Reksadana vs Unit Link

Tue, 05/04/2010 - 19:18
rdlshell's picture

Untuk kesekian kalinya saya menjawab pertanyaan tentang Unit Link (UL) yang ingin diberhentikan. Sebelum membahas UL, saya akan memberikan sedikit wacana untuk Bro & Sis tentang Perencanaan Keuangan. Ada lima langkah (piramida) dalam perencanaan keuangan:

Tidak perlu saya jelaskan satu persatu, pada intinya setelah kebutuhan dasar terpenuhi, maka yang harus dipenuhi berikutnya adalah pengelolaan resiko yang saat ini menggunakan media asuransi. Melakukan perencanaan keuangan keluarga ataupun pribadi, hukumnya wajib untuk melakukan pengelolaan resiko dari, cacat tetap total, penyakit kritis, meninggal terlalu cepat dan harta benda. Mengapa begitu? Cacat tetap total, dan penyakit kritis (jatung, kanker dll), adalah yang dapat menguras harta kekayaan kita yang sudah dikumpulkan bertahun tahun. Sedangkan resiko meninggal terlalu cepat bila tidak dikelola resikonya dapat menyebabkan keluarga yang ditinggalkan terlantar. Pada umumnya di negera tercinta ini setelah Basic Needs terpenuhi, lalu loncat ke Hard Asset, sedangkan bagi Bro & Sis yang mengetahui sedikit tentang paper asset khususnya reksadana dari Basic Needs loncat ke Paper Asset.

Apa alasannya masyarakat tidak suka membeli asuransi? Tidak suka karena produknya? Perusahaannya? Atau penjualanya yang mengatakan UL adalah investasi, atau karena penjualnya saudara dekat, atau karena penjualnya memaksa Anda membeli UL? Apapun alasannya setiap orang memerlukan asuransi. Sayangnya banyak orang yang merasa terjebak dalam satu produk yang asuransi yang mempunyai kandungan investasi (Unit Link). Entah karena apa, dalam beberapa waktu (bulan atau tahun) pembeli unit link mulai tersadarkan bahwa yang dibelinya adalah bukan murni investasi, sehingga pembeli unitlink tersebut mulai ragu, dan ingin memberhentikan UL dan menggantinya dengan instrument investasi lainnya.

Saya akan mulai membahas mengapa Unitlink seolah olah menjadi “buah simalakama” bagi pembelinya. terbuat dari apakah produk ini? sehingga menjadi pertentangan diantara Independen Financial Planner, agen asuransi, bahkan Financial Planner Berafiliasi (yang bergabung dengan perusahaaan asuransi). Seolah-olah agen asuransi dan Financial Planner Berafiliasi seolah-olah “dimusuhi” oleh Independent Financial Planner. Sehingga UL menjadi buah simalakama? Pembeli unit link lebih mempercayai Independen Financial Planner, walaupun menurut saya “saran tentang membeli termlife” belum tentu tepat bagi semua orang.

Dan pada alinea ini saya akan membahas terbuat dari apakah produk ini? Unitlink merupakan adonan sebuah produk asuransi termlife plus biaya mortalita + investasi dan biaya lainnya, termasuk komisi dari agen (sudah sewajarnya penjual asuransi mendapat komisi, karena seluruh biaya operasional dalam menjual asuransi ditanggung oleh agen yang penghasilannya based on commission). Unit Link lahir dari kebutuhan masyarakat, dikarenakan produk asuransi tradisional terlalu kaku, dan akhirnya lahirlah produk unitlink dengan tiga macam pembayaran premi:

  • PREMI BERKALA, merupakan dasar perhitungan uang pertanggunan.Dari premi berkala biaya-biaya dipotong. Cara pembayaran adalah regular, bisa bulan, triwulanan, semesteran, tahunan. Setiap perusahaan asuransi mempunyai kebijaksanaan masing-masing dari penggunaaan premi berkala, misalnya : tahun pertama seluruh pembayaran premi diperuntukan biaya-biaya artinya tidak teralokasi untuk investasi, tahun kedua dan berikutnya alokasi pembayaran biaya-biaya makin sedikit, dan alokasi investasi bisa mencapai 100 persen pada tahun ke 5, dan tahun ke 6 alokasi untuk investasi dipastikan 100 persen, dan biaya-biaya asuransi dipotong dari hasil investasi.

    Contoh : usia 30 tahun, pembayaran premi 500rb/bulan, bila meninggal mendapat 325 juta, bila terkena sakit kritis mendapat 325 jt, cacat tetap karena kecelakaan ataupun penyakit 325 jt. Bayangkan bila Anda baru berinvestasi 1 tahun setiap bulan 500 rb, tiba-tiba terkena serangan jantung? Dari mana anda akan mendapat uang untuk berobat? Ngambil tabungankah? Pinjamkah? (jangan lupa hutang itu diwariskan). Hasil investasi yang terbentuk pada produk Unit Link, dicadangkan untuk pemotongan biaya biaya asuransi, bila sewaktu-waktu telat membayar, sehingga asuransi tetap berjalan.
     

  • PREMI TOP UP BERKALA, diperuntukan untuk cadangan premi bila nasabah tidak mau membayar premi dalam jangka panjang, ataupun bila nasabah ingin berinvestasi melalui Unit Link (berinvestasi di UL bukanlah hal yang haram). Penting untuk memisahkan premi untuk proteksi dan premi sebagai sarana investasi (premi berkala dan premi top up). Mengapa ini menjadi penting? Karena banyak orang yang belajar berinvestasi melalui UL. Bila pembeli Unit Link mulai mengerti instrument investasi yang lebih baik dari UL, maka yang dipindahkan adalah top up saja. Bukan UL nya diberhentikan, karena kerugiannya ada pada pembeli, mempunyai reksadana tetapi tidak mempunyai asuransi. Akhir-akhir ini gejala ini sering terjadi.
     

  • PREMI SINGLE TOP UP, lebih ditujukan bila seorang pembeli asuransi ingin berinvestasi di Unit Link, bisa jadi sebagai sarana balancing pada portofolio investasinya. Produk ini tetap mempunyai proteksi, tetapi tidak sedahsyat pada pembayaran Premi Berkala.

Beberapa klien saya belum berani berinvestasi di reksadana, sedangkan klien tersebut juga membaca pendapat "jangan berinvestasi di UL", sehingga menyebabkan klien bingung. Akhirnya, klien tersebut masih saja menggunakan instrumen investasi yang hasil investasinya jauh dibawah inflasi (contoh: deposito)

BAGAIMANA DENGAN SARAN MEMBELI ASURANSI TERMLIFE

Tentu saja saya setuju dengan saran ini, asalkan pembeli termlife sudah betul2 menyiapkan dana kesehatan untuk penyakit kritis saat ini dan dana kesehatan dihari tua setelah pensiun. Pembeli Termlife harus seorang sangat tertib, tidak pernah lupa, dan tidak pernah telat bayar premi apapun alasannya, dan tidak pernah mendapat kesulitan keuangan.

Tapi saya mempunyai pendapat pribadi, karena proteksi diperlukan sampai saat kita tua, saya lebih cenderung menyarankan membeli asuransi seumur hidup (whole life) atau asuransi apapun yang bisa melindungi seumur hidup. Termlife mempunyai masa perlindungan terbatas, maximum 60 tahun, sedangkan kebanyakan orang yang mendapat penyakit kritis setelah berusia 60 tahun, UL memberikan perlindungan tersebut sampai usia 70 tahun dan perlindungan meninggal sampai dengan 100 tahun.

BAGAIMANA DENGAN PENDAPAT PISAHKAN INVESTASI DARI ASURANSI

Saya setuju 100%, tentunya ditujukan bagi orang yang sedikitnya mengerti tentang instrument investasi seperti reksadana. Lalu bagaimana dengan orang yang sudah mempunyai UL? Sedangkan tujuannya adalah investasi? Lihat kembali polisnya, silahkan pindahkan top up nya ke reksadana, dan maksimumkan uang pertanggungan. Jangan sampai terjadi Anda membayar premi 1 juta/bulan hanya mendapatkan uang pertanggungan 100 juta, ini yang saya maksud. Misal saja dirubah menjadi premi 500rb/bulan, uang pertanggungan 325jt (tergantung usia), dan 500 ribu sisanya diinvestasikan di reksadana.

Beruntung dengan adanya Portal Reksadana yang dapat mengedukasi kita semua calon investor dan agen asuransi yang turut membaca PortalReksadana.

Comments

setuju banget bro sama

deaz's picture

setuju banget bro sama usulannya...
lumayan buat nambah2 pengetahuan investasi..maklum newbie jadi masih rada remang-remang menuju gelap tentang investasi dan prosedur2nya..hehehe...
temen2 pasti antusias sama kursus dasar investasi ini, mampir ke kampus saya juga ya bro....thanks..

Klaim Diakali Untuk TIDAK DIBAYARKAN !!!

mulialim's picture

Dear sis rdlshell,

Begini ya sis rdlshell, saya tahu bahwa klaim Asuransi itu harus memenuhi semua prosedur yang tertera di dalam POLIS asuransinya namun hampir semua pihak perusahaan asuransi lebih suka bermain di area ABU-ABU! Sehingga di dalam POLIS asuransinya sengaja dibuat dengan kalimat-kalimat yang sulit untuk dapat dimengerti maknanya oleh orang awam dan juga dengan kalimat-kalimat yang bermakna luas dan ganda, yang nantinya ketika diklaim akan ditafsirkan sendiri artinya/maknanya oleh pihak perusahaan asuransi dan berbeda dengan tafsiran klien asuransi (berbeda pengertian) sehingga dengan berbagai daya dan upaya, pihak perusahaan asuransi akan berusaha keras semaksimal mungkin guna dapat dengan mudah mematahkan klaim asuransinya dan me-reject-nya.

Pada saat akan mengajukan klaim asuransinya, bahwa kita diharuskan untuk tetap menyertakan POLIS asuransinya yang asli. Padahal siapa yang menyangka kalau kita tertimpa musibah kebakaran seperti yang diilustrasikan oleh bro vinexar dan semua dokumen penting termasuk Polis asuransinya pun lenyap dilahap oleh si Jago Merah, hal ini sudah pasti klaimnya tidak mungkin dapat dicairkan.

Cobalah sis rdlshell, yang katanya telah SEBELAS TAHUN berkecimpung di dunia Asuransi, berpikir dengan akal sehat dan kepekaan hati nurani dalam menjawab pertanyaan pada kasus yang sudah diilustrasikan oleh bro vinexar tersebut di atas yang mana merupakan kasus NYATA yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bukankah dalam hal itu pihak perusahaan asuransi malah mempersulit orang yang sudah terkena musibah?! Jadi percuma sajalah orang sudah bersusah payah membayar Premi Asuransi, kalau toh ketika kena musibah malahan dibuat lebih susah lagi oleh pihak yang diharapkan akan segera membantu menyelamatkannya?! Kalau demikian apalah untungnya orang mengikuti Asuransi donk?!

Inilah yang dikatakan oleh pepatah: "SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA PULA!!!!!!" Sehingga saya berpikir lebih mendalam dengan akal sehat dan sudah langsung dapat memetik hikmahnya bahwa JANGAN PERNAH PERCAYA LAGI, PADA ASURANSI APAPUN NAMANYA!!!

Oh ya, saya kira semua orang Asuransi (seperti sis rdlshell ini) akan berusaha keras semaksimal mungkin guna dapat melindungi kepentingan-kepentingan dan keuntungan dari perusahaan Asuransi di mana mereka bekerja. Satu hal lagi yang perlu saudara-saudari (bro dan sis) ingat, bahwa semua Sales/Marketing itu mempunyai motto yang sama yakni: "SEMUA KECAP NOMOR SATU!".

Sekian dan Semoga bermanfaat.

Salam,
Erwin Mulialim

Klaim tidak dibayarkan

rdlshell's picture

Bro Erwin

Saya mengerti atas kekecewaan dari teman-teman yang tidak dibayarkan klaimnya... Maaf saja karena seluruh nasabah saya tidak pernah ada satupun yang tidak dibayarkan klaimnya.. oleh karena saya selalu berpegang pada prosedur.

Tentu saja banyak pembelajaran yang harus kita lakukan, saya setuju bro passion, kalau tidak percaya terhadap asuransi, dia tidak membelinya, karena intinya ada TRUST.

Salam damai... peace bro

insurance

ma_kara's picture

saya setuju dengan bro erwin dan saya juga mendukung sis rdslhell
seandainya nasabah punya atau dapat agen asuransi seperti sis rdslhell
saya tentunya tenang dan nyaman dalam mengabil asuransi.......
dan kekecewaan bro erwin sering saya dengar dari teman2 kerabat juga darimedia yg menulis komplain orang......
saya sendiri inginsekali punya asuransi tapi masih belum dapat yg bikin hati tenang dan nyaman pada saat dibutuhkan

bro sis para suhu.....
apakah ada situs atau lembaga yg menilai kinerja dan performa produk2 asuransi...? sehingga masyarakat dapat mengetahui perusahaan asuransi mana dan apa produknya yg mempunyai performa baik dan track record nya jg....? sehingga kita bisa relatif mengetahui penilaian yg lebih profesional dan obyektif terhadap perusahaan asuransi dan produk2nya
mohon di info n share ya kalau ada....

thanx

Berani terima tantangan ini ? ...

Passion4U's picture

ini sebenarnya momentum bagus ...
selama ini selama KDR kita sudah membuat inovasi dengan menggabungkan financial planning & strategi investasi reksadana.
Mungkin di event yang akan datang kita bisa masukin juga unsur insurance (tapi nggak boleh promosi produk asuransi tertentu), jadi ada edukasi juga tentang bagaimana memilih insurance yang baik, klausul mana yang butuh perhatian lebih, proses claim, perbandingan tipe-tipe asuransi, dsb. Ane berpendapat biar bagaimanapun juga kita tetap butuh asuransi, karena prinsip investasi adalah to own and then to protect wealth.
Plus kita tambah investasi di emas ... biar ada proteksi dari funny money ... ech fiat money ...
Ada yang mau masukin tambahan lagi ... asal jangan saham aja ... bisa jadi 2 hari dech kursunya ...
Tapi kalo sudah begini seharusnya namanya udah bukan KDR lagi ... tapi KDI (kursus dasar investasi lho ... bukan kontes dangdut indonesia) hehehe ... jika ada yang sepaham mari kita susun bersama materinya, para financial planner ini bagian dari individual social responsibility anda untuk juga mencerdaskan investor ...
so coveragenya bisa lebih luas lagi ... (pasti tidak perfect awalnya ... tapi nantinya pasti lebih ok lagi)

Satu lagi dream ane, ane berharap suatu saat nanti bisa memberikan kursus ini kepada para mahasiswa / anak smu ... biar mereka melek financial dari awal ... kita bisa kerjasama dengan universitas / sekolah / dsb.

Big things start with small action.
ditunggu tanggapannya. Sis Nurwaves sebagai EO kondang yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya, minta bantuannya ya kalo bener kejadian hehehe ...

Saya Setuju Tantangan Diadakannya BIC

mulialim's picture

Dear bro Passion4U,

Saya sangat setuju sekali dan menerima tantangan guna diadakannya "Kursus Dasar Investasi" (KDI) atau "Basic Investment Course" (BIC) yang selain materi utamanya adalah Investasi Reksa Dana (Mutual Funds Investment), juga memasukkan dua materi tambahan yakni Investasi Emas (Gold Investment) dan Pengetahuan Asuransi (Insurance Knowledge).

Ditunggu action-nya dan kabar realisasinya......

“Think Big Start Small”

Best Regards

hehe

kodokgoreng's picture

kalo bro P4U buka kelas di kampus saya...
bakal saya datengin tiap hari..
hehe..

financial planning

rdlshell's picture

Bagus banget tuh usulannya... hhhmmm boleh banget..nanti dibahas juga, gimana supaya klaim bisa dibayarkan, prosedur dari awal seperti apa? (begitu kan maksudnya) ... sy tau ada expert dari asuransi general disini, Insya Allah saya bantu dari Life insurance, tentunya gk boleh menyebut merek tertentu, yang kita bicarakan adalah konsep tentang asuransi.

setuju sekali,sis... itu yang

2N5's picture

setuju sekali,sis...
itu yang kami2 butuhkan saat ini.
kalau boleh tahu, apakah ada batas usia untuk Life Insurance?
tks.

Usia masuk asuransi

rdlshell's picture

Hai Bro NN

sy rinci deh dari beberapa produk :

- Tradisional, seperti, wholelife, termlife, endownment usia masuk 18 th - 60th, masa perlindungan dari selesai pembayaran premi atau sd 65 tahun

- Unitlink ,usia masuk 0 - 70 tahun, masa perlindungan sd 100 tahun

- kesehatan, usia masuk 0 - 55 tahun, masa perlindungan sd 70 tahun, jangan lupa untuk asuransi kesehatan, bila dalam satu tahun banyak klaim dari penyakit yang diperkirakan akan berulang terus menerus tahun berikutnya, misalnya sakit gagal ginjal. bisa jadi tahun berikutnya kepesertaannya ditolak.

semoga bermanfaat

Regulasi batas usia masuk asuransi

dev_valen's picture

Minta maaf sebelumnya, saya mau tanya, apakah batas usia yang disebutkan diatas berlaku secara general terhadap semua produk perusahaan asuransi atau hanya berlaku pada perusahaan asuransi tertentu? Dan adakah regulasi yang mengatur batas usia masuk asuransi? Apakah Anda mendapat peraturan ini dari klausula asuransi atau peraturan perundang2an? Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dan minta maaf jika ada kata2 yang krg berkenan. Terima kasih.

jawab regulasi usia masuk

rdlshell's picture

Hampir semua perusahaan asuransi sama pada usia masuk, yg berbeda sedikit pada penyakit kritis, ada yg mengcover sd usia 65, 70 bahkan ada yang sampai 85 tahun.

Regulasi usia masuk adalah merupakan regulasi produk dan tentunya perusahaan. Sepengetahuan saya, undang-undang yang secara detil menyatakan usia masuk dan masa pengcoveran belum pernah saya membacanya.

KDI

2N5's picture

setuju sekali bro...
ditunggu realisasinya...

dari yang selalu ingin belajar.

Berapa UP tuk penyakit kritis yg harus di miliki ?

ronald_delgeano's picture

Dh,
Beberapa percakapan yg sampai saat ini selalu terkenang di hati saya :)
Beruntung saya punya teman seorang agen asuransi yg mengatakan bahwa
"Tujuan lu ambil asuransi tuk ap ?"
Saya Jawab : Tuk pendidikan anak + proteksi jiwa
Si Agen : Kalau gitu Lu ambil asuransi Jiwa,sama Asuransi Pendidikan ( Tradisional ),
Kalau itu sudah punya terserah mo ambil apa, beli Reksadana / saham malah lebih bagus di banding unit link, karena kalau UL jika terjadi apa2x sama dirilu, maka UP akan keluar semua beserta dengan hasil investasinya, kalau lagi bagus , nah kalau lagi anjlok??.Beda dengan pendidikan yg keluar sesuai dengan tahapan nya.udah gitu di UL itu gak maximal tuk proteksi jiwa & investasi nya"

Thanks tuk advice nya bro ( walaupun gw gak tahu skr lu jd agen asuransi apa :D )

So singkat cerita saat ini saya punya :
1. Asuransi Jiwa tok :)
2. Asuransi pendidikan tuk masing-masing anak
3. Reksadana
4. Sekarang lagi belajar Online trading
Nah dari beberapa buku yg saya baca, termasuk tulisan ibu, ternyata asuransi tuk penyakit kritis perlu. Pertanyaan saya :
1. Cara Ngitung UP tuk penyakit kritis tsb gimana yah ?
2. Apa perlu juga dengan asuransi rawat inap ? mengingat di kantor sy tuk rwt inap di ganti 100 % dan no limit tuk karyawan, ada limit tuk keluarga
Thanks
Ronald

Asuransi jiwa + pendidikan + UP penyakit kritis

rdlshell's picture

Hai Bro

sorry baru liat... pengen aja nanggapin sedikit tentang asuransi jiwa + asuransi pendidikan...yg pasti tuh asuransi pendidikan ,nantinya bakalan kurangnya banyak.. mustinya klo udah paham RD, asuransi jiwa + RD aja buat pendidikan. Cara ngitung brp FV untuk pendidikan kayaknya ada tuh di sini

UP penyakit kritis.
1. perkirakan dulu berapa biaya operasi kalau kena sakit misal jantung. Setiap rumah sakit berbeda biayanya, selain biaya operasi musti diperkirakan biaya kamar dan obat. Semakin mahal kamar semakin tinggi biaya operasi dan obat..karena obat dan pelayanan mengikuti harga kamar. Kalau harga kamar 1 juta, bisa jadi obat2an 50 juta, biaya operasi 300 juta. klo harga kamar, 300 rb bisa jadi obat2an 20 juta, biaya operasi 150 juta.. dengan obat dan dokter yang sama tuh. jadi tanya sama RS yg biasa kita datengin... contoh yg sudah ada sih misal bypass jantung antara 150 jt - 300 juta..belum kamar dan obat.kita ambil yang 300 juta plus kamar dan obat jadi 400 juta.

2. biaya obat pasca operasi. Setiap orang yang sudah operasi, selalu ada obat yang harus diminum, seumur hidup. nah ini diperhitungkan untuk menjadi uang pertanggunan agar tidak mengganggu cashflow yang ada. misalnya biaya obat dan perawatan sebulan 1,5 jt.

3. sekarang kita ngitung berapa up penyakit kritis yang diperlukan. biaya operasi 400 juta + (biaya obat dan perawatan setahun : bunga bank)

Untuk rawat inap kalau sudah ada dari kantor gk usah nambah lagi, manfaatkan yang ada, lebih baik uangnya diinvestasikan di RD equity..heheh harus sesuai profile risk loh

jadi kita punya catatan yg mana yang buat operasi yang mana yang buat obat.

semoga bermanfaat

Memaximalkan UP

encah's picture

Dear sis Rina, salam kenal

Saya punya dua UL:
1. Premi tunggal UP 200jt, CI 100jt dan ADDB 300jt
Sudah masuk tahun ke-6 dan sedang cuti premi. Dana yang telah disetor 30jt ditahun pertama dan 30jt ditahun ke-2. Nilai tunai yang ada sekarang sekitar 100jt

2. Premi bulanan 300rb, UP 250jt, CI, ADDB, Perm Disp masing2 250jt.
Sudah masuk tahun ke-5. Pernah top up 10 jt. Nilai tunai yang ada sekarang sekitar 17jt.

Pertanyaan saya:
1. Sudah maksimalkah UP saya?
2. Saya ingin UP saya minimal 1M, melihat UP dari kedua polis tersebut baru 450jt, apa yang harus saya lakukan?
3. Kalau harus beli polis baru, apakah UL TL atau WL?
4. Bisakah polis yang bulanan 300 ditambah sehingga UP pun bisa bertambah?
5. Saya ingin mengambil nilai tunai yang ada dan dipindahkan keRD sehingga bisa lebih maksimal pertumbuhannya.
Berapa sebaiknya yang harus disisakan sehingga polis bisa tetap jalan?

Maaf, pertanyaannya banyak.
Terimakasih sebelumnya.

Sudah maximalkah UP saya?

rdlshell's picture

oke.. panduan menghitung sudah ada.. minimal 5 x pengeluaran setahun = UP yang harus dimiliki

saya pikir Bapak tidak perlu membeli polis baru,
1. dri nilai investasi yang sekarang, bapak bisa merevisiinya menjadi 500 juta.
dari yang 300 ribu perbulan ..bapak bisa tambahkan premi dan naikan UP menjadi 500 juta...

tapi cek lagi ya..apakah 1 M cukup untuk bapak.. kalau agennya bilang gk bisa.. suruh liat aja tulisan ini

Semoga bermanfaat

@Mba Rdlshell

ma_kara's picture

Dear Mba Rdlshell,
aq mau tanya soal Cigna Full Health Insurance. Aq belum lama ini ditawarin asuransi (full insurance, bukan unit link) by telemarketing. Aq kasih data sbg berikut :
Umur 28 tahun, menikah belum punya anak. Punya credit card BNI. Nah dr sales-nya mengatakan bahwa premi yang dibayarkan setiap bulan adl sebesar Rp 104.000 (utk umur 18 - 29 tahun) dan ada kenaikan menjadi Rp 152.000 ketika saya maemasuki umur 29 s/d 65 tahun. Kemudian claim yang bisa aq dapatkan adl sbg berikut:
- Rp 1.000.000/hari untuk rawat inap di RS
- Rp 10.000.000 (max) untuk operasi per kejadian
Kemudian ada juga promo Cash Back 25% bila dalam jangka waktu 24 bulan (2 tahun) saya sama sekali tidak meng-claim (sehat2 saja) -- ini diberikan setiap 2 tahun bila tdk ada claim selama 2 tahun berturut2.
Dikatakan juga bahwa tidak diperlukan adanya medical check up, adapun saya harus menunggu selama 12 bulan ditambah 15 hari untuk pengecekan history penyakit saya baik history penyakit yang sudah ada sebelumnya maupun baru saja saya alami.
Mohon petunjuk dari Mba apakah sekiranya premi ini baik adanya untuk aq dan apakah premi yang sudah aq keluarkan dan UP yang diberikan asuransi sudah maksimal? Karena asuransi yang aq inginkan adalah asuransi murni & dimana aq bisa melakukan double claim ke kantor (karena kantor hanya mengganti sebesar 85% saja).
Makasih Mba Rina

Asuransi Cigna

ma_kara's picture

Dear Mba Rina,
aq mau tanya soal Cigna Full Health Insurance. Aq belum lama ini ditawarin asuransi (full insurance, bukan unit link) by telemarketing. Aq kasih data sbg berikut :
Umur 28 tahun, menikah belum punya anak. Punya credit card BNI. Nah dr sales-nya mengatakan bahwa premi yang dibayarkan setiap bulan adl sebesar Rp 104.000 (utk umur 18 - 29 tahun) dan ada kenaikan menjadi Rp 152.000 ketika saya maemasuki umur 29 s/d 65 tahun. Kemudian claim yang bisa aq dapatkan adl sbg berikut:
- Rp 1.000.000/hari untuk rawat inap di RS
- Rp 10.000.000 (max) untuk operasi per kejadian
Kemudian ada juga promo Cash Back 25% bila dalam jangka waktu 24 bulan (2 tahun) saya sama sekali tidak meng-claim (sehat2 saja) -- ini diberikan setiap 2 tahun bila tdk ada claim selama 2 tahun berturut2.
Dikatakan juga bahwa tidak diperlukan adanya medical check up, adapun saya harus menunggu selama 12 bulan ditambah 15 hari untuk pengecekan history penyakit saya baik history penyakit yang sudah ada sebelumnya maupun baru saja saya alami.
Mohon petunjuk dari Mba apakah sekiranya premi ini baik adanya untuk aq dan apakah premi yang sudah aq keluarkan dan UP yang diberikan asuransi sudah maksimal? Karena asuransi yang aq inginkan adalah asuransi murni & dimana aq bisa melakukan double claim ke kantor (karena kantor hanya mengganti sebesar 85% saja).
Makasih Mba Rina

asuransi cigna

rdlshell's picture

duuh sorry baru liat.

kalo buat saya kurang jelas tuh.. menunggu selama 12 bulan 15 hari artinya tidak boleh ada claim? saya pribadi, gk pernah mau klo ditawari lewat telemarketing, krn saya gk bisa liat copy polis. mereka tidak bisa menjelaskan pre existing nya apa aja. asuransi kesehatan sangat riskan akan terjadinya claim dalam waktu dekat, jadi kita betul betul harus hati-hati.

yang ditawarkannya adalah santunan sebesar 1 juta perhari, termasuk dokter dan obat-obatan. Pembedahan 10 jt perkejadian, beresiko untuk kita selalu nombok.

Re:Asuransi Cigna

sbastian's picture

Menurut saya waktu tunggu 12 bulan+15hari terlalu lama untuk sebuah asuransi....makin cepat waktu tunggunya makin baik.

Ada asurnasi lain yg lebih murah dan lebih baik pertanggungannya..silahkan cari2 di web. Dan anada juga tidak perlu doubel claim, kemungkinan 100% biaya sudah ditanggung oleh asurnasi. Manfaat dari kantor gunakan saja untuk rawat jalan

Masih bingung mau ambil tindakan seperti apa

antimiskin's picture

Jujur saya juga bingung mau ambil tindakan apa??

apa kebijakan saya mengambil UL itu udah betul, bagaimana cara saya bisa memaksimalkan profit di UL dengan masih mendapat perlindungan yang besar dari Asuransi?? thanks

ttg polis UL antimiskin

antimiskin's picture

Umur saya 20 tahun, saya mengambil polis pada usia 19 tahun. saya agak kurang ingat brp nilai yang tertera pada polis saya tersebut..

premi saya 300rb per bulan.

UP 120jt
by rawat inap drmh sakit 320rb/hari
kecelakaan dtanggung 60jt
klo penyakit kritis diberikan uang 60jt (tp memotong UP)
terus klo sakit kritis ato cacat tetap dan total diberi pembebasan premi sampe usia 65 tahun..

top up gw lupa..hehehe..

pertama kali gw beli UL nya..per unit nya 6.000 skr udah 8.500

UL Antimiskin

rdlshell's picture

Hai... syukurlah Anda bahagia dengan polis UL Anda..jarang2 yg seperti ini.. tp saran saya.. Uang pertanggunan masih bisa dinaikin... penyakit kritis 60 juta, kalau bener2 kena penyakit kritis bakal nombok banyak... kecelakaan untuk cacat tetap total juga kalo cuma 60 juta gk bisa buat bikin usaha untuk dapat menggantikan penghasilan.

Reksadana PAsar Uang..

meong2306's picture

hiii smuanya..

mau tanya nih,.. cara ngitung bunga nett Reksadana Pasar Uang gmn caranya???? trus cara liat bunganya dimana??

thx.

Mau Tanya Lebih Detail nih Ttg Investasi Unit Link & Reksadana

antimiskin's picture

bro and sis, saya ini masih newbie dalam dunia investasi. saya sudah ikut Unit link sekitar 8 bulan. saya lihat potensi unit link bagus, tapi sekali g baca artikel disini, g jadi bingung, knp harus dipisahkan malah lebih bagus??? ada perhitungan yang rinci gak?? thanks sebelumnya.. klo tidak keberatan, add ym gw donk. saya mau tanya banyak nih..hehehe..thanks ya...
ym : rc_funny

halo... kalo di unit link

thefoxyqio's picture

halo... kalo di unit link baik untuk asuransi maupun investasi, hasil yg kita dapat kedua duanya tidak optimal. yang di asuransi, UP di unit link pasti lebih sedikit daripada UP asuransi murni / tradisional, untuk menjaga agar polis tetap inforce / tidak lapse, ada biaya asuransi di unit link yang dipotong sampai akhir kontrak (biasanya sampai usia 70 - 99 thn) dan biaya tersebut terus bertambah sesuai pertambahan usia (bayangkan kalo umur kita panjang), ada perusahaan yang menerapkan biaya top up, serta biaya biaya lainnya yang tidak terdapat pada asuransi tradisional maupun investasi langsung di reksadana. makanya walaupun hasil investasi unit link bagus tapi bila dikurangi dengan segala macam biaya tetap tidak optimal apabila kita membeli secara terpisah antara asuransi murni dan reksadana.

UP di UL

rdlshell's picture

Sebernarnya di UL UP bisa maksimal.Sebagai contoh si A, usis 30 tahun, membayar premi setiap bulan 500 rbu, maka UP bisa sampai dengan 540 juta. Kalau UP dibuat gk maksimal, kenapa ya? jadi bingung.. Tentu saja ada biaya biaya lain, karena manfaat juga berbeda dari tradisional

@antimiskin: artikel "Unit Link"

autogebet's picture

bro antimiskin, sebenarnya artikel tentang unit link (termasuk knp lebih baik dipisah) sdh banyak tersedia di PortalReksadana. sis Rina dan bro tgumulya adalah pakarnya disini.

daftar lengkap artikelnya ada di:
http://www.portalreksadana.com/taxonomy/term/14

salah saya juga, saya kok lupa mencantumkan list artikel unit link ini di halaman depan portalreksadana. nanti saya tambahkan deh, supaya semua kategori artikel yang ada dapat dinikmati oleh semua penggemar investasi.

Tetap Semangat yaa..

Trima Kasih jawabanny

antimiskin's picture

trima kasih atas jawabannya..berhubung ada banyak artikel yg harus saya baca satu persatu. ntar saya sempatkan satu waktu untuk membacanya..trims sebelumnya...

SUDAH 8 BULAN

rdlshell's picture

haduuuuuuuuuuh...ini ada lagi..udah baca artikel diatas? coba dibaca lengkap dulu, baru nanti tanya ya

RD VS UL, buat Antimiskin

rdlshell's picture

Dear Antimiskin...

coba kita lihat.. tujuan utama beli UL apa? ada juga artikel saya disini yaitu termlife vs UL... pasti makin bingung deh..heheh jawab aja dulu tujuan bli unitlink apa?
ym ku rdlshellatyahoo [dot] com

Tujuan Utama beli Unit Link

antimiskin's picture

Sebenarnya tujuan utama saya beli Unit link tuh untuk investasi karena usia saya yang masih sangat muda waktu itu, maka nya saya ingin berinvestasi untuk hidup kedepan kelak. tapi saya juga butuh asuransi untuk melindungi nilai-nilai aset saya. takutnya selama menabung dan terjadi resiko kan abis tabungannya entar..gitu mbak..hehe.. thanks banget da mau respon pertanyaan saya..

ternyata mau investasi

rdlshell's picture

coba tolong jelaskan, isi unitlinknya sperti apa? berapa premi , berapa top up.. berapa uang pertanggunan, brp penyakit kritis dan brp cacat tetep total..dan tentunya usia ya

ttg polis UL antimiskin

antimiskin's picture

Umur saya 20 tahun, saya mengambil polis pada usia 19 tahun. saya agak kurang ingat brp nilai yang tertera pada polis saya tersebut..

premi saya 300rb per bulan.

UP 120jt
by rawat inap drmh sakit 320rb/hari
kecelakaan dtanggung 60jt
klo penyakit kritis diberikan uang 60jt (tp memotong UP)
terus klo sakit kritis ato cacat tetap dan total diberi pembebasan premi sampe usia 65 tahun..

top up gw lupa..hehehe..

pertama kali gw beli UL nya..per unit nya 6.000 skr udah 8.500

Sis, untuk masalah

sbastian's picture

Sis, untuk masalah kedisplinan nampaknya kedua UL maupun term life para nasabah harus bener2 disiplin. di UL, tiap bulan harus inget setor, di TL tiap taun harus rajin setor...lagian sudah diingatkan melalui surat tagihan yg datang kerumah, and ada auto debit bisa membantu.
Mengenai perlindungan utk stlh usia 60/65, udah bnyak produk2 senior insurance loh.

kedisiplinan - Sebastian

rdlshell's picture

Hai Bro Sebastian...sebaiknya auto debet dari rekening agar tidak keteteran. yang dimaksud produk2 senior insurance apa ya?

Asuransi kesehatan untuk usia

sbastian's picture

Asuransi kesehatan untuk usia diatas 65, sis...ada stu pwerusahaan asurnasi, Tp manfaatnya memang tidak selengkap asuransi kesehatan yg lain...hanya santunan dan kematian

askes hari tua

rdlshell's picture

Hai Bro..setahuku si ada tuh perusahaan asuransi yang bisa cover sampai usia 70 tahun.. tapi harus teliti tanya dulu sama agennya klo mau beli...apakah bila ada penyakit yang akan ada terus, maka penyakit itu tidak akan dicover lagi..tp masih banyak penyakit yang bisa di klaim

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.