Mewaspadai Unwinding Carry Trade

Passion4U's picture

Bagi anda yang memantau kondisi bursa global dalam kurun waktu sebulan terakhir tentu saja mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini. Seluruh bursa dunia belakangan ini dalam kondisi meriang, baik bursa negara maju maupun negara yang berkembang, akhir-akhir ini mendadak flu berat dan terkoreksi dalam. Sebabnya mungkin sudah basi dan banyak diulas di luar sana yaitu krisis subprime mortgage di Amerika yang terus memakan korban baru. Korban terakhir yang mengguncangkan dunia adalah Bear Stearns (salah satu lembaga keuangan terbesar di amerika) yang dibeli oleh JP Morgan & Chase Co hanya seharga USD 2 per lembar sahamnya, yang mencerminkan valuasi harga hanya sepersepuluh dari asset Bear Stearns sebelumnya.

Di tengah kekhawatiran tentang efek lanjutan dari krisis subprime mortgage di amerika dan harga minyak yang terus melambung diatas USD 100 per barel, kini mata dan telinga dunia sedang beralih pada kemungkinan pukulan dari pasukan bear yang lain yaitu menguatnya nilai tukar yen. Kondisi penguatan Yen ini banyak ditakuti oleh para analis mengingat pengalaman buruk dari hancurnya LTCM pada tahun 1998, salah satu lembaga keuangan terbesar saat itu (padahal LTCM saat itu dikendalikan oleh 2 orang peraih Nobel Robert Merton dan Myron Scholes). Sekarang kasus bangkrutnya LTCM ini banyak menjadi studi kasus kalo
anda mengambil kuliah di bidang finance. Hayo para master ekonomi dari
bidang finance cerita yang lebih detail dong ...

Cerita lengkapnya begini, saat krisis asia tahun 1998 Yen melemah sampai posisi 1 USD = 147 Yen yang memaksa Bank Of Japan (BoJ) mengurangi ratenya menjadi 0,25 (rate yang sama dengan saat ini). Bulan agustus 1998
Rusia default dan kondisi ini membuat banyak hedge fund yang mempunyai posisi leverage (termasuk LTCM) terkena margin call, yang membuat mereka harus membuang asset mereka yang lain untuk menutupi margin call, dan mengcover aksi carry trade mereka. LTCM saat itu rugi besar dan dinyatakan bangrut pada bulan September 1998. Pada periode sejak russia default dan LTCM bangkrut, Yen menguat dari posisi 147 ke 134 (9% increase) karena unwinding carry trade. Kemudian tanggal 5 Oktober BoJ mengumumkan rencana kapitalisasi dari problem bank mereka, berita yang sebenarnya biasa saja ini menyebabkan Yen menguat dari 134 ke 118 (12% increase) dalam waktu hanya 3 hari saja yang mengakibatkan US dolar dan bursa saham amerika jatuh drastis dan memaksa Greenspan memotong Fed Rate 0,75 basis point dan  menyatakan bahwa dunia menghadapi krisis global. Jadi tahun 1998 kenaikan Yen secara drastis hampir membuat dunia memasuki resesi.

Kok bisa para analis mengkuatirkan krisis Yen ini mungkin terjadi lagi ? Begini ceritanya, semua duduk yang manis ya dengerin Passion4U cerita ... hehehe

Rasanya kita memang jarang belajar dari sejarah, seperti kita ketahui, dalam beberapa tahun belakangan ini hampir seluruh bursa-bursa di negara berkembang (termasuk Indonesia) menguat sangat drastis ditopang oleh aksi para hedge fund yang menggunakan skema carry trade (lagi ... padahal ini kasus yang sama dengan tahun 1998). Carry trade adalah aksi meminjam uang pada negara dengan tingkat suku bunga yang rendah untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen di negara lain yang memberikan imbal hasil yang tinggi. Jepang yang memiliki tingkat suku bunga yang nyaris nol, banyak menjadi source of fund dari para carry trader. Mereka meminjam uang di Jepang dalam mata uang yen, untuk kemudian diinvestasikan pada bursa-bursa saham di negara berkembang seperti halnya Indonesia. Aksi ini memberikan keuntungan yang luar biasa, karena carry trader meminjam dengan tingkat suku bunga yang sangat rendah, sementara di sisi lain hasil investasinya menghasilkan return yang sangat tinggi.

Nach itu latar belakang ceritanya, mari kita kaitkan latar belakang itu dengan situasi saat ini. Aksi The Fed akhir-akhir ini yang terus memangkas suku bunganya untuk menyelamatkan Amerika dari resesi, membawa efek pada menguatnya mata uang negara lain (termasuk Yen) terhadap mata uang US dolar. Saat tulisan ini disusun Yen sudah menguat cukup tinggi, 1 USD sekarang dihargai hanya sebesar 97 Yen saja (padahal dalam kondisi normal 1 USD dihargai lebih dari 100 Yen). Para analis berpendapat penguatan Yen ini sepertinya tidak akan berhenti sampai disini. Kondisi subprime mortgage di amerika dan iklim investasi yang semakin tidak menentu, menyebabkan para hedge fund mulai cari aman saja dengan cara melikuidasi (baca menjual) portfolio mereka di negara berkembang dan membeli Yen untuk melunasi utang mereka. Aksi pembelian Yen untuk pelunasan utang ini membawa efek pada penguatan mata uang Yen lagi, yang mengakibatkan kita terjebak dalam lingkaran setan. Semakin Yen menguat, akan mendorong aksi
jual portfolio yang lebih besar lagi yang hanya akan membuat Yen lebih menguat lagi. Siklus Unwinding carry trade ini semakin lama akan semakin menguat seperti bola salju karena pada umumnya para hedge fund itu bermain dengan tingkat leverage yang sangat
tinggi sehingga sedikit saja fluktuasi dalam struktur source of fund mereka, bisa membawa efek
yang sangat besar bagi keseluruhan portfolio.

Akibatnya sudah jelas, akibat dari aksi jual portfolio yang semakin besar akan mendorong bursa negara
berkembang termasuk bursa kita semakin karam. Kondisi ini menjadi semakin tidak terelakkan mengingat struktur investor dalam bursa kita masih dikuasai oleh asing. Dalam pengertian sebagian besar dari investor dalam bursa kita adalah investor asing (sang carry trade tadi) bukan investor domestic. Saya sangat berharap kondisi kelam yang digambarkan oleh para analis tidak terjadi, karena harga yang harus kita bayar untuk sebuah krisis sangat besar. Artikel ini saya tulis tentunya bukan untuk menakut-nakuti kita semua. Artikel ini saya tulis hanya sebagai peringatan terhadap potensi bahaya yang bisa (saya bilang bisa lho bukan sesuatu yang pasti) menghadang kita di masa yang akan datang.

Happy Investing. But don't just invest. Be a smart investor.

 

Comments

Salam Kenal

gift_art's picture

Salam kenal semuanya,

Kebetulan lagi browsing subjek RD dan menemukan situs ini, langsung saya join 
karena tertarik dengan data-data mengenai RD Indonesia yang tersedia di sini. Artikel- artikelnya juga OK.

Tambahan saja mengenai unwinding carry trade. Kebetulan saya adalah pengamat global namun dalam trading saya menganut metode tehnikal. 

Eniwe, sejak BOJ berhasil mengintervensi USD/JPY di posisi 95.xx maka pasar saham utama mengalami titik reversal tajam. Ini terjadi sekitar tengah Maret 2008. Ini merupakan awal dari bearish trend untuk logam mulia seperti emas, 
silver, platinum, dan palladium.

Sayangnya penguatan bursa global ini tidak diikuti oleh bursa Indonesia, 
saat bursa regional menguat pun bursa kita melemah. 
Ini bagi saya mengindikasikan para investor asing sudah tidak tertarik 
lagi untuk berinvestasi di Indonesia.

Meskipun demikian, masih ada satu faktor yang bisa menjadi harapan kita. 
Apabila kita amati, harga komoditi seperti wheat dan oil masih menunjukkan 
bullish. 
Ini bagi saya cukup mengherankan mengingat kekhawatiran akan inflasi global sebetulnya mulai menurun, terbukti dengan turunnya harga emas, dan para big boys sudah melakukan aksi besar-besaran menjual emas (dapat dilihat dari grafik pergerakan GC maupun XAU).

Perkiraan saya dari emas uang akan bergerak ke USD lalu ke DJIA dan semoga ke IHSG. Ternyata big boys berkata lain, money flow masuk malah ke oil.
Setelah saya cermati lagi, ada beberapa faktor penyebab menguatnya harga 
minyak:

1. Para produsen industri logam berat di seluruh dunia sedang meningkatkan  aktifitasnya mengingat adanya larangan produksi di China 2 bulan sampai  akhir Olimpiade 2008 ini.

Percepatan produksi di Cina tentunya mendorong produksi logam berat di  negara2 lain untuk segera mengantisipasi lonjakan produksi Cina, kalau tidak tentunya margin  keuntungan tidak dapat bersaing. Industri logam berat sangat bergantung dari panas yang berarti juga kebutuhan minyak meningkat.

2. Apabila tahun lalu big boys khawatir akan resesi di Amerika,  saya justru beranggapan saat ini produsen yang bergantung pada minyak mulai khawatir akan penguatan USD.

Ada beberapa fakta, penguatan harga minyak setidaknya membuktikan  bahwa penguatan USD akan menyebabkan kenaikan harga beli minyak,  karena minyak dinilai dalam USD.

Saya berharap agar the FED segera menghentikan pemotongan suku  bunga sehingga aksi borong minyak ini segera berakhir. Harapan saya  lepas dari minyak big boys mau melirik lagi investasi di negara2  berkembang termasuk Indonesia.

Prediksi Fibo 161.8 saya mengatakan 119.90 sebagai titik balik harga  minyak, semoga saja terjadi di bawah harga tsb. 

Pemerintah US sudah melakukan sedaya upaya untuk mengangkat lagi mata uangnya, selain tax rebate, easy lending dan rate cut, juga sudah dilakukan pembagian $1200 per bulan ke setiap keluarga. Dan biggest factor adalah ini masa2 menjelang pemilu, di mana biasanya terjadi perbaikan ekonomi. USD akan segera menguat dan sudah barang tentu ini cukup meyakinkan para big boys non US untuk buru-buru memborong komoditi inti selagi mata uangnya masih kuat.

.....dan jangan lupa, patokan pemerintah RI adalah harga minyak average sepanjang 2008 harus di bawah $100 kalo ndak berarti taun depan BBM naek lagi buhuhuuuuu pls oil buruan turun donk
analisa ngawur madul....

Belajar Saham

kosegu's picture

Dear Suhu Passion4U & Suhu-suhu yang lain ^_^

Sebelumnya ane
minta maaf karena OOT. Saat ini ane lagi mempelajari saham dan mencoba untuk menyeleksi
saham sebelum membelinya nanti. Berikut ini daftar saham yang sudah terseleksi
dan tentunya sudah masuk dalam Daftar Efek Syariah edisi November 2007 :

  1. AALI
  2. PTBA
  3. INCO
  4. BUMI
  5. UNTR
  6. ANTM
  7. TLKM

Beberapa
diantaranya adalah perusahaan tambang & BUMN.

Sebagai data
pembanding ane menggunakan data ticker sejak 14 Mar 2005 s/d 14 Jan 2008 dari www.finance.yahoo.com dan laporan
keuangan setiap perusahaan yang ane dapatkan dari www.idx.co.id

Bila
membandingkan return / performa ke-7 saham tersebut sejak 14 Mar 2005 s/d 14
Jan 2008 AALI, PTBA & INCO menunjukan pertumbuhan yang baik & konsisten
namun ada hal yang menarik, BUMI yang awalnya pergerakannya relatif buruk namun
sejak 2 Oktober 2006 langsung meroket bahkan memimpin pada urutan pertama
hingga akhir pengamatan.

Yang ingin
ditanyakan :

Fenomena apa yang
sedang terjadi saat ini sehingga BUMI menjadi booming ? dan bagaimana
dengan perusahaan tambang lainnya mengapa tidak sebagus BUMI ? apakah kondisi
BUMI ini akan terus bertahan hingga waktu-waktu yang akan datang?

Pertanyaan
berikutnya tentang perusahaan BUMN...

PTBA dan ANTM
keduanya adalah perusahaan tambang sekaligus BUMN. Menurut data ticker yang ane
punya secara jangka panjang return/performa PTBA mengalahkan ANTM namun bila
dibandingkan dengan laporan keuangan yang dimiliki oleh PTBA & ANTM, ANTM
memiliki profit yang lebih besar dibanding PTBA (pertumbuhan laba, Jumlah
Kas,dll).

Yang ingin
ditanyakan :

Apakah nilai
saham itu tidak musti mewakili pertumbuhan suatu perusahaan dan sebaliknya?

Dalam menilai
suatu saham hal pertama yang harus diperhatikan itu pertumbuhan profit
perusahaan atau return sahamnya? Atau ada hal lain yang harus diperhatikan?

Terimakasih.

Re : Belajar Saham

Anonymous's picture

Bro Kosegu...
Senang juga akhirnya ada orang yg bisa diajak diskusi...kalo Bro passion gak mikir karena beliau adalah technical..mari kita diskusi sebagai sesama pengamat fundamental :)

1. Masalah BUMI
Menurut ane itu adalah fenomena dari kenaikan harga minyak yg melambung begitu tinggi, yg kemudian melahap substitusi energi yakni batubara..sebagaimana kita tahun permintaan akan batubara sangat besar (terutama dari china)
BUMI sendiri memiliki beberapa perusahaan batubara dengan cadangan besar (bahkan terbesar di republik ini) dan kualitas kalori yg paling bagus...KPC, Arutmin, Darmahenwa adalah perusahaan2 BUMI.
Untuk ratio Return of Equity dari BUMI tahun 2007 adalah 89,8% meningkat dari thn lalu yg 61,76%.
Margin Laba BUMI adalah 48%
Kinerja yg mengkilap ini (plus naik tingginya harga batubara) mungkin yg membuat saham BUMI naik tinggi sekali sejak tahun lalu.
Hanya saja nilai tingkat kewajiban bumi dibandingkan dengan Ekuity juga tinggi...162% (U$ 1.442.995.489 utk thn 2007 kw3), artinya BUMI punya hutang/kewajiban baik lancar maupun tidak lancar yg juga tinggi.
Dan juga harga sahamnya sudah lumayan tinggi, dengan nilai buku (BV) yg cuma 422,221 dan harga saham saat ini yg 6100 maka PBVnya adalah 15,4X
Untuk kedepannya bagaimana? wah saya ndak tau...tapi sepanjang ratio2 fundamentalnya bagus, saya rasa BUMI juga masih layak dipegang.

2. Untuk ANTM dan PTBA
Kedua perusahaan ini adalah BUMN, untuk ANTM bergerak di bidang tambang Tembag, Emas, dan FerroNickel.
Sedangkan PTBA bergerak di bidang batubara...dengan cadangan di Sumatera yg juga sangat besar.
ROE PTBA thn 2007 adalah 20.55% sedangkan REO ANTM 51%
Marjin Laba PTBA : 17,5% sedangkan ANTM 46%
Kewajiban berbanding Ekuitas PTBA : 28.5%, sedangkan ANTM 46%
Nilai buku (BV) PTBA 1563 dengan PBVnya adalah 6,23X sedangkan ANTM BVnya 782 dan PBVnya adalah 4,5X

Kalau saya pribadi diminta memilih antara ANTM dan PTBA, saya akan pilih keduanya dengan perbandingan ANTM lebih banyak 3:2 he he he
Karena ANTM punya sejarah ROE yg konsisten sejak 2003 dengan diatas 30%, sedangkan PTBA saya pilih karena memiliki kewajiban yg rendah.
Tapi mereka berdua tidak berada dalam core yg sama yakni yg satu tambang logam dan satu lagi tambang batubara, cocoknya adalah PTBA vs BUMI.

Dan saya akan memilih PTBA karena meskipun ROEnya lebih rendah dari BUMI tapi ratio hutangnya jauh lebih rendah 28% banding 162%, selain itu Price to Book Valuenya yg lebih rendah dari BUMI 6,2X : 15,4X

Tapi ini kalau saya lhoo yaaaa.... :)

3. MEDCO
Dari data terakhir yg saya punya MEDCO mencatat ROE 37%, BV 1533 dan PBV 2,9, Marjin Laba 32%, tetapi memiliki ration kewajiban yg sangat tinggi yakni 243%...
Selain itu cadangan minyak MEDCO tidak banyak2 amat, meskipun MEDCO terkenal dengan biaya operasi yg sangat rendah (U$ 5 / barrel, bandingin dengan pertamina yg U$ 12 perbarrel).
Kita tahun untuk eksplorasi saja biayanya hampir sama dengan biaya operasi saat cadangan tsb ditemukan.
Sedangkan cadangan terbesar MEDCO yg di Sumatra, umumnya adalah sumur2 tua...
Mungkin itulah salah satu yg menyebabkan MEDCO hanya bergerak di kisaran 3000-4000 saja.

Kembali pasar...ada yg bilang pasar akan efisien, artinya apa yg terjadi pada harga suatu emiten hal itulah kondisi perusahaan. Saya berpendapat hal tsb tidak benar, pasar tidak pernah bisa efesien, kerena pasar digerakkan oleh keinginan untuk mendapat keuntungan yg besar dan kerugian yg kecil.
Tapi jika kita sudah yakin akan kinerjanya...selama fundamentalnya bagus, bisnisnya kuat, majanemen yg solid dan dapat di prediksi hingga beberapa tahun ke depan, maka peganglah saham tsb selama mungkin.
Seperti kata Ben Graham, penulis buku Intelligent Investor, "..pasar dalam jangka pendek adalah mesin penghitung, sedangkan dalam jangka panjang adalah mesin pembobot"...

Salam,
Tukul - wong deso

akhirnya fundamentalist muncul juga di portal reksadana

Passion4U's picture

Hahaha ... ketemu lagi sama bro Tukul ...

Salam hormat lagi dari ane untuk bro Tukul wong ndeso yang punya ilmu metropolitan ... saya senang sekali sama bro Tukul karena bro kita yang ini bergerak dari jalur yang berbeda dengan ane. Bro Tukul sangat kuat di sisi fundamental sementara ane lagi baru sedang belajar technical. Kombinasi fundamental dan technical inilah yang sangat kita perlukan sehingga orang bisa memandang dengan sangat jernih terhadap suatu instrumen ...

So keep on posting ok bro Tukul, we need you here untuk memberikan pencerahan di sisi fundamentalist. Seharusnya bro Tukul harus banyak menulis artikel di sisi fundamental soalnya banyak orang (terutama ane) sangat membutuhkan pencerahan di sisi fundamental, walaupun ane tahu ini sangat sulit, karena untuk belajar fundamental konsekuensinya sangat besar, sangat butuh banyak kesabaran dan jam terbang yang tinggi untuk memiliki analisa fundamental yang tinggi.

Ane dari dulu sangat berharap ada orang seperti bro Tukul, karena lama-lama ane melihat portal reksadana akan menjadi tidak sehat kalo cuma melihat dari satu sisi technical saja, butuh orang fundamentalist yang kuat juga sebagai penyeimbang ...

So sekali lagi, salam hormat ane untuk bro Tukul ... mudah-mudahan di waktu yang akan datang ane bisa berguru kepada bro Tukul yang sangat low profile ini.

Untuk bro autogebet ... karena keahlian bro Tukul ini sangat langka ... ane sangat merekomendasikan bro Tukul untuk diangkat statusnya menjadi kontributor "khususnya masalah fundamental", dan bisa memberikan pencerahan tentang situasi makro ekonomi kita. Gimana bro Tukul setuju yaaa ... hehehehe ... ya harus setuju dong ... untuk kepentingan orang banyak ...

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Please welcome our new contributor...

autogebet's picture

salam hormat kepada para guru saya. intinya: sangat setuju sekali!

sejak ada ulasan fundamentalist (yg blm sempat sy rapikan), sy dah pny niatan yg sama. saya yakin adanya bro Tukul akan menciptakan "keseimbangan ying-yang" di portalreksadana.

karena bro passion selaku guru sdh menyampaikan lgsng, tentu jauh lebih meyakinkan drpd sy, dan berharap bro Tukul berkenan juga.

bro Tukul, sy ready utk upgrade account bro Tukul menjadi kontributor (bs lgsng posting artikel). tapi syaratnya bro tukul hrs login lho (brarti hrs pny account) :)

jika bro tukul tetap ingin anonim, jika ada yg ingin dishare bs sy bantu publish dg username "tukul".

fyi; di database user blm ada yg pakai username "tukul" lho :p

Usul

Agus Mulia's picture

Usul untuk pengelola portal

1.Isi tulisan portal baik artikel / suara / konsultasi sangat beragam kedalaman & tingkatannya. Maklum 7 ribu anggota & belum diklasifikasi ( kedepan perlu di consider ). Ada kesan semrawut ,dari adik mahasiswa yg susun tesis / investor tembak langsung RDS smp para suhu dgn segala alirannya . Usul inputan mereka diberikan tanda ( agar film 17th tdk ditonton anak2 ) sebagai signal memang konsumsi mereka atau belum. Yg masih ban putih / kuning latihan dulu jurus dasar cidang-cuki - tdk langsung praktek pukul pecah batako. Karena jika tangan patah batal jadi karateka - bisanya malah tawuran.

2. Meskipun netral, portal ini tentu bukan dimaksudkan info bebas RD tanpa ada keseimbangan info resiko misalnya. Kita tentu mengharapkan info yg berguna - yg bisa diaplikasikan sesuai tahapan yg benar. Karena percuma bicara soal VVTi atau VITEC dgn seorang yg baru pegang setir & masih susah membedakan pedal rem / gas & kopling. Orang spt Hamilton yg langsung juara 2 dunia F1 dibalapan perdana, langka meskipun ada. Jangan lupa kecendrungan bangsa kita yg kata Prof.Kuncoroningrat punya mental "menerabas" - tdk suka antri & disiplin. Padahal orang belajar hitung mulainya tentu tambah kurang tdk langsung akar pangkat 3. Kita tentu berharap lebih banyak muncul investor baru RD ( sebagai embrio para pemain saham kelak - yg akan lebih meramaikan BEI ) yg punya pengetahuan dasar cukup + keberanian / pengertian - bukan yg cuma modal nekat. Ingat dibagian terbawah fund fact sheet setiap RD selalu ada disclaimer yg mengingatkan kita resiko berinvestasi - sayang sering dicetak kecil & terlewatkan dibaca ( apalagi disadari ) calon investor.

3. Semoga munculnya aliran mas tukul + mas sayogo bisa membuat balancing aliran teknikal mas passion4U yg cukup mewarnai aliran informasi portal ini. Paling tidak para ban putih terbuka mata & pikirannya, ada alternatif lain. Ditunggu tulisan berikutnya. Akhirnya dikutipkan kata-kata untuk renungan kita " if you've a bad stock, you lose your shirt & if you've a bad date you could lose your willing to live - after all ups & down you can find yourself having nothing - so when it comes to finance & dating, I couldn't help but wonder - why do we keep investing " ( Carrie Breadshaws - Sex & the City )

 

Usul yang definitely akan diendapkan

autogebet's picture

bro agus mulia, usulnya baik sekali. content artikel maupun diskusi yang sudah massive memang perlu dikemas supaya lebih rapi dan dapat diaplikasikan dengan baik. kenapa sy underline, krn sy kira inilah keyword yg akn mjd goals dr portal ini. analogi dr bro bagus sekali, dan akan saya endapkan utk mencari bentuk penyajian yg paling pas.

terima kasih berat untuk insight nya, dinantikan usulan2 lain untuk menjadikan portal ini semakin membawa manfaat lebih luas lagi...

Tetap Semangat! ™

Usul 2

Agus Mulia's picture

Hallo uda bro Autogebet usul lagi ya

+ Investor Toolkit ( dikolom kiri ) agar sgr diisi dgn Kamus / dictionary RD yg umum dipakai spt AUM-fund fact sheet dll - yg seharusnya dimengerti setiap investor sebelum memutuskan beli.

+ SOP kegiatan RD spt redeem / subscript / beli & jual ORI dll juga perlu disimpan di Toolkit tsb, atau mungkin ada member dgn backround finance yg mau sumbang bgmn baca cepat & cerdik laporan Laba/Rugi atau neraca, biar kalau baca Prospektus lebih bisa manggut2.

+ Sekian dulu, oh ya maaf baru transfer KDR mohon dicek & terima kasih.

Usul 2

Agus Mulia's picture

Hallo uda bro Autogebet

+ Usul lagi ya ,Toolkit Investor ( kolom kiri ) agar sgr diisi dgn Kamus / dictionary RD yg isinya artian istilah yg selalu digunakan dlm RD & seharusnya dimengerti semua investor spt AUM - fund fact sheet - NAB dsbnya 

+ Usul juga SOP sekitar RD spt subscript ( datang ke agen- isi form beli RD - buka rekening jika blm punya - antri ke teller / transfer dana - tunggu konfirmasi pembelian & tahu NAB awal ) atau Redeem / ORI dll bisa mengisi TOOLKIT RD kita. Jika ada yg ingin tahu tinggal klik kesitu.

+ Sekian dulu, oh ya maaf baru transfer KDR mohon dicek. Terima kasih

 

 

Re : Belajar Saham

kosegu's picture

Waduh Pak, tinggi bener pembahasannya ane ini masih newbie masih harus banyak belajar... Boleh dong dibahas lagi secara lebih mendalam biar kita-kita ini terus belajar..hehehe...

 

Salam

 

Kosegu

Lagi TA dan FA

EcoSyariah's picture

Alhamdulillaah… akhirnya saya mulai dpt gambaran sdikit mengenai beda TA dan FA.  

Kalau tdk salah tangkap ulasan2 yg ada di PortalRD (CMIIW), yg jadi perhatian utama TA adalah analisis data historis pergerakan harga saham di bursa yg bisa dipakai untuk memprediksi kinerja/harga saham tsb pd masa yad, yg berguna untuk keputusan buy, sell, hold, swing. 

Sedangkan FA fokus pada analisa data historis laporan keuangan perusahaan (Neraca, Laba Rugi, Laporan Modal, dan Anggaran) plus core bisnis dan tim manajemen yang solid (plus mungkin jg dunia polkum secara umum), guna keputusan buy, sell, hold, swing. 

Tapi gimana caranya ya… kedua metode analisis (TA & FA) ini diterapkan untuk analisis Reksadana. Bukankah portofolio RD terdiri dari beberapa efek, yang bisa saja masing2 kinerjanya ada yg baik dan buruk? Apakah mungkin TA dan FA di-combine?

Mari kita tunggu siraman ilmu para suhu TA dan FA kita. 

Trims untuk para suhu yg sudah bersedia berbagi ilmu bagi kami yg awam ini.

Syiar Syariah dengan RD Syariah

Re : TA dan FA

Anonymous's picture

Mas Eco…
Benar pendapat anda…
Kalau dalam menganalisa TA modalnya cuma 2, harga dan volume…dari pergerakan, kira2 akan dicari titik support, resistance, pivot dsb.
Banyak sekali teori ttg TA, salah satu yg banyak dipakai adalah MA dan pola candle stick (bisa baca buku bagusnya Santo Vibby, “when to buy and sell, ask the candle”)…ada juga yg pake teori gelombang dsb.
Ane sendiri dulu waktu kul pernah diajari matakuliah Kontrol Otomatik, salah satu bahasannya adalah menentukan kestabilan system dan seberapa lama ripple akan stabil dengan menggunakan diagram Bode…dalam bayangan ane metode tsb juga bisa dipake, tapi ane gak punya waktu…lagipula terlalu rumit hanya untuk memprediksi2 yg gitu (mungkin ane gak bakat jadi technical analyst).
Tapi mungkin suatu saat ane pake hanya untuk menentukan pergerakan IHSG, bukan untuk redempt, tapi mencari titik terendah dari indeks sehingga bisa masuk dan dapat NAB dengan harga murah.

Untuk menganalisa fundamental reksadana, kita tidak bisa menerapkan hal yg sama dengan menganalisa saham, PBV, REO, Marjin Laba, Debt to Equity, Net Tangible Asset, Earning per Share tidak bisa kita pakai, kenapa?...
Karena analisa tsb sudah dilakukan oleh MI yg bersangkutan dalam menyusun portofolio RDS kelolaan mereka.
Kalau kita baca kontan edisi khusus reksadana bulan Juli 2007 dan Januari 2008, bisa dilihat masing2 MI mempunya strategi dan metode yg berbeda.
Makinta Mantap misalnya, mereka memilih saham lapis kedua (nilai kapitalisasi pasar yg tidak besar) tapi memiliki fundamental yg bagus..(nah, fundamental perusahaan masih diperhatikan juga), saham bluechip tidak lebih dari 20%…saham lapis kedua ini rawan gorengan, sehingga volatilenya tinggi, dengan timing yg tepat, return yg didapat bisa sangat tinggi. Terbukti Makinta Mantap 2 tahun ini berada di top return reksadana saham.

Hal yg bisa kita lakukan terhadap reksadana adalah menganalisa kinerja sebelum2nya, apakah efektif dan efisien?..apakah ketika tolok ukur (IHSG) naik, RDS tsb juga naik?, berapa returnnya sejak terbit?, berapa AUMnya?, dan berapa standard deviasi (resikonya)?...ada juga metode2 Beta 2, Alfa, Treynor’s, Markowitz, dan Sharpe Ratio.
Untuk variable analisa fundamental RDS mari kita bahas satu-satu
1. Risk to return
Metode ini mungkin salah satu yg paling banyak dipakai, karena perhitungannya tidak susah…kita cukup mencari return NAB RDS tsb dalam satu rentang waktu dan kita bagi dengan Standard Deviasi dengan rentang waktu yg sama sebagai resikonya. Makin besar nilai yg dihasilkan dari R to R ini makan makin bagus RDS tsb.
Bahasa sederhannya : dari degup jantung kita yg berdetak 1 x dapat menghasilkan return berapa kali?...
2. AUM Growth
Asset Under Management ini mengukur tingkat perkembangan dana kelolaan suatu RDS dan kepercayaan pemodal untuk meletakkan dana mereka dalam RDS tertentu, makin besar AUM growthnya maka bisa dikatakan makin popular RDS tsb, meskipun resiko dari AUM yg besar tetep ada yakni “progress”nya yg lambat (kelebihan dana barangkali)
3. Shrape Ratio
Sharpe Ratio juga sering digunakan sebagai tolok ukur mengukur RDS (termasuk di portal ini), bedanya dengan R to R adalah. Returnnya dikurangi dengan rate pembanding lebuh dulu (biasanya suku bunga bank) baru kemudian dibagi Standard Deviasi.
4. Beta 2 dan Alfa
Beta 2 adalah alat mengukur kemampuan market timing, makin besar nilainya, maka makin bagus RDS tsb
Sedangkan alfa adalah alat mengukur kemampuan stock selection.
Metode ini dikenalkan oleh Roy Henriksson dan Robert C Merton (pemenang economic nobel 1997)
Gimana cara ngukurnya?..wah maaf sekali, ane gak paham, liat paper cara ngukurnya rumit..daripada pusing2, (kalau ane) cukup sekedar tau apa itu Beta 2 dan Alfa.
5. Treynor Ratio
Treynor ini mirip dengan Sharpe Ratio, hanya saja Treynor ratio menggunakan Beta sebagai standard deviasinya. Dirumuskan sebagai penurangan antara return dengan free rate dan dibagi dengan Beta dari portofolio tsb.

Ane pribadi pakai R to R dan AUM sebagai fundamental analisa RDS.
Selain mudah, nggak njlimet operasi perhitungannya juga lumayan untuk mendapat datanya (www.bapepam.go.id/e-monitoring atau di portal ini)
Ane lakukan perhitungan ini mulai pertengahan 2006 dan ane update hingga Des ’07 terhadap RDS data bapepam yg tersedia dari Jan 2004. Reksadana Saham yang sudah exist dari Jan 04 – Des 07 adalah ABN Amro Indonesia Equity, Bahana Dana Prima, BIG Nusantara, BNI Dana Berkembang, Dana Santosa, RD Mawar, Fortis Ekuitas, Manulife Dana Saham, Nikko Saham Nusantara, Platinum Saham, Reksadana Maestro Dinamis, Rencana Cerdas, Schroder DPP, Si Dana Saham, TRIM Kapital…

Untuk RDS lainnya belum ane analisa sebab agak repot mencari titik start yg sama..(mungkin dalam kesempatan mendatang ane akan analisa, dengan RDS yg lebih banyak dengan rentang waktu yg juga sama).
Dari rentang data Januari 04 – Desember 07 dengan menggunakan R to R dan AUM, didapat rata2 R to R dari RDS diatas adalah 1,41 dan rata2 AUM growth 44,77%.

Dan dari range waktu Jan 04 – Des 07 diatas ternyata hanya 4 RDS yg kinerjanya berada diatas rata2 R to R dan AUM Growth yakni
Fortis Ekuitas (R to R : 2,6 , AUM : 292.72% dan return 446,64%),
Manulife Dana Saham (R to R : 2,00 dan AUM : 209,09%, dan return 349,7%),
Schroder DPP (R to R : 1,66, AUM : 57,09% dan return 324,89%)
dan TRIM Kapital (R to R : 2,59, AUM : 189,12% dan returnnya 498,22%)
(maaf, ini bukan promosi produk tertentu, dan bukan saran untuk memilih produk RDS tertentu, semua terserah kepada anda)

Setiap variable dan metode Analisa mungkin punya kelemahan dan kekurangan…hanya saja, kita mencoba mencari yg mudah dipahami dan mudah untuk dilakukan sendiri, dengan tidak mengabaikan tujuan dan obyektifitas analisa.
Ane sendiri masih terus belajar...

Salam,
Tukul - wong deso

emang gua pikirin ... hehehe

Passion4U's picture

betul kata bro kita dibawah ini ...
pertanyaan bro kosegu adalah jenis pertanyaan fundamentalis yang seyogyanya dijawab oleh orang fundamentalist ... bukan oleh orang technicalist seperti ane ...

orang technicalist itu orang yang males bro ... statement ini beneran lho dan akan jadi statement pembuka nanti waktu KDR (hehehe ada bocorannya nich KDR). Kenapa ane bilang begitu ... karena para fundamentalist sibuk mencari alasan kenapa sebuah saham bisa naik menjadi harga sekian didasarkan atas analisa macam-macam misalnya discounted cash flow dan sebagainya. orang technicalist akan ngomong seperti judul komentar ane ini "emang gua pikirin" ? mo karena ada action apa kek, mo karena adanya asumsi apa kek, yang penting kalo barangnya lagi diburu sama bandar dan harganya naik ya kita join the ride ... as simple as that ...

Bahasa inteleknya, Fundamentalist fokusnya pada kata "kenapa", Technicalist bilang gua nggak perlu tahu kenapa tapi yang lebih penting dari kenapa adalah "apa yang terjadi"

Kalo mau tahu perbedaan para fundamentalist dan technicalist, lihat contoh realnya dalam kasus saham MEDC saat ini.

Ditinjau dari sisi fundamentalist tidak ada yang salah dengan saham MEDC, perusahaannya bagus, manajemennya bagus, harga underlying commoditynya (oil) lagi naik setinggi langit, kalo anda bertanya ke analis perusahaan sekuritas manapun mereka akan berkata saham MEDC seharusnya naik secara fundamental. Tapi apa yang terjadi saat harga oil naik yang seharunsya menguntungkan MEDC, malahan harganya jatuh terus ... kenapa bisa begitu kalo nanya orang fundamentalist pasti mereka akan garuk-garuk kepala kebingungan menjawabnya ... coba aja iseng nanya ke analis siapapun kalo nggak percaya ...

kalo para technicalist sich EGP sama semua analisa fundamental yang dikemukakan diatas, kalo sahamnya lagi turun ya gua stay out ... kalo dia mo menunjukkan mau reversal baru ane join the ride ... sebodo teing sama harga oil dsb ... yang penting khan ane untung toch ... hehehe

nanti kalo bro ikut KDR, kalo sempet ane tunjukin chartnya MEDC dech biar ngelihat anomali dari saham MEDC yang membuat para fundamentalist kebingungan ... hehehe ... bingung pegangan dong ... hehehe

Newbie - P a s s i o n 4 U

TA + FA = Mungkinkah ?

EcoSyariah's picture

Bro Passion4U, Memang slalu jd mnarik jk 2 kutub TA & FA dihadapkan. Ane yg newbie sgt mnikmati diskusi di portal ini. Ane ngeliat bro P4U (CMIIW) dah EGP bgt dah sm yg namanya FA, bisa ksih alasan detail gak bro? Kalo mnurut ane sih… kyknya gak mungkin jg deh kl FA ditinggalin 1000%, paling tdk kt bisa dpt sinyal2 mengenai apa yg akan terjadi di bursa mlalui FA. Nah… untuk eksekusinya kt pake TA dah… bener gak sih? Mungkin gak TA dan FA bergandengan tangan menaklukkan bursa ? Kalo di prusahaan TA ini mungkin Engineering Dept dan FA ini Finance Accounting Dept kali ya? Mohon petuah suhu. 

Thx.

Syiar Syariah dengan RD Syariah

Tidak ada yang fully independen

Passion4U's picture

Bro Eco ... sebenarnya sich tidak ada yang full lepas dari fundamental atau technical. Saya sebagai technicalist juga memperhatikan sektor fundamental, kaitannya di mana, yaitu waktu memilih portfolio. Kalo kita mau masuk instrumen tertentu khan kita juga harus tahu sektor mana yang terbaik saat itu, misalnya saja kita tahu sekarang sektor oil (dan penggantinya seperti batu bara) dan sektor yang berkaitan dengan CPO sedang bagus, so kita harus mengalokasikan sebagian besar portfolio kita ke arah sana. nach kalo sudah tahu tinggal kita pilih aja perusahaannya, misalnya aja kalo batu bara mana yang mo kita pilih BUMI or PTBA, atau sektor CPO mana yang kita pilih AALI, LSIP, TBLA or UNSP. Analisa ini adalah bagian para fundamentalist. So kita juga harus ngerti fundamental walaupun tidak banyak. Luckyly sekarang para analis pada umumnya adalah kaum fundamentalist, so dengan membaca hasil research dari berbagai analis di sekuritas kita bisa mengetahui saham mana yang terbaik dalam sektor tersebut.

Nach kalo sudah dapat pilih sahamnya, kita tinggal tentukan timingnya ... kalo ini area para technicalist. ini areanya ane ... hehehe, kapan saat yang tepat memburu saham yang sudah kita pilih pake FA, jawabannya ada di TA (kalo anda mainnya jangka pendek), kalo jangka panjang banget ... mungkin nggak perlu TA, karena kalo panjang banget anda cukup perlu tahu kalo harganya secara overall sudah cukup murah sekarang dilihat dari sisi fundamental (anda nggak perlu terlalu melihat titik paling optimum).

So intinya, kalo menurut ane nich (bisa salah bisa bener hehehe), fundamental untuk memilih sahamnya (WHAT-nya), kalo technicalist untuk timingnya (WHEN-nya).

Dalam konteks reksadana, betul kata bro Tukul analisa fundamental tidak optimum kita pakai karena analisa WHATnya (pemilihan saham dalam portfolio reksadana) sudah dilakukan oleh para manager investasi (tapi bisa kita pake untuk menilai reksadana mana yang terbaik diantara yang lain, saya sangat setuju dengan bro Tukul bahwa Risk to Reward dan AUM Growth adalah salah satu indikator maksimum yang bisa kita pake untuk analisa fundamental di reksadana), nach tinggal masalah Timing yang akan kita coba dekati dengan analisa technical.

Tapi yang perlu kita ingat baik fundamental maupun technical itu hanya pendekatan yang didasarkan atas asumsi-asumsi dan probability. so tidak akan ada yang dapat 100 % menjelaskan pergerakan harga ... ini penting untuk dimengerti biar tidak menimbulkan over expectation. 

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Om Passion4U (ngeyel nih

wishnuputra's picture

Om Passion4U (ngeyel nih masih manggil om !) kayaknya ga pake ilmu ini deh. Soale ini mah cocoknya buat tipe investor, kalo buat trader atau swing trader ga pusing-pusing mesti ngitung valuasi saham...mau saham gorengan aja disikat...(tentunya pake ilmu, ga nanya dulu sama dukun atawa dapet wangsit semalem) !. CMIIW om !.

Kalo, BUMI booming semenjak ada "bisik-bisik tetangga" mau mengakuisi Kaltim Prima Coal KPC, saat itu  banyak analis curiga dari segi rasio keuangannya BUMI yang rasanya tidak akan mampu mengakuisisi KPC...makin jadi deh BUMI terbang.

Buat para suhu dan rekan yang sudah lebih tahu dulu,

Kayaknya boleh juga tuh bagi-bagi ilmu Treynor's, Markowitz, Sharpe,buat mengeksplorasi pertanyaan ini.  Karena bukan hanya saham tapi reksadana pun bisa dikalkulasi untuk menunjukkan bagus tidaknya portofolio. (pls, CMIIW).

Emang siy, banyak pendapat ga perlu pusing juga ngitung pake kayak gituan. Cukup ambil koran atau buka my reksadana liatin return reksadananya, selesai deh !.

Intinya, bukan itu tapi buka wawasan dan nambah ilmu pengetahuan. belajar dan berdiskusi dari yang lebih tahu lebih dahulu (inilah portalreksadana "make different", tempat belajar berinvestasi).

Tak tunggui ya om dan para suhu lainnya kiriman artikelnya...

 

Treynor's, Markowitz, Sharpe

kosegu's picture

Wah ada istilah baru lagi, boleh nih di share.....

maklum masih awam banget, newbie... ^_^

Makasih banyak Omm....

wishnuputra's picture

Om Passion4U,

Maaf nih rada OOT. Thank's ya om, dari om ane mulai "capetang" tentang investasi, reksadana, TA dan pake metastock (yang satu ini...buset deh mahalllll !!!!).

Dan baru bisa 'nganalisa pake TA yang sederhana dan masih terus belajar. So, lagi belajar meningkatkan kemampuan dulu di TA,FA dan mentalitas untuk terjun di bursa.

Hmm..sekarang ngikut RDS aja dulu deh, tapi...ngikut RDS juga sambil melototin IHSG (...inget pesen om, nyari RDS yang segendang sepenarian dengan IHSG...). Walaupun pada penerapannya sempet masih "salah posisi". Dan baru "capetang" setelah IHSG melorot terus. 

Rupanya DJ index punya kesaktian buat mempengaruhi indeks regional.

Nanya nih om, (maaf ya om Moderator Autogebet minta ijin rada OOT nih pertanyaannya)

Sekarang ane punya fasilitas RTI, Metastock dan sedikit belajar otodidak ilmu TA dan FA. Kalau mau "belajar praktek" trading yang OLT dimana ya galeri yang nyedia-in ?. Trus, kalau mau beli saham blue chips atau second liner, misalnya TLKM apa ditentukan minimum mesti beli berapa lot ? atau misalnya boleh 1 lot aja.

 Wish-nu "masih ijo"

 

Online Trading ...

Passion4U's picture

Bro Wishnu ...
Jangan panggil om dong ... gile ane khan masih muda ...
malahan jangan jangan bro wishnu yang lebih berumur daripada ane ... hehehe
buat online trading ... kayaknya ane udah pernah ngasi listnya ...
btw setahu ane yang udah bisa online trading
etrading securities, sarijaya securities, indo premier securities, phillip securities, apa lagi ya ... baru keinget segitu aja tuch hehehe ... silahkan di find sendiri no telpnya ...
emang ada yang membatasi kita beli saham ? kalo mo beli 1 lot ya beli satu lot aja ... nggak ada yg ngelarang ... mo online kek atau mo lewat telpon juga boleh aja order cuma 1 lot ... cuma bedanya kalo yang pake telpon tengsin sama customer servicenya, kalo yang online nggak pake tengsing soalnya kita cuma berhadapan dengan mesin... hehehe
Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Blessing in disguise

Anonymous's picture

Om Passion4U, bukankah kejatuhan bursa merupakan peluang bagi kita untuk membeli reksadana? BTW mungkin Om Passion4U bisa memberi kita tips-tips kapan saat kita beli reksadana dan kapan saat kita jual reksadana. Apa mungkin dalam trading reksadana kita terapkan strategi "hit and run" seperti dalam trading saham?
Mohon petunjuk suhu neh...!

Salam
shaleh.ida

Positive Thinking

Passion4U's picture

Betul sekali sis shaleh.ida, ane setuju sekali dengan pendapat sis, setiap kejatuhan bursa adalah peluang bagi kita. Kalo ane malah berprinsip apapun kondisi bursa mau naik kek, mau turun kek, mau sideways kek, ane nggak mau ambil pusing, karena di setiap kondisi itu ada strateginya masing-masing untuk tetap membuat investasi kita tetap growth.

Artikel yang ane tulis lebih ke arah peringatan terhadap yang sudah memiliki posisi saat ini bahwa ada peringatan dari para analis (walaupun belum tentu kejadian) tentang adanya event yang kalo terjadi akan cukup meresahkan kita semua.

Hit and Run, bisa saja sich di reksadana saham, walaupun kita tidak boleh terlalu agresif di reksadana saham, karena instrument reksadana ini memang intendednya untuk jangka yang lebih menengah, so kita pake indikator yang juga agak menengah juga lach ... beberapa artikel di portal ini sudah membahas tentang hal itu kok ... dengan jelas banget lagi sebenarnya ...

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Target utama

Risyadmum's picture

CMIIW,suhu... bukankah sasaran pertama para hedgefund adalah New Zealand dan Australia sebelum group emerging Asia non Japan?

Efek unwinding carry trade di tahun 1998

Passion4U's picture

Mbak Nur,

terlepas dari apakah kita sasaran utama ataukah tidak, efek dari unwinding carry trade pasti akan berhembus juga di bursa kita karena kita juga menikmati hasil dari aksi spekulatif para carry trader, tinggal masalahnya adalah seberapa besar efeknya bagi kita, sebagai contoh saat unwinding carry trade tahun 1998, periode agustus sampai dengan september 1998, bursa kita jatuh dari 480 menjadi 250 saja (berapa persen tuch ... coba dihitung ... nyaris 50% kejatuhan khan).

Tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi, malam ini saat melihat harapan bursa kita rebound hari senin nanti setelah dow malam ini terlihat naik 2% lebih.

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.