HOT MONEY, Betapa Kami Rindu tapi Dendam Padamu

Passion4U's picture

Artikel ini sebenarnya merupakan hasil pembicaraan beberapa member PortalReksadana yang sepertinya sayang kalo tidak dibagi ke khalayak umum. Kali ini Passion4U mau mendongeng tentang kisah sekumpulan dana yang biasa diberi gelar “Hot Money”

Seperti yang kita ketahui, sebelum krisis subprime mortgage melanda dunia, pergerakan bursa kita banyak dipengaruhi oleh Hot Money, sejarah mencatat pergerakan bursa kita dahulu dipengaruhi 70% dari pergerakan Hot Money ini (para pemain saham di Indonesia menjulukinya sebagai “Bandar”, julukan lebih intelek diberikan oleh William O’ Neil yaitu “Institutional Sponsorship”). Saat badai subprime mortgage datang, hot money ini berebutan keluar dari Indonesia yang mengakibatkan bursa kita didera penjualan habis-habisan yang membuat IHSG kita pingsan dan turun sampai lebih dari 60 %. Saat itu bursa kita seperti kehilangan darahnya karena volume perdagangan yang tiba-tiba tipis (Dari rata-rata transaksi 4 T, menjadi hanya beberapa ratus miliar per hari).

Saat ini, walaupun secara fundamental ekonomi dunia masih belum pulih dari resesi, sepertinya para hot money sudah mulai masuk kembali ke bursa kita … Bagaimana kita bisa tahu kalo Hot Money ini sudah kembali berhamburan masuk ke sini. Mari kita perhatikan beberapa data berikut ini :
Grafik dibawah ini adalah grafik harian Rupiah vs USD, kita bisa melihat dengan jelas bahwa terjadi penguatan rupiah yang cukup significant. Dari level 12.000-an pada pertengahan Maret 2009 menjadi di bawah 11.000 pada pertengahan bulan April 2009. Sebuah penguatan yang cukup fantastis.

 

 

Pertanyaan selanjutnya adalah “kenapa asing giat membeli Rupiah dan menjual Dollar-nya ?” Mungkin ada beberapa penjelasan mulai dari alasan yang berbau fundamental sampai dikaitkan dengan situasi politik pasca pemilu legislative. Tapi saya tidak tertarik membahas hal itu, pertanyaan yang lebih relevan bagi seorang investor adalah “Dipakai untuk apa Rupiah yang dibeli tersebut”.

Believe it or not … Rupiah yang diborong itu bukan dipake untuk beli es cendol … tapi buat memborong instrument investasi kita yaitu SUN dan saham di bursa kita. Data yang dipublish harian Kontan beberapa waktu yang lalu menunjukkan bahwa asing mulai mengakumulasi saham di bursa kita. Kapan akumulasi itu mulai dilakukan … Anda boleh percaya boleh tidak … tapi data menunjukkan proses akumulasi yang masif mulai dilakukan sejak pertengahan Maret 2009, tepat saat rupiah juga mulai menguat.

 

 

Hasil dari aksi borong Hot Money itu terlihat jelas dalam pergerakan IHSG di bursa kita, bursa kita juga menunjukkan trend penguatan tepat saat asing mulai berbelanja (sekitar pertengahan maret sampai saat ini). Lihat grafik di bawah ini. Dan bila anda seorang pemerhati TA seperti saya (walaupun anda cuma memakai tools TA sederhana yang gratis : Moving Average di Yahoo Finance), tentunya anda sedang bersorak atas signal buy yang telah diberikan TA pada pertengahan Maret yang lalu … hehehe

 

 

Tidak ada yang tahu dengan pasti alasan Hot Money mulai datang kembali kemari dan berapa lama mereka akan singgah, tapi yang jelas kita patut berterima kasih pada Hot Money, karena dengan adanya Hot Money kita dapat mulai lagi merasakan gain di reksadana atau saham kita. Yang harus kita waspadai di masa depan adalah perilaku dan gerak gerik dari Hot Money, karena Hot Money punya pengaruh yang lumayan pada nasib IHSG kita, kita harus pasang mata dan telinga untuk mengawasi pergerakan mereka. Mulailah bersikap waspada saat mereka mulai menunjukkan gejala “Pulang Kampung” lagi. Begitulah nasib Hot Money, saat bursa naik dia dielu-elukan sebagai pahlawan, sedangkan saat bursa jatuh dia dicaci maki sebagai penyebab kerugian banyak pihak. Hot Money, betapa kami rindu dan dendam padamu.

DISCLAIMER : Artikel ini merupakan pendapat pribadi dari seorang newbie bernama Passion4U, namanya juga masih newbie tentunya banyak kekurangan di sana sini. Artikel ini bukan anjuran untuk membeli atau tidak membeli instrument investasi. Dalam melalukan keputusan investasi, investor melakukan analisa dan penilaian secara independent.

 

Comments

Curhat

sonic's picture

bro

aq udah hold reksadana saham dr th 2008, dr harga Rp 2800 and nowRp 1300. aq sih tutup telinga ama mata ama pasar soalnya aq mo pake 10th lagi tuh dana.

tapi liat artikelnya aq jadi ragu2, aq dpt untung gak 10th lagi ato buntung nih. melihat pergerakan pasar modal yg melulu di picu oleh HOT money berarti kita tidak ada pegangan dong bro.

 mohon pencerahan nih

sonic

Curhat

Risyadmum's picture

Nggak salah nih,bro? Kok jeblok banget NAB-nya?

 Produk MI mana tuh? 2008 masuk bulan apa? Yang masuk di puncak chart IHSG th 2007 aja kayaknya udah pada balik NAB-nya.

curhat

sonic's picture

salam bro

reksadana saham mandiri investa atraktif....aq beli desember 2007

nabnya waktu itu 2800-3000....belinya sih lewat bank mandiri.

sekarang laporanya jarang nyampe ke rumah, klo dulu th 2008 sih sering mungkin karena nilainya merosot terus kali yaa....

 

 

 

Re:curhat

adibe's picture

hi friends,

saya juga jarang terima monthly reportnya, saya belinya awal jan 09, nav 3200, ya sabar aja, karena horizon masih lama 8 thn, smoga ihsg cepat sembuh kembali, BUT harapan end of this month, eeh ihsg jeblok lagi.

thanks n rgds 

resiko investasi di RD

rdlshell's picture

Prof, nanya donk... resiko2 investasi di RD selain naik turunya harga unit apa lagi? 

Rina DL

FP

Resiko likuiditas, misalnya

ito's picture

Resiko likuiditas, misalnya yg redeempt terlalu banyak shg MI berhak menolak permohonan penjualan kembali.

Resiko lain sih, umumnya berakibat penurunan NAB misalnya portfolio yg dipegang default, perubahan aturan (misalnya perpajakan), perubahan nilai tukar, dll. 

resiko

rdlshell's picture

Ada lagi resiko lainnya?

Rina DL

FP

Resiko lain

ito's picture

Jd kepikiran kalo NAB turun: mo tambah nti nyungsep mo ditarik jd rugi beneran he3x

Spt-nya cuma itu sh resikonya, kalo memang horizon invest-nya panjang secara empiris manfaat reksadana jauh lebih besar dibandingkan dengan resikonya: Dengan uang relatif terjangkau bisa invest dengan diversifikasi yg cukup baik dan dikelola dengan aturan yg relatif ketat dibandingkan dengan produk investasi lain.

@rdlshell : khan ada di prospektus

Passion4U's picture

Ketahuan dech nggak pernah baca prospektus hehehe ... resiko reksadana jelas banget kok disebutkan dalam prospektus, ini ane copy paste langsung dari salah satu prospektus RD dari MI terkenal ...

========================================

Risiko investasi pada Reksa Dana :

1. Risiko berkurangnya Nilai Unit Penyertaan Nilai Unit Penyertaan Reksa Dana dapat berfluktuasi akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana. Penurunan dapat disebabkan oleh, antara lain:Perubahan harga efek ekuitas dan efek lainnya, Biaya-biaya yang dikenakan setiap kali investor melakukan pembelian dan penjualan, Dalam hal terjadi wanprestasi oleh pihak-pihak terkait.

2. Risiko likuiditas. Penjualan kembali (pelunasan) tergantung kepada likuiditas dari portofolio atau kemampuan dari Manajer Investasi untuk membeli kembali (melunasi) dengan menyediakan uang tunai. Risiko likuiditas dapat timbul jika pada saat yang bersamaan, Pemegang Unit Penyertaan melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan dan Manajer Investasi gagal menyediakan dana guna melakukan pembeliaan kembali Unit Penyertaan yang dijual tersebut.

3. Risiko Pertanggungan Harta/Kekayaan Reksa Dana. Bank Kustodian mengasuransikan seluruh harta kekayaan Reksa Dana terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bencana alam, kebakaran atau kerusuhan, semua itu dapat mempengaruhi Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana

4. Risiko Wanprestasi Risiko ini dapat terjadi apabila rekan usaha Manajer Investasi gagal memenuhi kewajibannya. Rekan usaha dapat termasuk, tetapi tidak terbatas pada, emiten, pialang, Bank Kustodian dan Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi

5. Risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik di dalam maupun di luar negeri Sistem ekonomi terbuka yang dianut oleh Indonesia sangat rentan terhadap perubahan ekonomi internasional. Perubahan kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri atau peraturan khususnya di bidang Pasar Uang dan Pasar Modal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja Bank-bank, penerbit instrumen surat berharga dan perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia maupun Bursa Efek di luar negeri, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja portofolio Reksa Dana

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.

Yeeeeee udah dapet

rdlshell's picture

Yah...... jawabnya lama...saya udah dapet juga.... hehhe males cari prospectus lagi.... makasi ya Prof...selalu mau menjawab. Biarkan ada disini kalau yang laen perlu kan bisa liat. 

soalnya bukunya udah harus segera ke percetakan

 

Rina DL

FP

Ask

rohman arifin's picture

Puff..
Finally i can be a member in this site even its isnt user name i want..
Bro,ane newbie bgt,punya investasi aja blm,1bln surfing disini akhirnya ane jd member..
Ane tertarik invest di RD.Saham,metode ane DCA Rp.500rb/bln..
Tp ane agak ragu apakah dlm jk.wkt 10 - 15th kedepan dana ane akan bertambah?
Coz ane bc comment slh 1 artikel,ktanya dia loss 40% stlh 5th invest..nah lo?!
Mohon pencerahannya bRo..

using dca

zugi's picture

@bro rohman

klo emang make dca ya cuek aja ama pasar tutup mata kunci telinga ,lha wong butuhnya masih 10 tahun lebih,kecuali portfolio udah lumayan ngegunduk barudeh mikirin rebalacing,moving average etc(detailnya cek diartikel).Maapin kelancangan ane ya para suhu yg terhormat.ane yg masih playgroup diportal ini.

seorang newbie bgt

thx

mine_hudson's picture

dah lama ga posting nih (ky dulu posting aja hehe)..

thx buat bro Passion yg udah ngebahasa 'dana asing yg masuk', karena dah bbrp hr ini denger hal itu tp blm ada yg ngebahsa secara komprehensif,, seperti kita tau bursa kita masih moyoritas di gerakkan oleh dana dari luar bukan dana investor dlm negeri (contohnya ya index kita blakangan ini yg naek teruzz)

karena kmrn blm ada dana seger buat masuk jadi pas MA nge-cros ga bs ikut msk bro :(

btw, ko variabel MA nya ganti lg bro passion? klo saya ga salah inget dulubro pake MA 20 dan 5 kan? bagaimana kita tahu variable yg dipake untuk kondisi2 tertentu? (pertanyaan nuebie bro) oia slain MA apa ada indikator lg bro yg bs ngeyakinin kita untuk masuk waktu maret kmrn? (PSAR mungkin?)

Best Regards,
Yoga
selalu teringat kata2 "invest your time before invest your money"

Periode MA

Passion4U's picture

Waduh bro ...

Periode MA-nya jangan diambil sebagai patokan ya ... idealnya anda harus back testing sendiri sehingga tahu karakteristik MA yang dipake ... Artikel saya dulu memang pake MA 5 & 20, dan artikel sekarang pake MA 5 & 50. Yang dulu lebih agresif, yang sekarang lebih longer ... Yang mana yang dipilih sich terserah aja ... kalo pake MA 20 bakalan sering keluar masuk, kalo MA 50 agak kalem hehehe ...

Yang ane pingin sharing dulu adalah konsep MA, bahwa ada teori golden cross dan death cross ... kalo periodenya mach silahkan diadjust sendiri ... 

Wah ... ternyata bahaya ya kalo nggak dikasi warning ... sering dipedomi secara membabi buta hehehe

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.

Optimasi Periode MA

EcoSyariah's picture

Terima kasih bro P4U atas pelajarannya...

Jika PortalReksadana adalah kampus saya... maka bro P4U adalah dosen TA vaforite saya, sedangkan AutoGebet adalah Rektor saya... hehehe...

Saya masih ingat, MA adalah indikator pertama yg saya pelajari dari P4U... penjelasannya sangat gamblang dan mudah dicerna, juga dilengkapi referensi untuk mendalaminya... sampai sekarang, MA masih saya pakai + indikator/parameter lainnya dalam TA.

Mengenai periode MA... dulu saya biasa pakai yg umum... 5 untuk shortterm, 20 untuk midterm dan 200 untuk longterm... seiring dgn proses belajar... ada yg bilang periode MA untuk setiap saham/index tdklah sama, krn masing2 punya karakteristik sendiri2... 

Nah... dikatakan juga... dgn bantuan software, kita bisa mencari periode MA terbaik untuk st saham/index... yaitu dgn melakukan optimasi periode MA tsb... hasilnya kita akan dpt kan periode MA yg cocok dgn st saham/index tsb... jadi manfaatkan fitur optimasi software anda unt dapetin periode MA...

CMIIW... masih dan terus belajar...

ES

Syiar Syariah dengan RD Syariah

Benul ...

Passion4U's picture

Horeeeee ...

Ternyata makin banyak juga yang melek TA di portal ini ... hehehe jadi sedikit menghibur ane, Jadi selama ini ane cuap-cuap nggak percuma ...

Benul sekali bro Eco ... periode MA itu sebenarnya berbeda-beda untuk masing-masing saham. Dan untuk mengadjustnya anda bisa pake feature di Metastock untuk mengetahui MA mana yang paling OK untuk dipake ... bro bisa belajar sama bro dunkz tentang hal ini ... hehehe ... Idealnya malahan untuk setiap masa tertentu dari saham juga menggunakan MA yang berbeda ...

Maksud ane begini ... katakanlah bro sudah ketemu MA yang optimized untuk saham BUMI misalnya (dengan melakukan back testing selama beberapa kurun periode) ... Tapi karena ada berita fundamental yang berbeda (dalam kasus BUMI adalah harga komoditas Batu Bara yang jatuh) maka periode MA yang dulu tidak valid lagi ... so bro harus re-adjust lagi untuk merepresent keadaan yang ada saat ini ... hehehe ... ini sebenarnya materi untuk intermediate ... soalnya kalo terus dijelaskan nantinya banyak yang pusing ...

Problemnya adalah Yahoo Finance tidak menyediakan feature intermediate seperti ini, periode MA yang tersedia hanya yang umum dan tidak bisa dicustomized hehehe ... namanya aja tools gratis, ya pasti ada kelemahannya lach ... so memang kalo mulai serius mendalami TA ... ya harus punya software seperti Metastock or Amibroker lach hehehe ...

Keep on learning bro ... Jangan cepat berpuas diri ... masih banyak ilmu diluar sana yang harus kita pelajari lagi ... But remember, jangan terjebak pada komplesitas indikator TA ... Memperdalam TA bukan berarti mengetahui dan menggunakan seluruh indikator, bro harus bisa menyerap intisari kenapa indikator itu dibuat ... tapi jangan tergantung pada indikator itu ... Suatu saat nanti bro harus memilih tools yang paling sesuai dengan bro atau bahkan membuat indikator baru yang sesuai dengan style bro ...

Happy hunting bro ...

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.

kebetulan ane udah ada

mine_hudson's picture

kebetulan ane udah ada Metastock bro Passion, dan udah bljr ngotak-ngatik jd ud agak ngerti cara backtestingnya (hehe..)

seperti yg bro blg (ane kopas):"katakanlah bro sudah ketemu MA yang optimized untuk saham BUMI misalnya
(dengan melakukan back testing selama beberapa kurun periode) ... Tapi
karena ada berita fundamental yang berbeda (dalam kasus BUMI adalah
harga komoditas Batu Bara yang jatuh) maka periode MA yang dulu tidak
valid lagi ..."

nah brarti variable MA yg baru yg dipakai seperti apa?  apa malahan kita jgn pake indikator MA lg? atau malahan kita jgn liat TA karena yg sedang "berbicara" adalah fundamental?

sori byk nanya bro Passion :p

Best Regards,
Yoga
selalu teringat kata2 "invest your time before invest your money"

MA lagi ...

Passion4U's picture

Weks ... kemaren perasaan udah posting kok belon nongol yee ... Anyway this is my comment bro ...

  • Technical Analysis bisa berdiri sendiri tanpa FA, karena ingat salah satu pilar utama dari prinsip TA adalah "Market already discount everuthing". So seluruh persepsi pasar dan pengaruh lainnya termasuk issue fundamental dipercaya sudah direpresentasikan di dalam pergerakan harga. So dengan prinsip ini TA dapat diimplementasikan tanpa melihat analisa yang lain (FA ataupun Bandar Analysis). Walaupun sebenarnya pergerakan TA akan lebih bisa dimengerti kalau kita memahami alasan fundamental dan interest dari para bandar.
  • Untuk menjelaskan konsep periode MA yang perlu diadjust, mungkin lebih jelas pake contoh yeee ... Misalnya nich dulu saat BUMI masih belon nangangin batu bara (Dulu BUMI itu business intinya adalah Hotel hehehe ... nggak percaya coba aja lihat sejarahnya). Saat itu pergerakan saham BUMI cenderung flat (alias Sideways). Dalam periode sideways kita perlu MA yang periodenya lebih pendek, karena kita harus swing dalam waktu yang pendek. So masuk keluarnya lebih sering. Kemudian BUMI beralih business intinya menjadi Batu Bara yang membuat sahamnya tiba-tiba melejit tinggi. Bila anda tidak mengerti alasan fundamentalnya, it's OK. Yang anda akan lihat adalah tiba-tiba trendnya berubah menjadi super bullish ... Alhasil periode pendek MA di masa sideways tidak relevan di periode bullish. Karena di periode bullish tindakan yang paling tepat adalah sedapat mungkin tidak keluar dari market (mengabaikan spike kecil). Makanya dalam periode super bullish kita harus pake MA yang lebih panjang sehingga kita cenderung mempertahankan posisi kita. Ngerti ya bro ... penjelasannya udah gamblang banget nich
  • Mengenai indicator ... memang ada indicator yang lebih cocok dalam periode trend tertentu. Misalnya saja MA ... MA lebih cocok dipakai pada periode bullish or bearish. Tapi sebenarnya tidak begitu perform dalam periode sideways karena sifatnya yang lagging. Dalam periode sideways kita lebih cocok pake indicator dalam kategori stochastic seperti stochastic fast atau William%R

Mudah-mudahan dahaga ilmu bro terpuaskan ... hehehe ... At the end kita harus melupakan seluruh indicator dan mulai membuat indicator sendiri ... Seperti ilmu kung fu ... pertama belajar kita belajar jurus yang rigid ... at the end kita harus melupakan seluruh jurus yang sudah kita pelajari ... meresapi intisarinya dan membuat jurus baru ... hehehe

Salam Kung Fu ...

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.

alow suhu, br sempet buka

mine_hudson's picture

alow suhu, br sempet buka ternyata ada bacaan/lesson dari suhu passion :)

tulisan bro dah ane catet biar ga lupa nih bro :p
btw kmrn ane dah mulai buka acc di salah satu sec n bljr trading saham, coba bli2 saham dari rekomendasi2 aja (ya liat2 chart dikit lah hehe) tanpa diduga2 saham yg ane bli naek 10% bro,, langsung inget untuk ga serakah langsung ane jual n

ternyata bener besoknya tuh saham turun lsg (alhamdulillah dah kluar)

tp skrg ane ga mau asal2 bro, (luck dont come twice right)
mau bljr yg bener (slama ini ga bener huehehe...)

ttg indikator yg bro sebut diatas ane coba masukin di metastock, klo setting default c ada tp ane mau tau nilai yg

biasanya di pake bro passion, n sebetulnya nilai itu apa c bro?? (klo SMA kan nilainya itu ya harga kmrn, ex: SMA 5 nilai

5 hari lalu, klo WMA itu rata2 ya bro CMIIW)

ini bro dr settingannya

[IMG]http://i467.photobucket.com/albums/rr38/mine_hudson/WilliamsR.jpg[/IMG]
[IMG]http://i467.photobucket.com/albums/rr38/mine_hudson/StochasticOscillator.jpg[/IMG]
[IMG]http://i467.photobucket.com/albums/rr38/mine_hudson/StochasticMomentumIndex.jpg[/IMG]

thx skali lg bro atas ilmu2 yg sangat bermanfaat,,

Best Regards,
Yoga

selalu teringat kata2 "invest your time before invest your money"

Best Regards,
Yoga

selalu teringat kata2 "invest your time before invest your money"

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.