Beli Reksadana secara Online

autogebet's picture

Mengingat banyaknya pertanyaan dari member (tidak hanya yang berdomisili di luar negeri) tentang "bagaimana cara beli reksadana secara online?", maka saya buatkan ringkasannya di artikel ini. Yang dimaksud "online" adalah melalui internet ya, bukan melalui ATM. Artikel ini pertama kali ditulis pada tahun 2010, dan pada saat itu agen penjual yang dapat melayani pembelian reksadana secara online hanya Bank Commonwealth. Namun sejak tahun 2014 ada pilihan agen penjual lain yang mengusung konsep "supermarket reksadana", yaitu IPOT Fund. Artikel ini memberikan gambaran seperti apa cara membeli reksadana di Bank Commonwealth dan IPOT Fund, serta seperti apa perbedaan diantara keduanya. Semoga dapat membantu member dalam memilih supermarket reksadana online.

A. Bank Commonwealth (CommBank)
[Artikel dibuat pada 4 Feb 2010]

Cukup membuka rekening di Bank Commonwealth, maka otomatis mendapatkan fasilitas internet banking. Setoran pertama saat pembukaan rekening cukup Rp. 500rb. Semua dana dalam rekening ini boleh dipakai seluruhnya untuk transaksi reksadana (yang penting tersisa sejumlah ketentuan saldo minimal rekening aja). semua transaksi subs/redemp akn didebet dari rekening.

Setoran minimal transaksi reksadana juga bervariasi tergantung dari produk yang dipilih. Selengkapnya produk apa saja yang bisa dibeli, berapa minimum subscription, minimum top up, berapa fee subscription, fee redemption, fee switching dapat dilihat di:
http://www.commbank.co.id/upublic/mod_home/default_content.aspx?code=feecharges

Proses pembukaan rekening memang masih diperlukan untuk datang langsung ke kantor bank. Sesudah membuat rekening (dan menyetor), langsung isi form untuk membuat account produk reksadana. Sesudah ini rekening akan terpotong sesuai dengan nominal initial subscription (boleh juga lebih, terserah kita) plus fee sesuai di tabel.

Untuk transaksi berikutnya, tidak perlu lagi main ke kantor bank, kecuali kalau kangen dengan mbak-mbak CS disana. Informasi yang paling hangat dari Bank Commonwealth Jogja (terakhir saya main kesana akhir Januari 2010): transaksi subscription berikutnya (melalui internet banking) akan diberikan diskon subs fee sebesar 50%. jadi misal subs fee di tabel 1,5%, maka hanya dikenakan 0,75%. monggo diricek.

B. IPOT Fund
[Artikel dibuat pada 4 Jun 2014]

Semenjak launching pada 16 April 2014, IPOT Fund langsung menjadi "trending topic" di PortalReksadana. Banyak member berbagi pengalaman dan kelebihan dari IPOT Fund, produk supermarket reksadana online dari Indo Premier Securities. Utamanya, ada dua hal pembeda dibanding CommBank:


  • IPOT Fund sama sekali tidak mengenakan fee subs/beli maupun redeem/jual. Ini bukan periode promosi, memang selamanya bebas fee subs dan redeem.
  • Minimal setoran awal (initial subscription) hanya Rp 100rb, sementara di CommBank masih Rp 500rb. Alhasil untuk mulai investasi menjadi sangat terjangkau.

Pilihan produk reksadana sangat banyak sekali. Saat ini (2 Agustus 2014) ada 70 produk reksadana dari 16 Manager Investasi, yaitu:


  • PT Bahana TCW Investment Management
  • PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
  • PT BNP Paribas Investment Partners
  • PT First State Investments Indonesia
  • PT Indo Premier Investment Management
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT RHB OSK Asset Management
  • PT Sinarmas Asset Management
  • PT Syailendra Capital
  • PT Trimegah Asset Management
  • PT CIMB Principal Asset Management
  • PT Pratama Capital Assets Management
  • PT Maybank GMT Aset Manajemen
  • PT AAA Assets Management
  • PT MNC Asset Management
  • PT Avrist Asset Management

Daftar Manager Investasi yang lebih lengkap dan terkini (selalu diperbaharui) ada di artikel IPOT FUND, Supermarket ReksaDana Online.

Rencananya akan bergabung lebih banyak lagi Manager Investasi sehingga pilihan produk akan mencapai 100-an. Teknisnya kita cukup punya 1 account untuk semua reksadana, kita juga akan punya rekening efek atas nama kita sendiri (resmi terdaftar di KSEI). Dana untuk pembelian reksadana ditransfer ke rekening efek itu, terintegrasi ke aplikasi IPOT Fund, langsung bisa untuk belanja reksadana online. Kelebihan lainnya, belanja produk reksadana manapun tidak perlu mengisi formulir plus tanda tangan basah, semua dilakukan online, praktis sekali.

Cara pembukaan rekening IPOT Fund juga sederhana. Cukup dari website IPOT Fund klik "Open an Account" kemudian pilih "Saya adalah customer baru". Isian berikutnya agak panjang, tapi online dan mudah kok. IPOT Fund kemudian akan mengirimkan formulir PDF yang sudah terisi lengkap, tinggal ditandatangani diatas materai. Kelengkapan dokumen lain yg dibutuhkan hanya fotokopi/scan KTP, NPWP dan halaman pertama buku tabungan. Jika domisili di Jakarta, dokumen ini bisa dijemput oleh IPOT Fund. Jika tinggal di luar Jakarta, tetap harus dikirim via pos. Sekitar 3 hari account langsung aktif bisa untuk belanja online.

Saat saya open account datang langsung ke IPOT Fund di kantornya, saya mendapat tabel lengkap berisi perbandingan fee subs/redeem antara IPOT Fund dengan CommBank, Citibank, HSBC dan Bank Mandiri. Seluruh produk reksadana fee subs nya FREE, termasuk produk reksadana saham. Hanya sedikit produk saja yg mengenakan fee redeem (sesuai ketentuan dari MI nya). Padahal kalau di CommBank yang fee subs/redeem nya FREE hanya produk reksadana pasar uang.

Silakan klik disini untuk download file tabel perbandingan fee subs/redeem produk IPOT Fund (format DOCX, ukuran 27 KB).

Beberapa artikel lain yang relevan terkait ini adalah:

Sementara ini dulu, monggo barangkali rekan ada informasi terbaru lainnya, nanti saya update ke artikel ini.

Tetap Semangat!™

Comments

RTGS CommBank tidak lagi free per 1 Okt 2011

autogebet's picture

buat teman2 penggemar CommBank, per 1 Okt 2011 besok utk transfer RTGS via internet banking tidak lagi gratis, sudah kena biaya Rp. 15.000 :)

syukurlah utk tarik tunai ATM tetap free, dan tetep dapet disc subs fee 50% jg..

ini dia pengumuman resminya.

Saya udah hampir memutuskan

purnoma's picture

Saya udah hampir memutuskan memulai membeli reksadana di HSBC karena bisa melakukan transaksi secara online. Maklum, saya tidak punya banyak waktu untuk ke bank. Namun setelah membaca kejadian bro teguh.purnama, jadi mikir2 lagi. Menurut teman2 semua disini, bank mana yang paling disarankan untuk melakukan transaksi reksadana secara online melalui internet banking?

CW atau DIM

Elisabeth's picture

Kalau mau internet banking yg paling praktis sy kira commonwealth bank, selain itu danareksa online jg boleh diperhitungkan

Redeem reksadana harus datang ke cabang pembuka rekening

irone78's picture

Info tambahan aja bro n sis.
Untuk redeem reksadana melalui Commbank ini sangat ribet, karena harus datang ke cabang pembuka rekening.

Commbank tidak melayani pengiriman atau fax form redemption, kecuali nasabah menyimpan dana di atas 250jt.

Salam

commbank tidak seragam

autogebet's picture

sepertinya layanan commbank tidak terlalu seragam di tiap cabang/kota. utk commbank Jogja, teknis redeem dapat dilakukan via telepon, asal sudah ada form redeem yg sblmnya ditandatangani (dan disimpan oleh CS di commbank). nominal yg diinvestasikan pun tidak sampai puluhan juta.

saya tahu persis, krn sy membantu kawan yg kbtln bekerja dan domisili di Timika Papua, sy kirimkan form redeem via pos ke Papua, kmdn form yg sdh di-ttd sy kembalikan ke commbank. form sdh diisi semua, termasuk tujuan rekening pencairan, kecuali nominal unit yg akn di-redeem. Sisanya, kawan sy yg kontak2an lgsng ke commbank. so far tdk ada problem, dan kawan sy pun tetap bs pantau posisi investasi terkini via online.

beli reksadana di commonwelth

maria90's picture

Boleh tanya pak...bank commonwelth yang jual reksadana di jogja dmna ya? Lalu klo blm pnya npwp bisa beli RD tdk ?
thanks in advance

Commonwealt Yogya

dejong's picture

Bantu jawab ;
Bank Comm. Yogya di jln Cik di Tiro. Bundaran UGM ke selatan, barat jalan.
Tanpa NPWP kayaknya tidak bisa sist.
thanks..

betul NPWP adalah mandatory

jolyonwak's picture

betul NPWP adalah mandatory jika ingin memiliki produk Reksadana..kalau belum punya gampang tinggal bikin di kantor pajak terdekat..

Ok2..thanks masukannya..sgt

maria90's picture

Ok2..thanks masukannya..sgt membantu

Beli Reksa Dana online

luddietsach's picture

Melihat tulisan di artikel diatas sangat menarik, jadi saya coba browsing beli reksadana online dan ternyata HSBC juga jual Reksadana secara online. Tapi saya tidak bisa mengetahui lebih lanjut karena bukan nasabah.Boleh di ulas juga ngga bagaimana kalau kita mau beli melalui HSBC?

Report, Bukti pembelian Reksadana via ibank commonwealth ?

sindarku's picture

Halo,

Pertama sekali saya ucapkan terima kasih atas terbitnya artikel ini :).
Sangat bermanfaat bagi saya yang pemula serta tertarik invest reksadana kecil2 an.

Baru buka rek bank commonwealth Yogya. 1 hari kemudian beli reksadana saham (syariah) via internet banking, 2 hari kemudian saya cek via internet banking kalau transaksi sukses, bukti pembelian ada di dalam.

Selain bukti pembelian dalam bentuk digital di internet banking, apakah ada bukti lain berupa dokumen (kertas) ? jika ada haruskah saya mengambilnya ke bank ? atau akan dikirim ke rumah ?

terima kasih sebelumnya

Report, Bukti pembelian Reksadana via ibank commonwealth ?

udihermawan's picture

kesimpulan saya ( dr yang saya alami ) beda MI beda perlakuan. yg paling cepet schroder...yg lainnya ada yg krm n ada yg gak krm..tp sya gak kuatir krn di bank cw saya kirim report jg..

ada yang di kirim ke rumah

sebastian88's picture

ada yang di kirim ke rumah kog...
sekitar 7-10 hari sesudah masa pembelian, ada surat dari sekuritas tempat kita beli RD...(kalo beli schroder, tar schroder yang kirim), menunjukkan jumlah unit yang kita punya/dapet....
kemudian setiap awal bulan tanggal 5-10 an ada surat dari commbank mengenai investasi saat ini....
CMIIW

regard,
sebastian88

ada yang dikirim ke rumah

Haryono's picture

sama yang saya alami, ada surat dari sekuritas dan surat dari commonbank.

tetapi sedikit beda,
saya membeli lewat commonbank

waktu itu saya beli dari sekuritas schroder dan surat dari schroeder sudah saya terima, dan tiap akhir bulan ada laporannya juga

waktu saya beli dari manulife tgl 13 Maret 2012, surat konfirmasi pembelian dari manulife belum pernah saya terima apalagi laporan bulanan dari amnulife nya.

Pertanyaannya apakah masing2 sekuritas mempunyai ketentuan2 yang berbeda?

O gitu ya, 7-10 hari nunggu surat cinta nya datang :)

sindarku's picture

thank's bastian88 atas penjelasannya
nunggu 7-10 hari surat cinta nya datang ke rumah :)

itu sih yang gw alami...gk

sebastian88's picture

itu sih yang gw alami...gk tau senior" lain gimana...
soalnya gw jg masih belajar soal reksadana...:D

sayang ...

Passion4U's picture

sayangnya mobile banking commonwealth belon ada yang buat android ya ... baru sampe versi blackberry dan iphone ... hehehe

Reksa dana online

angelangel's picture

Halo rekan-rekan sekalian..
perkenalkan saya angel, karyawan sekaligus ibu rumah tangga.
Akhir-akhir ini, saya mendengar mengenai adanya layanan penjuaoan dan pembelian reksa dana melalui online.
Menurut rekan-rekan, apakah layanan ini cukup aman?
karena sejujurnya saya memerlukan layanan ini untuk bertransaksi.
Atas saran da pendapatnya, saya ucapkan terima kasih.

Reksa dana online

PutriRatna's picture

Halo angel..kalo saya bilang layanan online itu aman kok..
kaya yang ada di danareksa.
saya sudah buat dan hal itu mempermudah saya dalam bertransaksi.
saya malah mengharapkan layanan ini semakin deikembangkan khususnya oleh banyak MI.
kalo menurut rekan-rekan yang lain bagaimana?

RE: Reksa dana online

Lius_zanetti's picture

Iya aman kok, saya juga sudah menggunakan Reksadana Online.. lebih praktis, ga perlu susah2 ke bank, tinggal instruksi jual/beli dimana saja... konfirmasinya langsung dikirim by email.. :)

RE: Reksa dana online

sbastian's picture

Saya sebelumnya selalu belanja reksadana via internet banking-nya commonwealth...sangat mudah.

Mobile Banking CommBank Rilis

medibdg's picture

Sekedar berbagi informasi saja, Mobile Banking Commonwealth sudah rilis ya. Tampaknya semakin mudah saja bertransaki reksadana, jadi tambah semangat nih.... Saya sendiri belum mencobanya, mungkin yang lain yang sudah mencoba ingin menambahkan? :)

Ohya, salam kenal semuanya, saya medi dari bandung, tapi sekarang tinggal di serpong tangerang. Sudah beberapa bulan ini mengamati reksadana dan dalam waktu dekat ingin mencoba lebih intense dan aktif terjun. Mohon bantuan dan bimbingan dari bro n sis semuanya, krn masih ada keraguan untuk benar2 terjun nih... Saya benar2 baru belajar dan buta ilmunya, masih bingung apa yg harus pertama saya pelajari, namun portal ini benar2 membantu dan membuka wawasan saya. Terimakasih untuk portalreksadana dan semua yang terlibat didalamnya.

Ohya, saya jadi terpancing ingin bertanya setelah membaca pesan bro sbastian, "sebelumnya selalu belanja"...berarti sekarang dah menemukan yang lebih nyaman ya? boleh berbagi infonya kalo berkenan? hehehehe...

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di posting pertama saya ini. Terimakasih.

Salam,
Medi

Re: Mobile Banking CommBank Rilis

sbastian's picture

haha iya bro...
RDS favorit ane sayang sekali tidak dijual di bank, jadi hanya bisa beli langsung ke sekuritasnya.

Mobile banking ttp ane pake buat transfer RTGS ke bank costudiannya. Soalnya free....

Ohhh....gitu ya, makasih

medibdg's picture

Ohhh....gitu ya, makasih sudah dijawab bro sbastian.

Btw, jadi bener ya, via commbank kita jadi bisa transfer RTGS ke kustodian mana aja tanpa kena biaya dan langsung seketika itu juga sampai? soalnya saya juga lagi pertimbangin buka akun di bank ini meski RDS sudah saya buka duluan via sekuritas langsung. Tapi mengingat kepraktisannya dan hampir semuanya free, jad tertarik. hanya saja keraguan muncul krn belum paham benar seberapa reliable-nya bank ini...hehehe

Mungkin ada komentar dari bro/sis? Trims :)

CommBank Mobile is Great!

autogebet's picture

berkat info dari bro medibdg, saya jadi tahu kalau commbank sudah punya layanan mobile. Langsung saya download dan excellent! semua fitur di internet banking ada di versi mobile ini.

testimoni saya pribadi, commbank sangat reliable. untuk redeem reksadana praktis sekali. saya malah menjadikan commbank ini sebagai sentral transaksi saya krn praktis utk investasi reksadana (subs fee diskon 50%) dan transfer kemanapun via RTGS bebas biaya. informasi transaksi investasi kita jg dikirimkan rutin melalui pos, plus dapet juga statement dari MI nya.

commbank tidak punya payment services, untuk pembayaran tagihan saya tetap pakai BCA. sayangnya juga bbrp produk yg saya incer tidak dijual di commbank :p

mnrt sy, jgn lewatkan kesempatan utk merasakan kecanggihan dan kepraktisan teknologi commbank :)

Terimakasih banyak bro Autogebet!

medibdg's picture

Terimakasih banyak untuk testimoninya bro autogebet :) sungguh senang sekali bisa mendapat feedback langsung dari Anda dan tentunya sangat membantu saya dalam mengambil keputusan ini

Salam sukses untuk semuanya, dan semoga bro n sis tidak bosan jika saya banyak bertanya ke depannya ya, hehehehe...

ga support android

yns's picture

ternyata msh terbatas untuk hp bb dan iphone.

harus hati2 juga..

autogebet's picture

pakai aplikasi bb commbank jg hrs ekstra hati2, terutama kalau sinyal pas tidak bagus. saya kemarin transaksi transfer RTGS, dapat pesan gagal (krn koneksi buruk), saya ulangi lagi, masih status gagal, pas saya cek via inet banking online ternyata kedua transaksi berhasil.

hoho, always hati2 aja yah.. cek dan ricek tiap transaksi..

*live from Madura

Re:harus hati2 juga..

sbastian's picture

bener, sebaikany sehabis menerima pesan error kita check lagi history transaksinya...
trus gimana bro, apakah tramsfer terakhirnya bisa dibatalkan? gmana prosedurnya

@bro gebet ...

Passion4U's picture

transaksi RTGS sich biasanya nominalnya diatas 100 juta ya ...
(betul nggak ... kecuali kalo pengen cepet nyampe ... bisa nominalnya dibawah 100 juta tapi biayanya aja yang gede)
2 x transaksi RTGS berarti 200 juta duit ke debet nggak berasa ...
wah luar biasa bro gebet ... hehehe ...

apa kabar bro ... lagi ngapain ke madura ? kapan kopi darat lagi
kopi darat sekali lagi pengen ketemu sama sis mel ach ...

passion4u

Re:@bro gebet ...

sbastian's picture

ane kl gak salah bulan lalu trasnfer 400ribu dari inet commbank berhasil tuh...gak kena charge

PPN 10% pembelian reksadana??

teguh.purnama's picture

Salam kenal pak, nama saya sesuai dengan nick name, domisilinya di Bandung.
:)
Saya mau tanya tentang pajak PPN yang dibebankan ke seluruh transaksi reksadana. Biasanya, saya beli di Bank Mandiri, biaya yang dikenakan cuma biaya pembelian aja (sekitar 0.5-2 %), nah seminggu yang lalu saya beli di HSBC secara online, udah dikenakan pajak 10%. Sebelumnya memang ada email pemberitahuan pengenaan pajak pada seluruh transaksi reksadana (baik pembelian, penjualan, maupun switching). Namun, apakah benar semua transaksi (baik jual, beli, maupun switch) dikenakan PPN 10%? kalau begitu, total pajak buat jual beli doang udah 20% dong. Belum tentu return setaun kalo sebesar itu mah. Apalagi kalo cuma beli RD pasar uang. Trus, kalau memang begitu, udah gak menarik lagi dong investasi di RD, apalagi kalau bukan RD saham. Mohon penjelasannya dari sang ahli. hehe.

-teguh-

Apa iya benar begitu?

DewAsmara's picture

Maaf Pak,
Rasanya aneh, karena dari bank saya (bank asing juga) tidak ada pemberitahuan apa-apa, terakhir mau ambil RD Terproteksi tidak ada pajak apapun kecuali biaya meterai 6000 rupiah as always.

Kenyataan yang saya alami

teguh.purnama's picture

Kenyataan yang saya alami memang begitu pak. Pembelian dipotong 10% langsung ketika transaksi. Berikut penggalan surat edaran yang masuk ke inbox IB HSBC saya,

"Sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pajak Nomor SE 121 /PJ/2010 tentang Penegasan Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai Atas Kegiatan Usaha Perbankan,
maka terhitung sejak tanggal 20 Desember 2010 untuk semua biaya transaksi pembelian untuk produk-produk Reksa Dana dan Obligasi dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.
Sedangkan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari biaya transaksi pengalihan dan penjualan kembali produk-produk Reksa Dana diterapkan terhitung tanggal 27 Desember 2010.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% tersebut telah termasuk dalam biaya transaksi Reksa Dana yang tertera dalam Internet Banking HSBC. "

Tapi bapak sudah terima laporan pembeliannya? jangan2 pajak langsung dipotong oleh MI tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Atau ini hanya berlaku untuk pembelian secara online saja?

Saya sudah menanyakan perihal pajak ini ke account complaint-nya HSBC, tapi jawabannya tidak kena sasaran.

Dugaan Sayah ...

teguh.purnama's picture

Rekan2, terkait dengan postingan tentang potongan PPN 10% yang lalu, sepertinya memang sudah terjadi salah paham. Walaupun saya belum terika jawaban/tanggapan atas email2 saya yang lalu, tapi masalahnya rada2 clear waktu hari Jumat malem kemaren. Begini duduk ceritanya ...
1. Pada bulan Desember, saya terima surat edaran dari HSBC seperti yang sudah saya posting sebelumnya. Dan saya penalaran saya, pembebanan 10% tersebut dikenakan pada biaya transaksi, bukan dari total transaksi, sehingga saya mau beli RD dari bank ini (kalau memang dipotong 10% dari total transaksi, saya juga gk akan mau. hehe).
2. Pada tanggal 5 Januari, saya membeli RD di bank ini secara OL (hari rabu). Nah, 2 hari setelah saya melakukan pembelian (jumat) secara online, rekening saya sudah dipotong sebesar pembelian, namun tidak muncul di rekening sekuritas saya, padahal kedua rekening saya dapat diakses secara online.Kemudian, saya menanyakan hal tersebut via telefon banking, namun gagal karena tidak memiliki (sebenernya lupa) pin phone bankingnya. Namun, saat itu saya berfikir kalau ada masalah di sistemnya saja, bukan uangnya yang raib, jadi saya berinisiatif menunggu sampai hari seninnya.
3. Hari senin ternyata account sekuritas saya sudah bertambah, namun bukan sejumlah pembelian saya hari jumat. Ada selisih sekitar 10% dari nilai pembelian. Disinilah kesalahpahaman dimulai. Minggu sebelumnya, saya selalu cek rekening sekuritas saya, dan nilai pada rekening tersebut hampir selalu sama Katakanlah saya melakukan pembelian RD 10 juta sebelumnya, dan pada hari sekitar saya melakukan pembelian RD kedua (yang tanggal 5), rekening sekuritas saya lebih sedikit dari 10 juta.Misalkan saya membeli RD kedua (yang tanggal 5) sebesar 8 juta, pada hari senin tercatat rekening sekuritas saya kurang lebih sebesar Rp. 17.200.000, (lost 800rb), persis 10% dari nilai pembelian.
4. Oleh karena itu, saya email bank menanyakan beberapa hal (pada hari senin), yaitu berapa lama proses transaksi RD di bank ini, mengapa ada selisish sebesar kurang lebih 10% dari nilai transaksi (dan apakah dikarenakan pemotongan PPN 10% serta menanyakan kenapa tidak dicantumkan pada lembar transaksi), juga menanyakan perihal benar atau tidaknya pemotongan PPN 10% dari total nilai transaksi, serta meminta salinan bukti transaksi pembelian secepatnya.
5. Besoknya (selasa), email saya langsung ditanggapi. Namun, tidak semua mereka tanggapi, dan jawaban mereka cenderung megnarahkan pada kesalahpahaman. Jawaban dari mereka hanya menerangkan kalau transaksi RD membutuhkan 3 hari kerja dan update di sistem IB mereka mengacu pada nilai T-2 (menjelaskan keterlambatan informasi rekening sekuritas saya), kemudian terkait dengan pajak, mereka hanya menjawab bahwa PPN 10% sudah termasuk ketika transaksi. Jawaban mereka inilah yang semakin membuat saya salah paham. Padahal saya sudah katakan dengan sangat jelas, apakah selisih nilai itu karena potongan PPN, sehingga saya berasumsi selisih itu memang dikarenakan potongan PPN 10% (yang memang besarnya kurang lebih 10%).
6. Setelah itu, saya mencari informasi (termasuk dari forum ini), dan menanyakan ulang ke bank tersebut serta meminta penjelasan tentang hal ini. Email sudah saya kirim sebanyak 2 kali, dan tidak ditanggapi sampai sekarang. Tadinya saya sudah berniat untuk mengirimkan surat ke media massa, tapi sepertinya masalahnya sudah sedikit clear (tanpa bantuan CS bank).

KESIMPULAN :
Kesalahpahaman bermula karena update sistem yang lambat (T+2 sampai T+3), sehingga informasi yang saya dapatkan mengenai rekening saya sudah basi. Kesalahpahaman dipertajam dengan jawaban dari CS yang saya anggap tidak profesional, padahal saya sudah menanyakan dengan sangat gamblang. Kalau saja waktu itu CS nya bilang selisih tersebut dari LOST total, semuanya sudah jadi clear. Dari sini saya menduga bahwa CS tidak melakukan pengecekan ulang terhadap data nasabahnya, sehingga saya sebut tidak profesional. Bukti ketidak profesionalan mereka ditambah dengan belum ditanggapinya email complaint saya sampai sekarang. Mungkin karena takut saya bilang tidak profesional kalau tidak memberikan jawaban yang tidak memuaskan seperti sebelumnya.
Ketidak profesionalan mereka ini akhirnya menyita pikiran saya selama seminggu terakhir. Kalau saja CS bank ini lebih profesional dengan menjawab baik pertanyaan2 saya (atau setidaknya melakukan panggilan ke nomor HP saya), kesalah pahaman ini tidak perlu berlarut.

Demikian klarifikasi dan penyelesaian yang saya buat sendiri tanpa penjelasan apapun dari pihak bank (sangat mengecewakan).

-- maaf kepanjangan postingnya, :p --

-teguh-

MUNGKIN 10% DARI BIAYA TRANSAKSI BUKAN DARI NILAI TRANSAKSI

hary_widesea's picture

MUNGKIN 10% ITU DARI BIAYA TRANSAKSI,BUKAN DARI NILAI TRANSAKSI.
TAPI INI HANYA KIRA KIRA YA...SAYA GA TAU PERSIS.

Tadinya saya juga ngira

teguh.purnama's picture

Tadinya saya juga ngira begitu. Tapi pas transaksi sudah dilakukan, nilainya bener2 dipotong 10%. Dan gak mungkin juga minggu kemarin nilai RD nya turun sampe 10%.

klo dari aturan

valen1701's picture

klo dilihat di lampiran SE tsb, yg dikenakan PPN (berkaitan dg RD)

2. Subscription fees dari transaksi reksadana.
3. Switching fee dari transaksi reksadana.
4. Subscription fee dari obligasi - primary market.
5. Redemption fee.

serta

# Komisi yang diterima untuk pemrosesan transaksi perdagangan nasabah securities dalam negeri. Termasuk transaksi yang terkait dengan jasa penjualan surat berharga (efek, reksadana, obligasi).

jd mnurut sy dikenakan dari fee (10%x fee subs)saja bukan total transaksi (pembelian/top up).karena klo dari nilai transaksi jelas pd nggak mau invest di RD, CMIIW

PAJAK 10% BELI REKSADANA

ma_kara's picture

SAYA PRIHATIN DENGAN APA YG DIALAMI TEMAN KITA INI....
SAYA BERHARAP PARA KONTRIBUTOR ATAU APALAH NAMANYA YANG
LEBIH MENGERTI DENGAN INVESTASI REKSADANA BISA MEMBERI
SOLUSI NYATA..... ATAU ACTION SEPERTI APA SENGAN MASALAH SEPERTI INI
AGAR TEMAN2 KITA YANG AKAN BERINVESTASI ATAU YANG BARU BELAJAR BERINVESTASI REKSADANA TIDAK TAKUT ATW RAGU AKAN HAL2 SEPERTI
BAGAIMANA MAU MAJU DUNIA INVESTASI REKSADAN KITA KALAU HAL2 SEPERTI INI TIDAK ADA SOLUSINYA...... BANYAK TEMAN SAYA YG BARU MENCOBA INVESTASI DI REKSADANA KHUSUSNYA SAHAM.... DENGAN PENURUNAN NILAI UP SEKARANG INI SAJA MEREKA BELUM KOMPLIT PEMAHAMANNYA SEHINGGA ADA RASA BIMBANG UNTUK MERUSKANNYA... APALAGI DITAMBAH DENGAN HARUS MISALNYA MEREKA DIKECAWAKAN DENGAN KASUS SEPERTI TEMAN KITA ALAMI....YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI. BERUNTUNG SAYA TIDAK MEMBERI MASUKAN KE TEMAN2 SAYA UNTUK BELI DI HSBC.....

SEMOGA REKAN2 DI PORTAL BISA MEMBERI SOLUSI KEPADA REKAN KITA INI

REGARDS

Soal pajak banyak yg tidak berkompeten

nomaden's picture

Klo kena PPN seperti itu, nasibnya sama seperti pedagang manggadua.

beli Flashdisk = 250.000 Jual Flasdisk = 265.000, untung = 15.000.

kalau isi SPT kena pajak 10% dari omset = 10% x 250.000 = 25.000

pantas saja banyak penggelapan pajak, dan pegawai pajak kaya raya.

Berikut penggalan dari surat

teguh.purnama's picture

Berikut penggalan dari surat edaran yang dimaksud,

====
Kegiatan usaha Bank Umum yang merupakan penyerahan jasa keuangan yang tidak terutang PPN meliputi :
a. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;
b. memberikan kredit;
c. menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya;
d. melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit;
e. menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
f. menerbitkan surat pengakuan utang;
g. menjamin atas risiko sendiri :
1) surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama daripada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud;
2) surat pengakuan utang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud;
3) kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah;
4) Sertifikat Bank Indonesia (SBI);
5) obligasi;
6) surat dagang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun;
7) instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun;
h. melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan UU Perbankan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

===

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di http://www.wartapajak.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=453:surat...
Pada surat itu, jelas2 kalau menjamin dengan resiko sendiri, maka tidak terkena piutang PPN.

Saat ini saya sedang meminta klartifikasi dan penjelasan dari HSBC terkait masalah ini. Tapi, saya pribadi ingin memastikan bahwa rekan-rekan disini tidak dikenai PPN 10% untuk transaksi pembelian RD pada beberapa minggu terakhir ini. Mungkin ada rekan2 yang membeli RD beberapa minggu terakhir, namun tidak dikenai PPN 10%??

saya beli reksadana saham di

bocahedan's picture

saya beli reksadana saham di danareksa, tgl 27 desember & 11 januari kemarin ngga kena tuh yang namanya PPN (subsc fee nya memang nol sih).

kalo berdasarkan penjelasan dari email itu:
"semua biaya transaksi pembelian untuk produk-produk Reksa Dana dan Obligasi dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%."

maka PPN 10% itu dikenakan atas biaya transaksinya, bukan nilai transaksinya.

CMIIW

Saya udah kirim email

teguh.purnama's picture

Saya udah kirim email complaint ke HSBC nya, tapi sampe sekarang belum ada balesan. Padahal udah 3 hari yang lalu saya kirim email. Mungkin karena saya ancem tutup rekening kalo jawabannya tidak memuaskan.
Sampe sekarang saya gk ngerti kenapa mereka motong 10% dari nilai transaksi, dan 10% dari uang yang saya belikan untuk RD tanggal 5 Januari kemarin masih belum kembali. Masa orang2 di HSBC gk ngerti reksadana???

Tidak akan ditanggapi

DewAsmara's picture

Pak Teguh, setahu saya sih untuk urusan-urusan begitu tidak akan ditanggapi secara serius oleh pihak manajemen bank, kecuali di blow up di media massa. Saya sering tuh mesti capek ribut dengan bagian operasional salah satu bank asing terbesar untuk urusan kecil (kesalahan administrasi). Saran saya sih mendingan redeem saja semuanya, pindah bank ke Mandiri atau Commonwealth. Soalnya dulu saja thn 2002 HSBC tidak lolos kriteria saya untuk menjadi bank pilihan saya. Ada banyak bank asing yang sebenarnya tidak bermutu, mungkin lebih bagus pakai bank lokal atau swasta campuran.

Terima kasih sarannya

teguh.purnama's picture

Terima kasih sarannya pak.
Emang rencananya saya juga mau redeem semua.
Masalahnya, kalo saya redeem semua, ntar saya kena lagi PPN 10%. Kerugian yang harus saya tanggung karena kebodohan mereka.
Mulanya, saya mau buka account di HSBC karena produk RD yang mereka jual lebih banyak dari pada bank Mandiri yang biasanya. Kebetulan, ada RD yang menarik dan pengen saya beli, tapi Bank Mandiri tidak jual. Trus, klo di bank Mandiri, saya masih harus pergi ke Bank buat beli RD, kalo di HSBC udah bisa beli secara inline.
Tapi, kalo begini sih mendingan gak usah aja. Mending di Bank Mandiri sekalian.

Setuju!

ADRI's picture

Setuju!

complaint HSBC

oomjack's picture

Kalau seminggu belum direspon, tulis di media saja mas... Koran atau detik.com
Pasti responnya cepat...

Kalau tidak direspon juga, kelewatan tuh HSBC...

Masih ikut trauma kasus prita

teguh.purnama's picture

Masih ikut trauma kasus prita om.
ntar malah dituntut pencemaran nama baek tuh.
hehe.

lewat media cetak aja, jangan media online

a6un6's picture

lewat media cetak aja mas, kalo kasus prita kan karena lewat dunia maya.
tapi ntar kalo lewat surat pembaca di media cetak, takutnya jadi kaya Devina VS Gayus :D ... bingung kan ? ha ha ha

Surat pembaca

cak andira's picture

Barangkali bisa dicontoh. Beberapa tahun lalu, saya pernah bikin surat pembaca tentang salah satu bank plat merah yang pelayanannya mengecewakan. Tapi karena nggak ada respon. Surat pembaca itu saya faximile ke kantor pusat mereka. Langsung deh, urusanku jadi beres.

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.