Pentingnya Rebalancing dan “Cicilan” Investasi

mnwiria's picture

Menyambung artikel terdahulu mengenai aset alokasi strategis, kali ini penulis akan mencoba memberikan ilustrasi mengenai pentingnya melakukan cicilan investasi secara berkala untuk mendapatkan imbal hasil portofolio yang optimal.

Dalam kesempatan ini penulis mencoba membuat simulasi untuk tiga strategi investasi:
A. No rebalancing, no injection (tanpa rebalancing, tanpa cicilan investasi)
B. Rebalancing, no injection (rebalancing, tapi tanpa cicilan investasi)
C. Rebalancing, with injection (rebalancing dengan cicilan investasi)

Pada strategi A, investor hanya menginvestasikan dananya di tahun pertama; tidak ada cicilan di tahun-tahun berikutnya dan bobot saham dan deposito tidak dikembalikan ke bobot pada saat awal investasi. Pada strategi B, investor melakukan rebalancing, yaitu dengan mengembalikan bobot saham dan deposito masing-masing ke level 20% dan 80% setiap awal tahun berikutnya, namun tidak menambah dana. Pada strategi C, selain melakukan rebalancing investor juga menambah dana untuk diinvestasikan pada setiap awal tahun.

Lebih lanjut, simulasi dilakukan dengan data berikut:
1. Rasio deposito terhadap saham adalah 70:30
2. Cicilan investasi setiap awal tahun sebesar 10% dari nilai investasi awal
3. Imbal hasil riil selama periode 1998-2007 untuk saham dan deposito

Data riil untuk imbal hasil saham dan deposito selama periode 1998-2007 adalah sebagai berikut:

Untuk mendapatkan investment yield dari ketiga skenario, dilakukan perhitungan IRR (Internal Rate of Return) untuk periode 1998-2007 di mana hasilnya adalah sebagai berikut:

Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa strategi C (rebalancing with injection) memberikan investment yield tertinggi.

Mungkin kemudian timbul pertanyaan bagaimana jadinya jika pasar mengalami penurunan seperti tahun ini, apakah strategi C juga akan terbukti paling unggul? Mari kita teruskan simulasi ke tahun 2012 dengan asumsi data pasar sebagai berikut:

Hasil simulasinya adalah sebagai berikut:

Dari tabel di atas terlihat bahwa jika simulasi diteruskan ke periode yang lebih panjang, ternyata strategi B (rebalancing, no injection) lebih unggul. Mengapa demikian? Karena penurunan sebesar 50% pada tahun 2008 tidak cukup untuk mengembalikan nilai investasi ke level tahun 2007. Kalau kita hitung posisi IHSG pada akhir 2007 yaitu di 2745 maka pada dengan asumsi pertumbuhan indeks seperti tercantum di tabel di atas IHSG baru mencapai level 2860, kurang lebih sama dengan level tertinggi yang pernah dicapai IHSG pada Februari 2008 sebesar 2830. Akibatnya jika anda exit pada tahun 2012, maka IRR strategi C akan lebih rendah dari IRR strategi B. IRR strategi C akan melampaui IRR strategi B jika anda exit saat kenaikan pasar sudah dapat menutupi koreksi dalam yang terjadi di tahun 2008. 

 

Comments

@ sis mel: rebalancing untuk cicilan investasi

mamahdzaky's picture

Sis Mel, artikelnya benar2 yahud dan bikin saya makin melek investasi. Sebagai newbie, saya butuh inputan dari sis Mel nih. Dalam investasi saya menggunakan metode cicilan dengan kemampuan Rp 1jt per bulan, dengan profil resiko saya yg konservatif, bagaimana sebaiknya saya membagi komposisi dari investasi tersebut. Selain itu, sesuai artikel sis Mel di atas, bagaimana cara melakukan rebalancing untuk investasi dengan metode cicilan seperti saya, agar portofolio selalu sesuai dengan profil saya yaitu konservatif. Selain itu, bagaimana cara merealisasikan keuntungan jika cara investasi saya adalah cicilan (yg artinya nilai investasi saya juga masih kecil). Wah, banyak ya pertanyaannya...mohon dijawab ya sis, trima kasih sebelumnya.

@yoebie

mnwiria's picture

Hi Yoebie,

Tentu saja bisa. Karena kamu melakukan DCA, maka kamu mengikuti skenario C (rebalancing dengan cicilan investasi).

Dari contoh yang saya

yoebie's picture

Dari contoh yang saya ceritakan apakah perhitungan rebalancing itu mengikuti set awal investasi yang 25%+75% ? apakah perkiraan return yang berbeda (25% dan 30%) tidak mempengaruhi terhadap perhitungan rebalancing.... terus terang saya masih bingung... :(

Terima kasih

DCA & Rebalancing

yoebie's picture

Salam kenal Sis Mel, dan salam kenal rekans sekalian.
Saya menemukan protalreksadana ini kira2 sebulan yang lalu. Dari sini saya banyak belajar tentang tingkat resiko dan tingkat return yang dapat kita capai... Saya mencoba untuk membuat suatu rencana (menggunakan tools my plan tentu-nya) dan dari rencana tersebut dihasilkan :

1. Untuk biaya pendidikan 4 tahun kedepan (return diperkirakan 25%) saya mengambil RD campuran dengan investasi sebulannya 1 juta (25% dari total investasi) dengan sistem DCA.
2. Untuk biaya pendidikan 10 tahun kedepan (return diperkirakan 30%) saya mengambil RD saham dengan investasi sebulannya 3 juta (75% dari total investasi) dengan sistem DCA.

Dengan data investasi tersebut diatas, mohon pencerahan dari Sis Mel ataupun dari rekans yang lain mengenai pertanyaan saya berikut ini; Apakah sistem investasi saya tersebut dapat dilakukan Rebalancing per-tahun ? mengingat bahwa dalam tahap awal dari investasi saya sudah memperkirakan return yang akan saya dapatkan pada saat investasi tersebut jatuh tempo sehingga saldo investasi yang saya dapatkan saat akan melakukan rebalancing adalah saldo yang sebenarnya sudah diperhitungkan dalam rata2 return yang akan saya dapatkan kemudian hari (saya takutnya jika dilakukan rebalancing, maka hasil akhir dari investasi tsb kurang dari apa yang diperkirakan). Jika dapat dilakukan rebalancing, bagaimana cara untuk melakukannya ?

Terima kasih...
salam dari yoebie yang newbie

sis mel... Excel

dodolz11's picture

sis mel... Excel spreadsheet-nya apakah sudah bisa d sebarluaskan ??? apakah dengan menggunakan itu bisa memprediksi presentase tahun-tahun ke depan ?? Trims..

DCA plus deposito

peter.hermawan's picture

Artikel yang keren. Hanya saja cara ini gak bisa diaplikasikan untuk orang2 yang cabut (baca : cutloss) ketika saham terjun bebas ya ?

Saya sempat out ketika investasi saya sudah -20%. Sekarang lagi pegang cash. Nah, saat ini saya rutin aja average down tiap bulan. Selisih cash saya masukkan ke deposito yang saya pecah kecil2. Sehingga untuk pengambilan tidak dikenakan pinalti.

Apakah cara ini cukup efektif ?

TIA 

cut loss

mnwiria's picture

Hallo Peter,

Maksud dari penulisan artikel saya adalah bahwa rebalancing diperlukan agar investor bisa mengelola resikonya. Pada saat pasar saham naik kencang, pasti porsi saham di portofolio naik melebihi porsi awal, sedangkan porsi deposito turun. Sebaliknya, jika pasar saham sedang turun drastis, maka porsi saham di portofolio akan turun lmenjadi ebih rendah dari porsi awalnya sedangkan porsi deposito naik. Dengan melakukan rebalancing, maka investor dapat mengelola risikonya. Misalnya dengan rebalancing saham/TD ke rasio 40/60 setiap awal tahun, berarti investor bisa membatasi eksposurnya pada level tersebut.

Keputusan investor untuk menahan, menambah ataupun cut loss saat pasar saham mengalami koreksi semuanya adalah pilihan yang rasional karena setiap investor memiliki kebutuhan investasi, horison investasi serta profil risiko yang berbeda-beda. Jika memang investor memiliki kapasitas menunggu, maka ia bisa bertahan atau bahkan menambah investasinya di saham, mumpung saham lagi obral. Sebaliknya, kalau ternyata si investor butuh uang atau merasa hidupnya terganggu akibat koreksi pasar ini, maka boleh-boleh saja ia melakukan cut loss.

Saya tidak bisa mengatakan apakah strategi anda bagus atau tidak karena saya tidak mengetahui kebutuhan investasi dan profil resiko anda. Selama strategi anda bisa memenuhi kebutuhan likuiditas serta tidak mengakibatkan hidup anda terganggu, tidak ada salahnya anda meneruskan apa yang sudah anda lakukan. Yang jelas, ada banyak strategi investasi dan hasilnya tentu bervariasi, tinggal pilih mana yang pas bagi anda.

@sis MEL

ma_kara's picture

sis mel.... saya ingin menerapkan rebalancing....

dengan kondisi RD saham=90%, deposito= 10%, target return 30%/tahun, dgn kondisi  kelebihan return dimasukan deposito kekurangan return ambil dr deposito. namun sistem saya DCA. bagaimana merumuskan nya sis...? "target return-DCA-Rebalancing"..... mudah2 an petanyaannya tdk membingungkan.

 

thanx

ma_kara

Strategi D

barkah's picture

Sis, kalau No Rebalancing, with injection, bisa masuk ke "strategi D" gak?

Saat ini saya mempunyai deposito sekian lalu setiap bulan keuntungan deposito tersebut dimasukan ke RD (baik dalam kondisi bearish maupun bullish), jadinya nilai deposito tetap tetapi nilai RD nya bertambah. Masuk dalam kategori manakah saya ini? Apakah menurut Anda strategi ini cukup baik?

no rebalancing, with injection

Anonymous's picture

Bisa saja, tapi poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa rebalancing penting dilakukan untuk mengelola resiko. Dengan menyesuaikan komposisi portofolio kembali ke rasio semula (misalnya 30% saham dan 70% deposito) maka kamu bisa membatasi eksposur kamu di saham.

Minta izin

barkah's picture

Sis Mel, artikel Anda sangat menarik. Saya cuma minta izin untuk dicopas ke blog saya, nanti saya tulisin dari Melinda Natalia Wiria sebagai sumber yang saya dapat.

Terimakasih ya atas kerja samanya. :)

artikel

Anonymous's picture

Hallo Barkah,

Mungkin sebaiknya jangan dicopas dulu ya karena saya belum terlalu puas dengan artikel ini. Masih ada yang kurang menurut saya...

sangat menarik ...

Passion4U's picture

Sis mel yang baik hati ...

Ilustrasi sis mel sangat menarik ...

Terus terang ane termasuk dalam kategori ke-3 ... rebalancing dengan injection ... cuma ada sedikit perbedaan, injectionnya tidak dilakukan di awal tahun tapi tiap bulan (DCA ... injection no timing, hanya untuk disiplin), sedangkan rebalancing (untuk total amount) dilakukan sepanjang tahun tergantung keadaan dengan menggunakan timing berdasarkan Technical Analysis ...

Sebenarnya pengen juga sich mengkalkulasi dan mengcompare hasilnya dengan strategi yang diberikan sis mel ... tapi kayaknya ribet ngitungnya hehehe ... at least ada sedikit kesamaan dengan strategi sis mel lach ...

Ane juga pengen nanya seperti halnya bro dunkz, gimana sis mel memprediksi future performance (sampe 2012), tapi kayaknya ini dilakukan dengan menggunakan jurus "ekspektasi" ya sis hehehe ...

Terima kasih untuk telah berbagi ilmu ya sis mel ... btw request artikel ane gimana sis, apakah sudah selesai diconstruct ? hehehe ...

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.

utang artikel

Anonymous's picture

Hallo Bro Passion4U,

Oh saya ingat sekarang... saya masih berhutang artikel ttg pilihan instrumen investasi berdasarkan siklus ekonomi ya? Sekarang lagi dikerjakan nih, tapi kelihatannya bakalan memakan waktu agak lama karena harus cari bahan sekaligus berpikir keras bagaimana caranya agar bisa menerangkan dengan bahasa yang mudah dipahami. Lagian saya ini tukang insiyur bukan ekonom, jadi nulis artikelnya sambil belajar nih... :p

request artikel

mnwiria's picture

Hallo Bro Passion4U,

Apa yang dimaksud rebalancing berdasarkan analisa teknikal? Ini baru buat saya jadi mungkin Bro bisa menjelaskan - syukur2 dalam bentuk posting artikel supaya semua member bisa ikut menikmati.

Kalau Bro bisa membuat perhitungan hasil investasi berdasarkan strategi yang Bro lakukan selama ini (DCA tiap bulan tanpa timing, rebalancing tahunan dengan bantuan analisa teknikal), boleh dong dimuat sebagai artikel. Saya yakin akan sangat bermanfaat untuk para member, khususnya para swingers :)

Saya masih berhutang artikel apa ya sama Bro? Sorry lagi agak hectic minggu lalu jadi saya benar-benar lupa. Tolong ingatkan saya lagi ya. Thanks sebelumnya.

rebalancing

ma_kara's picture

sis mel. bro passion n bro/sis kontributor

 saya tertarik ide dengan tema yg membahas soal

"DCA tiap bulan tanpa timing, rebalancing tahunan dengan bantuan analisa teknikal" lebih asik lg kl ada simulasi hitungannya...

 mudah2 an artikel dengan tema di atas ada yg membahasnya n sharing...

 thanx

rebalancing ...

Passion4U's picture

Sebenarnya artikel tentang rebalancing dengan TA sudah tersirat dalam artikel MA (Moving Average) ane ... cuma sayangnya sebenarnya ane sudah bukan pake MA lagi (it's too lagging for me). So kalo mo membuat perhitungan hasil investasi dengan strategi ane sekarang agak susah dilakukan tanpa harus membongkar habis performance portfolio ane (hehehe ... ketahuan dong rahasia dapur ane). Lagipula mengunakanTA intermediate sebagai toolsnya cenderung membingungkan buat yang lain, soalnya sangat tidak mudah dijelaskan dan sangat susah diikuti (jadi terkesan tidak konsisten, padahal parameter TA khan banyak banget dan pengalaman memainkan peranan yang sangat penting dalam judgement)

So yang paling mungkin dilakukan adalah tetap menulis artikel dengan bahasa sederhana (pake TA moving average aja) dengan DCA tiap bulan ... entar ane pikir dech gimana cara ngitungnya yeee ... mungkin nanti ane bikin dengan time frame seperti yang sis bikin sehingga bisa dicompare apple to apple dengan parameter yang agak real (memperhitungkan swithching fee, subscribe fee, dsb).

Seorang Newbie - P a s s i o n 4 U

Don't walk in front of me, I may not follow. Don't walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my friend.

Nanya nih..

freddy_vesalius's picture

Maaf masih baru banget ni, ga ngerti apa2. Kalo rebalancing itu maksudnya gmn? Trus "Pada strategi B, investor melakukan rebalancing, yaitu dengan
mengembalikan bobot saham dan deposito masing-masing ke level 20% dan
80% setiap awal tahun berikutnya, namun tidak menambah dana." maksudnya gmn y?mohon penjelasan.maklum org awam baru belajar.

rebalancing

mnwiria's picture

Hallo Freddy,

Yang dimaksud dengan rebalancing adalah mengembalikan komposisi portofolio seperti semula. Misalkan portofolio kamu terdiri atas 20% saham dan 80% deposito, maka setiap awal tahun berikutnya kamu kembalikan lagi komposisi portofoliomu ke level tsb.

Untuk lebih jelasnya, coba saya ilustrasikan dengan angka - saya pakai angka sederhana supaya gampang menghitungnya ya. Misalkan pada tahun pertama kamu menginvestasikan 100 dengan komposisi 20% di saham dan 80% di deposito - jadi kamu menginvestasikan 20 di saham dan 80 di deposito. Setelah 1 tahun imbal hasil investasi di saham +50% sedangkan deposito +10%. Jadi pada awal tahun kedua portofoliomu tumbuh menjadi 20 x (1+50%) + 80 x (1+10%) = 30 + 88 = 118.

Nah bagaimana dengan komposisi portofoliomu pada awal tahun kedua? Porsi saham menjadi 30/118 = 25.42% sedangkan porsi deposito menjadi 88/118 = 74.58%. Rebalancing berarti kamu mengembalikan porsi saham ke 20% dan deposito ke 80%, yaitu dengan merealisasikan keuntungan di saham dan memasukkannya ke deposito.

Apa manfaat rebalancing? Rebalancing adalah cara untuk mengelola resiko. Dengan selalu mengembalikan komposisi portofolio ke level 20/80 seperti contoh di atas, berarti kamu membatasi eksposur kamu terhadap saham sebesar 20%. Selain itu rebalancing sejalan dengan prinsip investasi "buy low, sell high". Mengapa demikian? Karena pada saat pasar saham naik kencang kamu bisa melakukan profit taking (sell high) karena komposisi saham di portofoliomu naik melebihi batas maksimum yang bisa kamu terima (dalam contoh di atas adalah sebesar 20%). Sedangkan saat pasar saham, porsi saham di portofoliomu juga akan turun sehingga kamu punya ruang untuk menambah (buy low).

Yang dimaksud dengan injection atau cicilan investasi adalah dengan menambah dana untuk diinvestasikan pada setiap awal tahun. Jadi kalau kita teruskan ilustrasi tadi, jika misalnya kita memasukkan cicilan 10 tiap tahun, berarti pada awal tahun kedua kamu akan menginvestasikan 118 + 10 = 128. Baru kemudian kamu melakukan rebalancing sehingga jumlah yang diinvestasikan di saham menjadi 20% x 128 = 25.6 sedangkan di deposito sebesar 80% x 128 = 102.4.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa membaca artikel saya yang berjudul "Alokasi Aset Strategis". Artikel itu menunjukkan perlunya rebalancing.

Nanya

dunkz's picture

Jadi pengen tau. Untuk simulasi sampai th 2012 gimana cara forecastnya sis?

Mungkin teman2 di sini banyak yang belum ngeh apa itu IRR, mungkin bisa dijelaskan lebih lanjut :)

Kalau seandainya komposisi portfolionya diubah gimana hasilnya ya?Kalau dari perhitungan, saya lihat komposisi portfolionya sangat konservatif (80% deposito).

 

"invest your time before invest your money"

visit my blog at http://warung-reksadana.blogspot.com

dan http://parahita.wordpress.com

re: pertanyaan Bro Dunkz

mnwiria's picture

Hallo Bro Dunkz,

Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat imbal hasil di mana net present value dari total arus kas dalam suatu proyek adalah nol - karena itu IRR juga dikenal dengan istilah discounted cash flow return. Perhitungan IRR melibatkan semua arus kas, baik inflow (dinyatakan sebagai bilangan positif) maupun outflow (bilangan negatif). Konsep IRR ini mengekspresikan imbal hasil riil dari suatu investasi.

Dalam konteks investasi yang saya simulasikan, misalkan investor menginvestasikan 100 di tahun pertama kemudian melakukan cicilan investasi selama 3 tahun sejumlah 10 tiap tahunnya sehingga tercapai hasil 225 pada akhir tahun ketiga. Maka arus kasnya adalah -100, -10, -10, -10 dan +225. Kemudian dengan fungsi IRR di Excel kita bisa menghitung berapa IRR-nya. Misalkan IRR-nya adalah 12% berarti investasi ini menghasilkan imbal hasil riil 12% per tahun.
Untuk penjelasan lebih detil bisa dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Internal_rate_of_return.

Mengenai imbal hasil saham utk periode 2008-2012, angkanya hanya asumsi saja, tidak ada metode khusus untuk mendapatkannya. Hanya pertimbangan saya memasukkan angka tsb adalah dengan mengikuti pola imbal hasil periode 1998-2001 di mana setelah koreksi sangat dalam di tahun 1998, kinerja IHSG masih minus di tahun 1999 tapi sangat kecil minusnya, sedangkan utk periode 2000 ke atas sudah rebound menjadi positif dan bahkan melesat. Tujuan dari meneruskan simulasi sampai ke 2012 adalah untuk menguji apakah dengan adanya koreksi tajam sekali lagi (setelah krisis 1998) hasilnya tetap konsisten, yaitu bahwa strategi rebalancing with injection memberikan imbal hasil tertinggi.

Kebetulan simulasi yang saya buat di Excel memungkinkan kita untuk mengubah-ubah berbagai parameter (misalnya komposisi portofolio, imbal hasil 2008-2012) dan melihat bagaimana hasilnya. Sejauh ini saya sudah mencoba dan hasilnya konsisten, bahwa strategi rebalancing with injection adalah yang paling optimal.Kalau Bro tertarik nanti saya kirimkan Excel spreadsheet-nya, sekalian minta tolong dicek apakah simulasinya sudah benar :p

rebalancing

ma_kara's picture

sis mel....

saya jg ingin menanyakan kl kita no rebalancing dan injection...

seperti apakah simulasi hitungannya......?

untuk Excel spreadsheet rebalancingnya... wah kita2 menunggu neh di posting...

thanx ya sis....

salam

Excel spreadsheet

mnwiria's picture

Wah saya blm sempat membuat simulasi utk strategi no rebalancing with injection.

Sebelum saya buat simulasinya, mungkin kamu bisa menjawab pertanyaan2 berikut supaya kita bisa menentukan parameter untuk simulasinya:
- Berapa jumlah injectionnya per tahun?
- Bagaimana pola injectionnya: apakah dibagi ke saham dan deposito atau hanya ke salah satu?
Kalau dibagi ke 2 asset class tsb, bagaimana porsi pembagiannya?

- newbie -

viar's picture

wah pembahasan nya "expert" banget yah... saya bingungtapi kayaknya analisa rekan rekan di siniasik asik yaah.. hehheh

oya... perkenalkan saya, Oktaviar Rahmat, saya ikut reksadana mulai awal tahun ini.
Kaget juga ketika harga anjlok, tapi membaca-baca portal ini jadi merasa nyaman.

Terus terang  apakah ada panduan untuk definisi istilah istilah yang dipakai kalau bisa diberi penjelasan singkatnya.
Agar saya bisa terjun juga mengikuti mailing list ini. atau apakah ada buku yang menjadi referensi pemula seperti saya

Dan apakah harus orang yang berlatar belakang ekonomi ya?
Atas segala pencerahan saya ucapkan terimakasih

Terimakasih

viar's picture

Wah... terimakasih rekan rekan, terus terang sebagai pemula, saya tertarik dengan reksadana dibanding langsung main saham karena tidak perlu banyak membuang waktu untuk memonitor pasar, seperti yang dilakukan jika kita main saham... dengan begitu saya bisa bekerja dengan tenang, cuma hanya melihat indeks IHSG, kalau pas turun, dan pas ada duit yaa top up.

satu yang saya pelajari dari portal ini, yaitu duit yang kita gunakan untuk ber-investasi adalah uang yang benar - benar idle, yah kira kira 2-3 tahun belum kita pergunakan, jadi kita dapat berinvestasi secara sehat dan "tidak stress"

betulkan ya?

kapasitas menunggu

mnwiria's picture

Ya benar, investasi di reksa dana saham sebaiknya hanya dilakukan bagi investor yang punya kapasitas menunggu (tidak punya kebutuhan likuiditas dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun).

Kapan kita melakukan redeem ?

viar's picture

Wah berarti saya sudah dijalan yang benar, secara naluri saya sudah klik untuk "kapan harus melakukan top up", tapi setelah itu saya bingung dan belum klik untuk "kapan redeem yang tepat", yang saya pikir dan rencanakan sekarang yaitu : ketika beli di cicil dengan catatan pas harga turun, tapi ketika harga naik (dan cocok harganya) saya akan melakukan redeem untuk semua reksadana yang saya miliki, yang juga berarti bahwa saya merealisasikan keuntungan dan memulai dari awal lagi.

Mungkin saya perlu untuk belajar teori teori diatas, agar reksadana yang saya miliki dapat memaksimalkan keuntungan dan ada kontinuitasnya seperti Sis Mel dan rekan rekan jelaskan.

Terimakasih sekali lagi

 

 

kapan redeem

mnwiria's picture

Ada 3 keadaan di mana investor perlu melakukan redemption:
1. Rebalancing portofolio
2. Butuh uang
3. Cut loss

Redemption dalam rangka rebalancing dilakukan untuk mengembalikan komposisi portofolio ke porsi semula, misalnya ke 60% deposito dan 40% saham. Redemption dilakukan terhadap asset class yang mengalami kenaikan sehingga porsinya di portofolio meningkat melebihi porsi semula sehingga perlu dipangkas ke level semula. Misalnya pada tahun lalu di mana pasar saham naik kencang, maka investor bisa redeem sebagian dari unit penyertaan reksa dana sahamnya untuk mengembalikan porsinya ke level semula. Dengan demikian, investor bisa merealisasikan keuntungannya di reksa dana saham sekaligus mengembalikan eksposur maksimalnya di saham.

Pada kondisi butuh uang, investor melakukan redemption karena kebutuhan likuiditas sehingga mau tidak mau harus mencairkan investasinya. Untuk investasi di saham, mengingat harganya berfluktuasi maka sebaiknya dana yang diinvestasikan sebaiknya dana yang memang menganggur paling sedikit 1 tahun (malah kalau bisa > 3 tahun) sehingga investor punya kapasitas menunggu. Mengapa demikian? Karena kalau tidak punya kapasitas menunggu maka investor bisa dihadapkan pada kondisi butuh uang saat kondisi pasar saham sedang turun sehingga redemptionnya dilakukan pada harga yang rendah.

Untuk kondisi cut loss, tindakan ini dilakukan karena investor ingin mencegah kerugian lebih lanjut. Tindakan cut loss sama sekali tidak dilarang dan sah-sah saja dilakukan, asal dilakukan dengan pertimbangan matang di mana investor memiliki alasan mengapa ia melakukan cut loss serta menyadari implikasinya. Ada fenomena unik yang sering tidak disadari investor, yaitu bahwa semakin dalam koreksi pasar, sebenarnya makin kecil peluang investor melakukan cut loss. Lebih detilnya bisa anda baca di artikel saya yang berjudul "Implikaso Cut Loss".

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan redemption? Yang jelas untuk investasi di reksa dana anda perlu time in the market, bukan timing the market, jadi anda tidak akan pernah tahu kapan pasar sedang berada di kondisi tertinggi atau terendah (karena kalau anda tahu tentunya anda tidak perlu bekerja, cukup di rumah saja jual beli saham). Yang paling penting dalam berinvestasi adalah disiplin dan kesabaran karena dengan kedua modal itulah anda bisa memenuhi kebutuhan investasi serta mengelola risiko.

Semoga penjelasan ini membantu.

buku ttg reksa dana

mnwiria's picture

Untuk buku panduan mengenai reksa dana, anda bisa membaca "Berwisata ke Dunia Reksa Dana" karangan Eko P. Pratomo. Buku ini menerangkan konsep reksa dana secara lengkap dan sangat mendasar sehingga mudah dimengerti dan sangat berguna bagi investor pemula. Nukilannya juga tersedia dalam bentuk PDF file di pusat reksa dana Bapepam (www.bapepam.go.id).

Mengenai latar belakang pendidikan, untuk menjadi investor reksa dana tidak perlu punya latar belakang jurusan ekonomi koq. Ilmunya juga tidak terlalu sulit, yang penting mau belajar.Saya sendiri bukan dari fakultas ekonomi lho - saya ini "tukang insinyur" kalo kata babenya si Doel :p

istilah investasi dan ekonomi

Anonymous's picture

Hallo Viar,

Terima kasih atas masukannya.

Untuk definisi istilah investasi dan ekonomi memang sampai saat ini setahu saya (mohon dikoreksi kalau saya salah...) saya belum menemukan buku atau situs Internet yang memuat. Saya pribadi punya beberapa buku ensiklopedia bisnis dan ekonomi serta buku-buku finansial, tapi memang karena latar belakang saya di financial engineering waktu kuliah dulu. Kalau situs Internet mungkin bisa dicoba www.investopedia atau www.wikipedia.org. Wikipedia tersedia dalam versi Bahasa Indonesia juga, tapi sayangnya saya tidak tahu persis seberapa lengkapnya.

saya harus mohon maaf belum

autogebet's picture

saya harus mohon maaf belum sempat merealisasikan Kamus Istilah. beberapa rekan (spt Passion4U) sudah menyumbang bbrp definisi, dan ini tetap saya simpan. mungkin nanti saya coba buat satu artikel utk bisa kita "keroyok" bareng, siapapun bisa merequest definisi, atau menyumbang definisi.

kamus istilah

Anonymous's picture

Bro,

Mungkin sebaiknya dibuatkan satu fitur tersendiri di Portal Reksadana yang memuat berbagai istilah.

Setuju, kita kerjakan keroyokan kayak Wikipedia aja biar efisien dan cepat kelar :)

Mohon dibuatkan excel spreadsheet

farrel's picture




Dear Sis Mel,

<!--[if gte mso 9]>

Normal
0




false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE













MicrosoftInternetExplorer4













<![endif]--><!--[if gte mso 9]>
DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
LatentStyleCount="267">
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/>


















UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/>

UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/>

UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/>

UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/>
UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/>



<![endif]-->

Setelah membaca tulisan sis tentang rebalancing, saya jadi tahu pentingnya rebalancing.Cuma saya bingung bagaimana menghitungnya. Saya adalah pembeli RD ketengan (TOP UP/bln sedikit2)  , mohon dibuatkan excelnya spy saya bisa menghitung.

KASUS:

TOP UP/bln 1.5jt --> Langsung masuk ke RDS semua.

Pasar Uang --> kalau ada uang sisa.

Total Dana yg sdh saya keluarkan untuk beli RD:

RDS 23.500.000

PU 46.000.000

Nilai Investasi saya saat ini adalah:

RDS 12.485.430,93

PU 47.402.895

1. Berapa komposisi rebalancing dng kasus seperti diatas?

2. Perhitungan rebalancing dari dana yg dikeluarkan/dari nilai investasi saat ini?

3. Bagaimana perhitungan rebalancing dng TOP UP 1.5jt/bln langsung ke RDS

4. Tolong dibuatkan juga dng jumlah diatas saya ingin komposisinya 25:75, berapa total seharusnya RDS dan PUnya.

Maaf Sis kalau pertanyaaanya banyak dan O'o, krn saya benar2 newbie di RD.

Terima kasih atas jawabannya.

Farrel

 

 

membuat Excel spreadsheet

Anonymous's picture

Hallo Farrel,

Kalau melihat kasusmu, berarti selama ini kamu sudah melakukan injection, tapi belum melakukan rebalancing.

Membuat Excel spreadsheet-nya tidak sulit koq. Saya terangkan langkah-langkahnya ya supaya kamu bisa mencobanya sendiri. Sebagai ilustrasi saya berikan 2 strategi: (1) rebalancing tanpa injection dan (2) rebalancing dengan injection.

(1) rebalancing tanpa injection
Misalkan kamu ingin mempertahankan rasio RDS/RDPU sebesar 25/75 dan pada tahun pertama kamu menginvestasikan 100. Berarti kamu menginvestasikan 25% x 100 = 250 dan 750 di RDPU.
Misalkan pada tahun pertama RDS memberikan imbal hasil 50% sedangkan RDPU 10%. Berarti pada akhir tahun pertama portofoliomu tumbuh menjadi 250 x (1+50%) + 750 x (1+10%) = 1200. Bagaimana dengan komposisi portofoliomu? Porsi RDS menjadi 250 x (11+50%)/1200 = 31.25% sedangkan di RDPU menjadi 68.75%. Tidak 25/75 lagi bukan? Maka kamu perlu melakukan rebalancing: pada awal tahun kedua investasi di RDS harus = 25% x 1200 = 300 sedangkan di RDPU sebesar 900. Ini berarti kamu harus merealisasikan sebagian keuntungan dari RDS dan memasukkannya ke RDPU. Demikian seterusnya untuk tahun-tahun berikutnya, hitung jumlah total portofoliomu kemudian bagi lagi berdasarkan rasio 25/75 untuk tahun berikutnya.

(2) Rebalancing dengan injection
Misalkan kamu menggunakan data seperti contoh (1) di atas, namun kamu juga menambah investasi sebesar 10 setiap awal tahun. Berarti pada awal tahun kedua dana yang bisa kamu investasikan adalah 1200 + 10 = 1210, sehingga porsi yang harus kamu investasikan di RDS = 25% x 1210 = 302.5 sedangkan di RDPU = 907.5. Demikian seterusnya untuk tahun-tahun berikutnya, hitung jumlah portofoliomu setiap akhir tahun, tambahkan injection untuk mendapatkan jumlah dana yang bisa kamu investasikan di tahun yang baru. Baru kamu lakukan rebalancing untuk mendapatkan berapa yang harus kamu taruh di RDS dan berapa yang di RDPU.

Semoga penjelasan ini membantu.

Rebalancing

Ady_mulya's picture

Hi Sis,

Saya juga punya masalah ttg rebalancing, bagaimana menerapkan nya dalam melakukan investasi,mungkin sis bisa bantu saya dalam melakukan rebalancing,akan lebih baik jika saya bisa tau alamat email sis.

Thanks be 4

Minus rebalancing

noverry's picture

Dear Sis,

 

Kalau lagi minus gini RDS nya apakah harus di rebalancing juga

dengan me-redeem Deposito or Obligasi.?

Thanks.. 

rebalancing

mnwiria's picture

Rebalancing berjalan terus, baik dalam kondisi pasar naik maupun turun. Saat kondisi pasar saham naik, berarti porsi saham di portofoliomu juga akan naik sehingga dengan rebalancing berarti kamu melakukan profit-taking dengan menjual sebagian sahammu dan menginvestasikan hasilnya ke asset class lain, baik deposito/pasar uang atau obligasi.

Sebaliknya saat pasar saham turun berarti porsi saham di portofoliomu juga turun sehingga kamu memiliki ruang untuk menambah porsi sahammu.

Penerapan Rebalancing

Ady_mulya's picture

Sis,
Bisa bantu dgn menggunakan spred sheet atau yg lain, yg menurut Sis lebih mudah menjabarkan penerapan rebalancing, karna jujursaja sangat susah penerapan nya, terutama bila disertakan dengan strategi yang lain nya.

Setuju

wibowo86's picture

saya juga sedang mulai melakukan pembelian reksadana, dan saya berniat melakukan rebalancing , pertanyaan nya,, rebalancing baiknya di lakukan di awal tahun atau akhir tahun,
lalu untuk menemani RD saham, sebaiknya saya membuka deposito atau RDPT?
mohon di jawab,, bener2 masih newbeeee,,,,

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.