gak bakalan terlalu beda.

Return unilink

sayogo's picture

Bro, sebenarnya ane bingung membaca pendapat anda. Sejak kapan return unitlink dapat diketahui secara terbuka? Siapa yang menghitungnya? Coba periksa di koran, return unitlink pasti tidak akan ada. Penyebabnya adalah karena unitlink memang bukan sarana investasi, melainkan produk ASURANSI, tapi untuk mendapatkan imbal hasil yang lumayan, maka sebagian diinvestasikan ke reksadana. Jadi pasti tidak mungkin dilakukan apple to apple, karena setiap produk unitlink akan menerapkan perhitungan dan persyaratan return yang berbeda, tergantung perusahaan asuransinya. Dari pengalaman ane, biaya pada unitlink ada yang dihitung dengan memotong unit penyertaan (UP), jadi tidak mungkin mendapatkan perhitungan return yang transparan.

Berbeda dengan reksadana yang memang merupakan sarana investasi, maka returnnya dapat dihitung sendiri, dengan mengalikan jumlah UP dengan NAB/UP hari itu, sehingga dapat diketahui returnnya. Pemotongan UP hanya berlaku saat redemption saja. Dalam laporan di koran biasanya yang disertakan adalah return untuk 1 bulan dan 1 tahun.

Jadi menurut pendapat ane, unitlink bukan sarana investasi karena itu tidak relevan kalau kita mengharapkan return tinggi dari unitlink. Unitlink memang dibuat untuk orang yang perlu asuransi, tapi juga ingin mendapatkan return yang lumayan (Ane juga punya unitlink untuk tujuan tersebut sehingga dapat membandingkannya).

Tegasnya JANGAN BERBICARA MENGENAI RETURN pada unitlink, karena dapat menyesatkan, apalagi membandingkan return unitlink dengan reksadana, bisa lebih sesat lagi (maaf, tidak ada istilah lain yang lebih tepat). Kalau mengatakan return investasi pada unitlink tidak jauh beda dengan reksadana sudah pasti tidak benar, dan hanya merupakan opini teman-teman yang tidak mempunyai kedua jenis produk tersebut.

Saran ane: bila anda perlu asuransi, pilihlah asuransi murni atau unitlink; bila anda ingin berinvestasi, pilihkah reksadana (terutama saham).

Selamat berinvestasi dan berunitlink, semoga sukses........

setuju banget

Anonymous's picture

setuju banget...
jangan membandingkan RD dengan Unit Link karena perntukannya juga beda .
RD itu murni investasi sedangkan Unitlink adalah gabungan antara asuransi dan investasi.
kalau anda beli RD resikonya ebih besar dan keuntungan juga lebih besar. sebaliknya kalau anda beli init link resiko kecil tapi untung juga kecil.

Ada baiknya kalau anda mau keduanya. sebaiknya di pisah masing masing unitnya. disatu sisi anda beli RD dan disisi yang lain anda juga beli asuransi untuk proteksi . Tapi yang perlu di ingat adalah kalau anda hanya mampu membayar proteksi sebaiknya premi untuk asuransi jangan di beli buat RD. RD sifatnya investasi dengan pengertian mengembangkan uang yang diam. sementara premi untuk asuransi tidak di kategorikan uang diam tetapi masih diartikan biaya pengeluaran. Kalau penghasilan anda sudah mencukupi kebutuhan anda sehari hari dan membayar premi asuransi , anda boleh investasi di RD maupun investasi lain.

Sepengetahuan saya sih seperti itu. Tapi gak tau nih ada yang berani mengalihkan cicilan rumah ke RD... ?

perbandingan return unit link antara perusahaan asuransi

toto suharto's picture

 

Sebagai tambahan informasi kalau dibandingkan antara masing2 perusahaan asuransi memang axa paling tinggi return investasinya, tapi proporsional dengan biaya asuransi yg dibebankan kpd investor.

Yang saya ketahui masing2 perusahaan asuransi mempunyai cakupan pertanggungan significant berbeda misalnya prudential memang dibawah axa return investasinya, akan tetapi cakupan pertanggungannya lebih luas, material, dan berbagai resiko kritis, makanya biayanya lebih mahal dan investor harus teliti sebenarnya mau investasi atau asuransi, masing2 ada jalannya sendiri2 ada plus minusnya.

yang dibicarain di sini kan

priyadi's picture

yang dibicarain di sini kan harga unit porsi investasi di unit link. bukan unit link secara keseluruhan. soal berapa unit yang dipotong itu urusan lain lagi dan tiap nasabah pasti beda2. teorinya, perkembangan investasi UL maupun RD pasti gak bakalan terpaut terlalu jauh.

yang beda itu potongan2nya. di RD karena investasi murni potongannya kecil (cuma biaya pengelolaan), sedangkan di UL itu sangat besar (biaya mortalita, administrasi, pengelolaan, dll dsb)

Pengalaman pribadi

laraslia's picture

Cuma pengalaman pribadi waktu ikut unit link, ini hanya salah satu jenis unit link :

Komposisi penempatan dana :

Tahun 1 : 100% premi

Tahun 2 s/d 10 : 30% premi; 70 % investasi

Tahun 11 s/d 20 : 100% investasi

 

Ketentuan bila membatalkan polis :

1. Bila membatalkan polis sebelum tahun pertama terlewati : jumlah uang yang sudah kita setor hangus. Jangan lupa gigit jari !

2. Bila membatalkan polis di tahun ke 2 s/d 10 nilai tunai (uang yang diterima) adalah sebagai berikut :

tahun pertama : 0

tahun 2 s/d 10 : 70 % dari uang yang disetor.

Ini bukan menakut nakuti, cuma bagi yang memang berniat ingin ambil unit link, kurang lebih begini, kadang divariasikan ke tatacara pembayaran premi. Jadi anda benar2 paham resiko yang anda ambil bila ingin melakukan investasi di unitlink dan bila ingin membatalkan polis di tengah tahun.

 

Salam, Lia

Tanya

anask1979's picture

saya sudah ikut unitlink hampir 2 tahun, kalau saya mau berhenti pada saat sekarang, apakah investasi yang terbentuk sampai dengan ditutupnya unitlink tersebut diberikan kepada saya atau hangus?tks ats infonya

Potongan di unitlink dan reksadana

sayogo's picture

Bro, NAB/UP untuk reksadana yang sama, berlaku untuk unitlink maupun reksadana.

Return yang kita terima di reksadana adalah jumlah UP (unit penyertaan) kali NAB/UP dikurangi modal awal + biaya redemption.

Nilai yang kita terima di unitlink (misalnya kalau sudah dapat diambil sesuai perjanjian) untuk investasi di reksadana adalah jumlah UP kali NAB/UP. Yang berbeda adalah jumlah UP bukan jumlah UP saat kita beli unitlink, tapi sudah dikurangi dengan segala biaya yang berlaku di unitlink tersebut yang dikompensasi dengan pengurangan UP. Kalau kita mau redemp, yang berlaku untuk (sebagian besar) unitlink adalah harga jual (seperti pada valuta asing), yang berarti terkena pengurangan lagi.

Jadi kesimpulannya: RETURN investasi di unitlink pasti lebih kecil dari reksadana yang sama.

Kalau anda tidak percaya, beli saja reksadana yang sama dengan yang di unitlink, nanti setelah laporan 1 bulan bandingkan returnnya, hasilnya disimpulkan saja sendiri bro.

Ane punya unitlink dengan investasi di Fortis Ekuitas, ane juga punya RD Fortis Ekuitas, kalau ane bandingkan returnnya ya jauh sekali. Tapi tidak apa-apa karena tujuan ane masuk unitlink adalah untuk asuransinya, baru returnnya walaupun hanya lumayan (sedikit...... hehehe).

unit link yang invest di fortis ekuitas

idabsa's picture

Mau nanya dong, perusahaan unit link mana sih yang invest kan dananya di fortis ekuitas? Saya minat nih kalao unit link yang invest disitu.

Thanks ya

Unit link..

kosegu's picture

Kalau memang minat untuk invest kenapa gak langsung ke Reksadana aja ? kenapa harus melalui Unit Link? Sudah jelas kok return RDS itu lebih besar dari UL. Lagi pula kalau memang ingin mendapatkan proteksi langsung aja ke asuransi murni.

lho, betul seperti itu. dan

priyadi's picture

lho, betul seperti itu. dan pernyataan saya sama sekali gak kontradiktif. saya cuma mau bilang, perkembangan investasi di UL maupun di RD itu kurang lebih sama saja. tapi return di UL jauh lebih kecil daripada RD, ini bukan karena manajer investasi di UL itu gak jagoan, tapi karena unit di UL itu dipotong macam2 biaya asuransi.

singkatnya: perkembangan harga unit di UL praktis sama dengan RD. bedanya di UL jumlah unit kita bakalah disunat macem2. kalau setor RD dapat 1000 unit misalnya, waktu redeem, kita dapat 1000 unit juga. kalau di UL dari 1000 unit bisa jadi tinggal sisa 700 unit waktu diredeem.

ini contoh perhitungan unit link versi saya dengan asumsi perkembangan investasi yang sama persis, baik UL maupun RD pakai asumsi 17%/tahun

ada di koran kok

villain's picture

tabel bursa moneter di bisnis indonesia memuat harga harian unit link kok bro. biasanya gw juga monitor harga unit gw disitu (selain via email yang dikirimin tiap hari) memang ada pemotongan2 biaya dan itu disebutkan di laporan bulanan yang dikirimin. tapi dengan begitu kita jadi tahu kan berapa persisnya unit yang kita punya. dan kalau pada saat itu kita mau pencairan alias redeem ya tinggal kali aja dengan harga unit yang ada di koran itu. di satu unit link, redeem ga kena biaya.

ada juga unit link yang kasi fasilitas online account. tiap saat bisa diliat berapa unit yang dipunya dan berapa nilainya.

ya memang ini asuransi tapi juga ini adalah investasi, ngutip Reilly & Brown

"komitmen untuk mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode
waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu
mengkompensasikan pengorbanan investor berupa : (1) keterikatan aset
pada waktu tertentu (2) tingkat inlasi (3) ketidaktentuan penghasilan
dimasa mendatang"

btw, ada juga unit link yang single premi dan itu amat sangat mirip dengan reksa dana. karena asuransinya palingan hanya berlaku pada dua tahun pertama, apa ya mau dibilang bukan investasi?

Laporan unitlink di koran

sayogo's picture

Betul bro villain, ane juga tidak mengatakan bahwa di koran tidak ada laporan harga harian unitlink. Yang ane katakan adalah di koran tidak ada laporan kinerja (RETURN) unitlink, baik untuk 1 bulan terakhir maupun untuk 1 tahun terakhir. Bagaimana mau dilaporkan kalau setiap bulan jumlah unit penyertaan (UP) nya dipotong untuk biaya. Dari sini saja sudah pasti return reksadana lebih tinggi karena tidak ada pemotongan UP, kecuali kalau diredemp. Belum lagi kalau harga harian unitlink menganut sistem beli dan jual (seperti valuta asing), jadi sudah pasti return unitlink berkurang lagi karena spread nya cukup lumayan.

Dari pengalaman ane selama 3 tahun, return unitlink hanya rata-rata 30%/tahun, sedangkan RD saham rata-rata di atas 60%/tahun.

Sekarang jujur saja anda sudah berinvestasi di reksadana belum sih? Kalau belum ya ane tanpa komentar. Tapi kalau sudah punya dan ternyata return reksadana anda di bawah return unitlink anda, mohon dijelaskan anda mengoleksi reksadana apa? Kalau RD pasar uang dan pendapatan tetap ane juga tanpa komentar, tapi kalau RD saham atau campuran, sebut saja nama reksadananya, karena sudah pasti kinerja MI nya sangat memble.

Jadi sekali lagi saran ane: kalau mau return yang tinggi berinvestasilah di reksadana saham (tentu saja yang kinerjanya baik), tapi kalau mau punya asuransi tapi sekaligus juga ingin return yang lumayan pilihlah unitlink, tapi jangan sekali-kali membandingkan return unitlink dengan reksadana, karena tidak relevan dan sudah pasti kalah jauh (untuk RDS).

Kalau teman-teman mau berinvestasi tapi tidak mau memilih yang returnnya tertinggi (tentunya dengan risiko yang minimal), ya ane tanpa komentar sajalah hehehe...............

Asuransi kok ngarepin return ?

bu6z's picture

Bro.... kok ane agak gimanaaa gitu yaa ngebaca komentar ente yang ini nihhh :
"kalau mau return yang tinggi berinvestasilah di reksadana saham (tentu
saja yang kinerjanya baik), tapi kalau mau punya asuransi tapi
sekaligus juga ingin return yang lumayan pilihlah unitlink"

Ane ngerasa nya aneh aja. Ambil asuransi kok ngarepin return sihh, hehehehe. Kalo menurut opini ane, gini Bro yang cocok "Kalo tujuan ente adalah return (terserah mau tinggi atau rendah atau medium), ambillah Reksadana. Tinggal pilih jenis RD mana yang cocok ama ente. Trus kalo mau proteksi/perlindungan, ambillah asuransi murni dan jangan ambil Unit-Link.

Jadi alasan seseorang untuk ambil asuransi itu adalah untuk proteksi Bro, dan jangan dicampur-campur ama ngarepin return. Kan udah jelas tadi tuhh, kalo ngarepin return yaa masukin ke instrumen investasi dan jangan ke instrumen asuransi.

Setahun lalu ane punya 2 Unit-Link dan sekarang udah ane tutup karena nyadar betapa ruginya (untung gak kelamaan nyadarnya). Sekarang ane ambil asuransi murni dengan proteksi sesuai keinginan, dan ane ambil juga 2 RDS untuk investasi nya.

Return asuransi

sayogo's picture

Bro bu6z, memang selera dan keinginan orang per orang berbeda. Ane punya semuanya, ya RDS, ya unitlink, ya asuransi,ya ORI, tentu saja dengan porsi yang berbeda. Paling besar pasti di ORI dan RDS, kan mau aman dan cari return tinggi. Tapi ane juga ingin coba-coba bagaimana sih sebanarnya unitlink itu. Kenyataannya setelah 3 tahun, returnnya lumayan (kira-kira sama dengan return RDS yang returnnya kelas bawah, bukan kelas tinggi). Jadi sebenarnya tidak relevan membicarakan return di unitlink, apalagi dibandingkan reksadana (saham).

Bagi yang mau ngotot ikut unitlink silahkan saja, tapi jangan mengharapkan return yang tinggi. Kalau mau yang tinggi ya di RDS. Jadi pesan itu bukan untuk anda dan teman-teman yang sudah mengerti investasi, tapi pada orang yang fanatik unitlink, atau yang mau promosi unitlink (maaf bukan curiga lho). Juga tidak ada maksud menyalahkan orang yang berunitlink, kan tujuan orang beda-beda. Jadi ane bukan mengomentari atau menjawab posting anda bro, kan sudah sependapat.

Gitu bro, nggak usah merasa aneh. Wajar-wajar saja kok bro hehehe.........

 

Return Asuransi UnitLink

Hu5n4's picture

He..eh. ane juga setuju, kalo kita harus bedain tujuan berasuransi dengan tujuan berinvestasi misalnya direksadana. Kalo buka asuransi unitlink, ane engga prioritas buat mikirin return sebab tujuannya emang beda sih. Kalo ada dikasih return..ya alhamdulillah....itu pemanis aja deh. Kalo tujuan murni investasi ane beli reksadana saham tuh.

Ane udah hampir 3 tahun ikut Takaful Mizan (berbasis investasi campuran; saham+obligasi) sd sekarang pertumbuhan returnnya cuma 28% tapi gw engga masalahin sebab tujuan awalnya buat cover asuransi jiwa+kecelakaan....kalo terjadi apa2 ama ane....anak bini ane udah dicover dikit biaya sekolah and biaya hidupnya kira2 Rp400 juta dari klaim asuransinya. Emang kadang2 masih ada orang yg kebalik2 antara tujuan awal berasuransi dengan tujuan awal berinvestasi. Gitu aja deh Bro...

sudah bro

villain's picture

sudah bro!

alhamdulillah gw sudah membeli dua RDS syariah dan sekarang lagi nunggu gajian untuk beli RDS syariah ketiga. doain ya biar doanya cepet dibayar

mau nanya

opsol_kajin's picture

dear mr. villain (namanya serem ya pak..)

salam kenal ya pak, boleh nanya?

kalo boleh tahu RD yang syariah itu apa aja? kalo yang dibeli mr. villain itu yang apa dan gimana sih belinya? saya baru banget, mohon pencerahan. terimakasih ya pak.

regards,

-ok-

Mudah-mudahan doanya terkabul

sayogo's picture

Kalau yang anda koleksi RD PNM Ekuitas Syariah ya ane tak bisa komentar, karena sampai saat ini kinerjanya adalah yang terbaik bro.

Kalau anda teruskan ya insya Allah tujuan anda berinvestasi akan terkabul bro hehehe........

mau nanya

opsol_kajin's picture

salam kenal pak sayogo,

saya masih baru nih pak, maksudnya RD yg PNM ekuitas syariah itu apa sih pak? trus belinya gimana dan dimana?

maaf kalo kepanjangan :) terimakasih.

regards,

-ok-

PNM Syariah

mksrekso's picture

PNM Syariah bisa anda dapatkan di PNM langsung (Gedung PNM - d/h Arthaloka) satu atap dengan Bank Muamalat, atau di Bank Syariah Mandiri. Hanya kalau di Syariah Mandiri mintanya minimum Rp 5 juta. Gitu Bro.

PNM Syariah (2)

maserik's picture

PNM syariah jg bisa dibeli di commonwealth...pembelian awal minimum 500 ribu...biaya pembelian 1.5%.

cuma share info ajah..ga ngiklan lho..hehe

PNM Syariah

mksrekso's picture

Itu benar bahwa CB juga memasarkan produk-produk RD unggulan termasuk Fortis punya RD Infrastruktur Plus. Hanya saya agak heran membaca di salah posting portal ini, kalau minimum balance di CB Rp.50juta,- Kalau di CS lebih kecil. Benar nggak yah?

Beli RD @CB

maserik's picture

Share info ajah buat temen2 smuanya, terutama buat investor pemula dan modal secukupnya kaya saya..hehe

di commonwealth emg byk jual RD, dan pelayanannya jg enak, ga pake biaya apa2 pas buka rekening investasi disana (materai jg gratis).

Buka rkening 500rb, stelah itu dana yg 500rb itu bisa lgsung dibeliin RD so account kita rp 0,- (account balance rp 0,-). Kalo saya, accout cuma diisi klo mo beli RD, trus di nol-in lg. Kan dsna ga peke biaya administrasi bulanan sama sekali..cuma numpang buat beli RD ajah..

dan tiap bulan dikirimin via pos perkembangan RD yg kita beli disana..lumayan dpt update nilai investasi kita tiap bulan..

maaf kalo ada yg tdk berkenan...skali lg cuma share info ajah..^^

CBA....Mantaap

mksrekso's picture

Siang tadi saya nyoba ke cabang CB yang baru di Jalan Wahid Hasyim 172. Aduh mak, saya jadi malu sendiri karena diperlakukan keyak orang VIP. Dari tempat parkir diantar Satpam sampai depan CSnya. Aku buka account CommSave dengan Rp 2,5 juta. Tabungan minimal dibuka dengan Rp500ribu. Ditawari ATM yang katanya free charge. Rekening juga free charge.

Untuk membeli RD tinggal milih produk yang dimaui dan ngisi form pembelian. Uang langsung didebet dari rekening kita. CSnya bilang "Nggak apa-apa pak uang disisakan sampai 50 ribu." Tapi untuk etisnya, saya sisain sebanyak Rp....50ribu. He..he...

BC adalah Bank tanpa buku tabungan. Jurnal akan dikirim tiap bulan ke rumah kita.

Gitu ceritanya..

 

RD @CB

Anonymous's picture

Di commenwealth, bdasarkan penglaman pribadi, ckup byk RD yg dijual. Dan yg lbh enak adlah saldo kita bisa rp 0,- (no rupiah).

pas kita buka rekening emg rp 500rb..tp stelah itu 500rb trsebut lgsung bsa dibeliin RD, so account kita Rp 0,-. Slain itu pas beli RD kan pake materai dan materainya jg gratis...

So klo saya account cuma diisi klo mo pas beli RD, setelah beli di 0 (nol-in) lg...krna disana ga pake biaya buat account investasi..slain itu tiap bulan ada laporan perkembangan Investasi RD yg kita buka disana (dkirim via pos)...

skali lg ga ngiklan..cuma share ajah..^^
maaf bila ada yg tidak berkenan...

Minta Saran UL?

itaakbar's picture

Salam kenal,

Saya anggota baru nih yang juga baru sebulan punya polis UL.  Ya itu bujuk rayuan temen yg jd agen.  Awalnya saya  mo minta info soal RD karena memang dia udah tahu asam garam soal saham (kata dia). 

Saya ikut yang bayar preminya 2X, yaitu thn pertama 11 jt n thn ke2 11jt. Tapi yang harus disetor 51 jt thn pertama dan nanti thn ke2 51 jt lg.  Untuk tahun 1 ini yg buat invest 38 jt, biaya awal 2jt.

Manfaat yang didapat uang pertanggungan 300 jt kalo mati, Kalo sakit krisis 200jt n biaya rawat inap 500rb perhari. Lainnnya dari pengembangan investasinya.

Saya memang telat ketemu dgn portalreksadana ini. Mohon saran bagaimana dgn UL saya ini?  Tahun depan saya harus setor lagi 51jt, padahal setelah baca portal ini saya keberatan, mo beli RD aja.  Terima kasih

 

ita

sumbang saran UL buat mba ita

rdlshell's picture

Halo mba ita, salam kenal nih

Untuk kasus mba ita, baiknya kalo memang investasi mau dipisahkan, yang 38 jt ditarik  aja & dipindah ke reksadana. Tahun depan pembayaran premi hanya membayar premi saja tanpa investasi yaitu 11 juta.

Untuk premi UL nya bisa tetap dilanjutkan, tapi minta Uang pertanggungannya di maksimalkan untuk UP wafat dan UP penyakit kritis, sayang mba gk info usianya. kalo usia 35an dengan premi 11 juta bisa dapat UP > 500 juta juga penyakit kritisnya, Kita wanita perlu punya proteksi untuk penyakit kritis yang cukup besar. sehingga premi yang dibayar menjadi bermanfaat.UP bisa minta segera dinaikan. Sehingga yang mba ita beli UL berfungsi seperti asuransi murni. Beli proteksi tidak pakai investasi segala.

Rawat inap RS perlu di evaluasi lagi, kalo sudah dapat penggantian dari kantor, gk perlu lagi, karena itu mejadi biaya.

coba deh hubungi lagi agennya.

Semoga bisa menjadi solusi

 

Rina DL

Peserta CFP batch 3

saranku...

Anonymous's picture

mba ita, untuk return tinggi memang reksadana yang lebih baik, namun yang mba ita lakukan sudah baik juga, dimana mba ita sudah berusaha untuk mengalokasikan sejumlah dana secara regular di jalur investasi / unitlink. ingat mba sebanyak apapun harta yang mba ita punya atas hasil return RD tidak akan menjamin mba ita bahagia selamanya. ada resiko kehidupan yang perlu diperhatikan. mba ita seharusnya bangga, di mana mba ita sudah berinvestasi ada asuransinya juga untuk proteksi, sedangkan orang lain tidak punya. sekali lagi jangan dengar informasi dari satu arah saja. untuk jangka panjang pasti hasilnya juga bagus namun tidak setinggi RD.thx

Ga bisa kasih saran

laraslia's picture

Sorry nih gak bisa kasih saran banyak.
Sayang sayang ya uangnya dah ilang 13 juta, berarti kalau seumpama cairin unitlink, uang mbak Ita yang tersisa tinggal 38 juta plus pengembangan selama setahun. Sayang banget memang kalau sampai dicairin.

Tetapi coba pertimbangkan lagi uang yang akan hilang 11 juta tahun depan. Jadi total uang hilang mbak 24 jt, weleh weleh..lebih bikin perut mules lagi tuh Mbak. (eh tapi karena mbak ita baru ikut sebulan, mending manfaatkan dulu fasilitas asuransi yang dah kadung kebayar mbak, ntar kalau waktu bayar iuran th kedua baru batalin polis)

Untuk menghibur diri, anggap saja kemarin ini beli reksadana pas harga lagi mahal, hehehe...(pengalaman pribadi...). Untuk coverage kesehatan, ikut saja asuransi murni.

Salam,

Lia

UL: cairin atau terusin minta saran

Mimma Rukmi Sutisna's picture

Halo,

saya jg lagi mikir2nih, sejak juni 2002 saya ikutan UL preminya 500 rb/bulan. nilai UL saya smp hari ini (28 agustus sekitar 30jt 600rb-an. enaknya dicairin atau ngga ya ? mending rugi sekarang 7 jt demi nambahin UP RD trus beli asuransi jiwanya yg murni aja.

Dulu beli UL krn yg nawarin adik sendiri & saat itu msh bener2 buta investasi. wkt itu senior adikku itu ngiming2 dgn ikut UL sama dengan berinvestasi (investasinya yg ditekankan) & sekaligus mendapatkan manfaat asuransi (kesehatan/jiwa/kecelakaan).

Mohon sumbang saran dr teman2, terimakasih.

Mimma

perbandingan yang ini loh

Anonymous's picture

guys... yang mau dibandingin itu... adalah bagian ini loohh
kalo diperhatikan AXA, Sequis returnnya ialah top 2. Dari yang saya tahu
mereka menitipkan dana pada Schroder(ntuk AXA selain schroder juga
Danareksa).

sedangkan untuk RD Schroder sendiri (diolah dari website schroder tgl 01/01/07 s/d 01/01/08)
Schroder Dana Prestasi 53.39%
Schroder Dana Prestasi Plus 56.03%
Schroder Dana Istimewa 55.89%

pengelolanya sama tapi kenapa kok di unit link lebih besar. gitu toh?
perhitungan nilai tunai untuk beberapa unit link dengan reksa dana sama yaitu jumlah unit dikali dengan NAB per hari tersebut. jadi kalau hari ini unit link anda menyatakan anda punya uang 10jt, untuk mendapatkan bulet 10jt tersebut adalah dengan menutup polis tersebut.
ada juga unit link yang memasang harga buy dan sell. spread dari harga itu menjadi keuntungan atau biaya pengelolaan resiko si MI.

notes. begitu banyak orang bilang unit link itu jelek ato kalah dengan reksadana toh kita tetep ngebahasnya. gw tetep ngebahas karena gw perlu tau tentangnya. the thing is... unit tersebut ada, dan yang beli juga ga melulu orang yang ga ngerti ekonomi ato investasi ato manajemen keuangan canggih. produk ini dirancang oleh orang pinter dan ditinjau oleh orang pinter dan yang syariah bahkan diawasi oleh orang2 yang insya allah pinter dan amanah.
kalo mo dibandingin, return yang jauh lebih tinggi ada pada investasi saham langsung ato forex. para broker saham juga menilai RDS itu ecek ecek. toh kita tetep inves di reksa dana. inves saham bisa dimulai dengan dana 25jt. kayanya disini cukup banyak yg punya reksadana senilai ini kan?

Info pertumbuhan unitlink

Hu5n4's picture

Waduh....kok ngitung pertumbuhan unitlink jadi rame banget nih. Ini ane kasih infonya yg gratis....tapi pertumbuhannya hitung sendiri dari mulai tgl beli. Klik aja disini

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=261&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&id=32&cdate=20-FEB-2008

 

 

 

 

return di UL kemungkinan

priyadi's picture

return di UL kemungkinan belum termasuk biaya pengelolaan investasi. sedangkan return di RD sudah bersih termasuk biaya pengelolaan investasi.

selain itu mungkin juga karena jumlah dana kelolaan di UL jauh lebih sedikit daripada jumlah dana kelolaan RD schroder. jadi probabilitas untuk overperform di UL jauh lebih besar.

Unitlink tidak seranum untung reksadana

sayogo's picture

Maaf bro, kalau menyajikan data yang valid dong. Kalau datanya tidak valid ya dapat menyesatkan.

Untuk mengetahui serba-serbi unitlink ada baiknya kita membaca Kontan Edisi Khusus September 2007: Aman dan makmur berkat unitlink.

Yang menarik dalam Kontan tersebut ada artikel dengan judul: Tidak seranum untung reksadana.

Ane kutipkan beberapa kalimatnya:

"Jangan salah kaprah memilih unitlink untuk berburu untung tinggi. Bagaimanapun unitlink adalah produk asuransi. Buah investasinya takkan seranum investasi murni. Anda harus cermat memilih agar investasi anda berbuah. Ingat, seluruh risiko anda yang pikul.

Kalau banyak orang masuk unitlink lantaran tergoda iming-iming investasi, maaf saja itu keliru. Soalnya dari awal unitlink adalah pengembangan produk asuransi yang berkonsep one stop shopping. Disini sebagian uang premi anda akan diinvestasikan ke dalam reksadana.

Cuma, jangan lantas membandingkan imbal hasil yang anda peroleh dengan reksadana umumnya. Sudah pasti, "Reksadana memberikan keuntungan investasi lebih baik, karena biayanya tidak sebanyak unitlink", kata Aidil Akbar, perencana keuangan.

Jadi, bagi anda yang sudah paham seluk beluk investasi di reksadana, lebih baik langsung saja berinvestasi di reksadana. "Pasar unitlink adalah mereka yang belum paham investasi, juga mereka yang tidak mau repot mengambil proteksi terpisah. Nah, biaya kenyamanan itulah yang anda bayarkan di unitlink", tandasnya."

 

Cukup panjang juga kutipannya, tapi yang penting adalah jangan sekali-kali membandingkan imbal hasil unitlink dengan reksadana (saham), karena pasti RDS yang lebih tinggi. Kalau ada yang bilang bahwa imbal hasil unitlink lebih tinggi dari RDS sebaiknya tidak usah dipercaya, karena selain tidak valid, pasti bohong atau punya maksud tertentu.

Ane juga mempunyai unitlink, tapi tujuan utamanya bukan untuk imbal hasilnya, tapi terutama untuk asuransinya, yang kalau dihitung secara jangka panjang baru menghasilkan imbal hasil yang lumayan dari investasi di reksadananya. Kalau untuk imbal hasil yang tinggi sudah pasti ane mengoleksi RDS yang berkinerja tinggi. Hal ini sudah ane jalani lebih dari tiga tahun, dan ternyata kutipan di atas benar 100%.

Saran ane pada teman-teman: kalau anda ingin imbal hasil tinggi, investasilah di RDS. Bagaimana sebaiknya, posting-posting di portal inilah jawabannya. Tetapi kalau anda ingin tetap mempunyai asuransi untuk proteksi, anda dapat membeli asuransi murni atau unitlink, tergantung keinginan anda, untuk lebih jelasnya mungkin anda harus mencari portal lain yang lebih cocok.

Selamat berinvestasi reksadana atau berunitlink bro, semuanya terserah masing-masing hehehe..........

 

Buah Pear VS (Jambu+apel)

Anonymous's picture

jangan bandingkan RD VS Unit link ga akan ketemu jalan keluarnya..
cuma orang kurang kerjaan aja yang membanding-bandingkan. ya ga apple to apple....
kalo mau beli jambu..ya jambu aja,
kalo mau beli apel malang....ya apel malang aja,
yang mau praktis beli buah Pear.. rasanya ada jambu + apel,
terserah kalian.. hehehe
gitu aja kok repot

Enuff bout Unit Link

imarzaki's picture

Ok Lah silahkan claim bahwa return Unit Link lebih besar dari RD.. (as they said Number's don't lie....). Tapi apakah waktu kita redeem sewaktu2 nilainya akan keluar sebesar yg di claim ?.. kaya pengelaman lilyardas01 dibawah :

"Aku bayar 500ribu tiap bulan, 200 ribu premi, 300 ribu investasi. UP
100 juta, and ges wat, after 4 years, uang investasi yang aku cairin
cuma dapet 13 juta!!! weleh2... kalo kenal reksadana dari dulu, mending
gue tarok di reksadana kali yeee... Gue nabung di celengan aja, dalam 4
tahun, si 300ribu investasi per bulan dah 14 juta ndiri, lebih gede
daripada si XXXX"... kebayang kan yg 1 juta dikemanain ?, padahal katanya returnnya segede RD. Kalo RD kan jelas redeem fee 1% ya udah 99% yg didapat, nah ini itung2an nya gak pernah jelas.

Udah berlarut pembahasan tentang Unit Link VS Asuransi Term Life+Reksadana ini & seperti biasa para agen UL tetep keukeuh promosi produknya lebih baik, karena salary mereka melekat di produk yg mereka jual. Dan parahnya lagi ada yg ngotot jualan UL....kalo itu sih salah sendiri kenapa produk termlife nya di terminate ato kalo mo ikut harus punya yg UL dulu.

Sah2 aja sih dengan itung2an tiap penyelenggara UL. Buat yg MASIH tertarik dengan perdebatannya bisa ke http://priyadi.net/archives/category/finance/. Sampe Mabok dah baca agen XXXX yg ngotot nyerang yg punya Blog karena yg punya Blog mengkritisi "pembodohan finansial" yg dilakukan selama ini.

Sebenernya fed up juga sih denger agen UL yg ngotot produknya lebih baik & memandang Reksadana sebagai saingan yg menggerogoti pangsa pasar mereka.

Tapi ya itu Mas/Mbak sudah ada banyak orang yg cukup waras memilih prduk investasi & asuransinya. Jadi cukup deh, toh di thread ini terbukti banyak yg udah lebih paham Termlife + RD lebih baik & menguntungkan dari UL.

Kenapa sih gak bikin website sendiri yg membahas tentang berbagai "keunggulan" UL dibanding asuransi+investasi lain ?. Janji deh kami2 yg waras gak akan ganggu website kalian.

kok marah toh mas? artikel

villain's picture

kok marah toh mas? artikel disini kan dibuat sebagai bahan diskusi. gw pun memberikan masukan dan pertimbangan dan ga ada tuh serang menyerang. semua juga disclaimernya adalah berupa tinjauan pribadi dan bukan merupakan jaminan bahwa hasilnya seperti tinjauan itu.

kalo dah fed up.. ya jangan dibuka artikel2 yang ada tag unit linknya.

santai saja

Anonymous's picture

Sebenernya kita gak perlu berdebat dengan penggemar unit link, karena itu memang pilihan mereka sendiri, kalau mereka memang bersedia bayar premi asuransi lebih besar dari normalnya, kenapa tidak ? dan berinvestasi sekedar mengisi waktu senggang ketimbang duit ditaruh dibawah bantal ? silahkan saja, mungkin mereka menginginkan kenyamanan.

Tujuan kita disini adalah belajar tentang variasi investasi khususnya RD, dan sebisa mungkin kita bisa membedah mereka se fair mungkin dengan berbagi pengalaman dan informasi yang kita pernah dapat. Dan yang baca portal ini juga bukan anak SD yang gak bisa menganalisa dan mengambil keputusan yang terbaik buat mereka.

Jadi kalau ada agen UL mau promosi produk disini, menurut saya sih monggo wae biar tambah meriah. Asal, informasi yang mereka berikan benar2 fair dengan memberitahukan resiko, dan fakta sepenuhnya. Toh bila mereka memberitakan fakta setengah2 kita bisa bantu counter. Banyak para ahli looo disini, dont worryyy....santai saja. Tinggal teriak saja mereka pasti berbondong2 menjelaskan. Di topik ini mereka gak akan banyak komentar karena baru kelas introduction hehehe...entar kalau dah intermediate baru deh urusannya sama mereka.

Pesan dan kesan hari ini, buat yang akan mulai berinvestasi RD, carilah informasi sebanyak mungkin, jangan malu2 lempar pertanyaan ke forum, karena kita semua disini belajar dan jangan berinvestasi karena ikut ikutan, karena kalau ada rugi dan kecewa kita sendiri yang tanggung akibatnya.

fidia

rd4future's picture

share tentang unit link, saya dulu ikut unit link prudential pada tahun 2003. Waktu itu saya sistemnya yang taro duit sekian, jadi bukan yang setoran per bulan, namanya PAA kalo ga salah. Saya taro 40 juta, saya tebus akhir tahun 2007. Hasil yang saya peroleh 70 juta. Pencairan??? lamaaaa... 10 hari baru cair tapi memang tidak sulit cuma lamanya itu. Alasan saya tebus ya karena saya mulai mengenal reksadana. Seandainya saja saya tau dari 2005.... wah .... oks banget deh pastinya. Yang pasti sih, saya ga mau lagi ikutan unit link. Waktu itu saya pilih unitlink karena dijanjikan returnnya lebih tinggi dari bunga bank bukan karena asuransinya. 

CommBank?

rennyhusin's picture

Dear Ibu LarasLia,

saya ini masih sangat new dlm hal Reksa Dana,dalam tulisan ibu sebelumnya , katanya di CommBank ada RD yg hanya 100rb saja, itu bagaimana yah caranya?? step by step?

Mohon bantuannya ya..

rennyhusinatyahoo [dot] co [dot] id

boleh gak

laraslia's picture

sama mbak, saya juga belum ada 2 bulan tau RD, jadi muhun2 maaf taunya cuma commbank aja, padahal masih banyak si bank lain yang jualan RD kok dan MI RD yang bisa beli langsung. Ayo dong yang lain promo bank lainnya, biar makin banyak pilihannya. Boleh gak sih cantumin dagangan commbank disini ?

Cara beli RD ?

1. Pahami baik2 resiko RD

2.Tetapkan tujuan investasi (utk jangka pendek or jangka panjang)

3. Pelajari kinerja masing2 MI. Perhatikan biaya2 yang timbul (pas beli/subscription, pas tukar produk/switchin, atau pas jual/redeem)

4. Beli RD yang sesuai dengan kita

By Bank :

1. Buka account di bank ybs. sekalian proses online banking-nya

2. Udah deh bilang beli RD, mau over counter, atau online juga bisa.

By Direct purchasing :

1. Contact MI

2. Tsf deh ke account mereka trus mereka akan kirim konfirmasi by mail

(sorry ni kalo salah, saya belum pernah beli langsung, wong uangnya cuma seperak mau macem2, hehehe... ralat ya kalo salah)

Disini nih enak nya beli RD by bank, kita bisa nge-trace posisi uang kita sekarang posisi dimana. Sepertinya kalau langsung MI kita langsung transfer ke rekening orang ya, dan menunggu2 surat konfirmasi dari MI).

CMIIW........

 

 

Bgmn Masuk Fortis??

Cenz's picture

sy pendatang baru juga neh ..mo nanya dunk. beli RD by bank lebih enak kan?kalo gitu tolong y, mungkin ada yang tau di bank mana jual produk RDnya fortis??apakah di fortis ini juga bisa cuman ratusan ribu?hehehe

belanja RD di Commbank

Rubina's picture

Hai mbak Renny,

Ini pengalaman saya sendiri ya...

Kebetulan lagi cuti, saya mampir ke kantor cabang Commbank deket rumah, langsung ketemu personal bankernya dan bilang mo beli reksadana rutin  dari Commbank.

Personal bankernya ramah2 dan pengetahuan soal RD juag lumayan, mereka bisa kasi saran kita baiknya beli apa.

Nah saya kemudian buka rekening tabungan dengan 500ribu ..namanya coba2, lsg aktif internet banking hari itu juga.  Cuma bawa KTP saja. Trus diajarin cara beli reksadannya di internet banking.

Mereka juga kasi list RD yang mereka jual lengkap dengan fee-nya, bisa di lihat juga di website mereka, tapi lebih update yang ada dikantor cabang.

Selama pembelian dibawah jam 12 kita otomatis beli dengan NAV hari itu. Selang 3 - 7 hari konfirmasi tertulis dikirim ke rumah untuk pembelian RD tersebut, sementara kalo cek di netbanking, account investment kita sudah terupdate dengan pembelian RD keesokkannya.

Biasanya Personal Banker akan mengingatkan kita untuk subcription feenya, kalo mepet dengan minimum pembelian harus bener ngitung fee supaya nilai ditransaksi cukup untuk minimum pembelian unit + fee-nya jika ada. Nanati dikasi tau kok caranya, kalo ndak minta diterangin sama mereka....

Bagi saya, ini pilihan yang sangat praktis buat investment dan cepet... untuk mendisiplinkan diri, tinggal transfer dari BCA ke Commbank, lalu transaksi RD. Semua netbanking... he he he....

Oya tidak ada biaya admin, hanya biaya materai tiap bulan 6000. Jadi semua dana bisa dibelikan RD, saldo disisakan 6000 saja.

Untuk kartu ATM dikirim 3 hari kemudian ke rumah.

Soal RD yang 100rb itu, tergantung dari masing2 MI, untuk mudahnya tinggal liat dulu ke website mereka liat dibawah Comminvest - Reksadana Fee and charges

Mudah2an bisa membantu....

Salam

ps. bukan marketingnya Commbank, hanya one of the satisfied customer saja

 

mana yg prospek fortis equitra ato fortis infrastruktur plus

redcross's picture

buat suhu reksadana dan all member

saya udah beli reksadana fortis pesona di commbank dan setau saya cuma di commbank (bnk asing) yg boleh beli under 10jt yg lain2nya matok 10jt spt di b.mandiri di niaga min 50jt...

2.mana sih yg lebih prospek fortis.equitra ato fortis infrastruktur plus???

thanks berat

mau share informasi fortis equitra.

rozanna's picture

Salam kenal semuanya. aku mau share info nih: fortis equitra itu RDC, sementara fortis infrastruktur plus RDS. dua- duanya baru, tapi kalo liat return nya udah pasti FIP yang lebih ok.

Coba di bank permata, tahun lalu mereka ngeluarin paket tabungan plus investasi. namanya Save & Spend. per bulannya cuma 500ribu n diinvestasi in ke Fortis Equitra.

Kalo mau beli sekaligus, Permata jual reksadana nya per 25 juta. Fortis Equitra ada, juga Fortis Infrastruktur Plus. Service mereka cukup ok. Saya bukan marketing, tapi nasabah yang cukup puas. Selain Fortis, banyak reksadana lain juga kok di Galeri Reksadana mereka.

Pajak + zakat investasi

Hu5n4's picture

Wah...tiap hari isi komentar&diskusi para newbie disini tambah oke & ciamik aja nih. Investasi di reksadana manapun, jangan lupa pajak ya...rencananya cuma 0,05% doang kok saat jual...kalo segitu sih kecil kan dibanding return yg 50%...hehehe  (tapi Direktur BEI aja yg belingsatan protes tuh). Jangan lupa zakat juga minimal 5% biar investasinya tambah barokah dan tumbuh subur terus...caileee....

 

keberatan pajak RDS

bhoedhies's picture

untuk RDS saya sih keberatan kalau dikenakan pajak final walaupun hanya 0,05%. Karena sewaktu kita menjual saham kita telah dikenakan pajak penjualan sebesar 0.1%. Permasalahannya bukan dibesaran nilai pajaknya tapi ini berarti pajak berganda. Btw kalau nanti diterapkan juga apakah switching akan kena pajak juga kah?

Pajak RD?

Janitor's picture

Bro Hu5n4, maksudnya pajak untuk RDS? Kalau RDPT memang sudah kena pajak kan (5 tahun) ? Kalau RDS kena pajak, kira-kira bagaimana penerapannya? Apakah diperlukan update prospektus, berhubung pada saat release pertama kali tidak kena pajak pada saat redempt?

Serem juga tuch ada pajaknya....

Thx

Reply - belanja RD di Commbank

alreza's picture

Hari rabu kemaren gw iseng iseng jalan ke COmmbank di PI Jakarta.. Tanya tanya tentang RD di bank ini.. Personal Bankernya sih ramah tapi dia bilang kalo mau saving Plus Inves di commbank kudu nyetor dana MINIMUM 25 Jt dulu baru bisa ikutan RD plus saving...Gw jadi bingung padahal baca di forum forum tetangga sebelah yang bahas RD juga katanya cuma perlu 2.5 jt doank..gue balikin begitu dia bilang sih itu program thn kemarin (tapi jawabnya rada rada bingung gituhh)... Ya udah dehh karena duit di kantong cuma 5jt doank balik badan,and gue liat di brosur cominvest yang di kasih sama personal bankernya gue coba telpom Call Centernya.. ehh kata call centernya cuma butuh 500rb doank buat saving plus bisa beli RD...

GImana tuch yahh kok satu bank tapi beda beda prosedurnya...Apa kali di cabang PI Jakarta khusus buat orang orang beduit yahh?? Kudu nya mahh satu bank sama donk managementnya..Mudah mudahan ada orang marketing/ officer combank nehhh buat klarifikasi???

To: Mas/Mba Rubina .. Numpang nannya sampean buka di Commbank cabang mana yahh?? Thanks in advance ya

 

 

 

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.