IPOTFUND: Resolusi Investasi di Tahun Politik 2019

ipotfund's picture

Pertumbuhan investasi di tahun politik 2019 yang diprediksi akan melambat perlu disikapi dengan strategi jitu. Aktivitas investasi kurang dari 1 jam untuk mencapai tujuan keuangan tak boleh berhenti di tempat seperti para pelaku usaha dan investor yang biasanya gamang dan memilih untuk menahan keputusan bisnisnya, termasuk dalam investasi.

Dinamika politik menuju 2019 telah melahirkan disposisi wait and see sehingga perlu resolusi yang cerdas. Sikap mengambil jarak memang sangat manusiawi. Pasalnya, dinamika politik mendatangkan potensi risiko (kerugian). Risiko (kerugian) biasanya bermula dari situasi "ketidakpastian".

Ketidakpastian "menghantui" setiap individu selaku investor. Investor cenderung lebih sensitif dan menerka-menerka arah kebijakan dan regulasi yang akan dikeluarkan oleh pasangan calon (paslon) yang terpilih. Tak jarang, investor akan menunda investasinya sampai diputuskan siapa paslon yang menang di Pilpres dan Pileg.

Di tengah arus ketidakpastian selama tahun politik dengan potensi kerugian, masih adakah resolusi investasi yang patut menjadi pilihan untuk mencapai tujuan keuangan?

Investasi yang Ideal

Gamang dengan risiko tinggi di tengah ketidakpastian, tentu akan lebih besar akibatnya dibanding terlambat berinvestasi. Tohmoney market) dan reksa dana pendapatan tetap (fixed income) adalah pilihan yang ideal dari sisi potensi risiko tahun politik.

Reksa dana pasar uang memiliki risiko kecil, tetapi memberikan imbal hasil yang tinggi dibanding deposito. Reksa dana ini menempatkan dana kelolaan mayoritas pada instrumen pasar uang, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, dan obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Karena memberikan imbal hasil yang relatif tinggi, stabil dan fleksibel, reksa dana pasar uang ini efektif untuk alat cash management atau tempat menyimpan uang untuk jangka pendek pengganti giro dan deposito.

Sisi menarik lainnya, reksa dana pasar uang kini juga sudah sangat mudah untuk dinikmati dengan aplikasi IPOTFUND yang menyediakan beragam money market pilihan dengan imbal hasil yang menggiurkan.

Nah, jika mau mengambil sedikit risiko untuk mencapai tujuan keuangan yang lebih besar, memilih investasi di reksa dana pendapatan memang tetap tak ada salahnya. Reksa dana ini adalah salah satu reksa dana open end, dimana hingga 80% dana investor dialokasikan pada aset surat utang atau obligasi yang jatuh temponya di atas satu tahun.

Dengan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap ini memang mengandung unsur risiko karena ada unsur trading pada surat utang atau obligasi yang dijadikan sebagai underlying asset. Berbeda dengan reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap mendatangkan dua peluang keuntungan yakni coupon atau yield dan capital gain dari hasil trading obligasi.

Untuk menikmati reksa dana pendapatan tetap ini, investor tinggal memanfaatkan platform IPOTFUND yang kini menjadi supermarket reksa dana online terbesar di Indonesia. Dengan platform ini investor tinggal memilih beragam reksa dana pendapatan tetap pilihan yang bagus. Apalagi, pengguna IPOTFUND kini dimanjakan dengan fitur analisa yang memudahkan investor melihat performa semua jenis reksa dana dan membandingkannya dengan benar dan akurat.

Berbasis Aplikasi

Setelah memiliki pilihan dua jenis investasi reksa dana yang tepat di tahun politik tersebut, saatnya melakukan langkah konkret untuk mewujudkan investasi reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap di platform IPOTFUND.

Tak perlu bingung untuk memulainya. Anda cukup melakukan registrasi dengan mengunduh terlebih dahulu aplikasi IPOTGO yang tersedia di Play Store dan App Store, kemudian memasukkan nomor e-KTP, mengunggah foto diri dengan memegang e-KTP dan foto spesimen tanda tangan. Dalam waktu kurang dari 1 jam, Anda sudah bisa langsung investasi reksa dana.

Proses pembukaan rekening efek reksa dana dengan dua aplikasi tersebut sudah full digital tanpa tanda tangan basah dan tanpa kirim dokumen fisik segala. Dengan investasi reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap di IPOTFUND, Anda akan tetap bisa mencapai tujuan keuangan dengan cepat, mudah dan ora susah di tengah ketidakpastian tahun politik 2019.

Comments

Maaf mau tanya saat ini

sseituko's picture

Maaf mau tanya saat ini kinerja sebagian besar reksadana saham yang terkenal menunjukkan kinerja tahunan yang minus, apakah tepat untuk membeli saat ini??

RDS terkenal

Budi arianto's picture

Siang mas
Minus kinerja RD ada 2 krn kinerja atau krn IHSG atau pasar lagi jelek.

Jadi soal tepat atau tidak beli RD skr. Tergantung kita amati grafik kinerja nya. Jjka makin jauh dari IHSG mungkin emang RD nya jelek.

Jgn tertipu dgn ikaln " Mumpung lg minus saat kita beli RD"
Kita patut curiga RD minus itu krn sebab apa.

Betul!!!

sseituko's picture

Betul sekali pak, saya sebenarnya mash awam dan masih bingung memilih reksadana

IHSG naik, RDS berjaya... tapi MI besar kurang lincah

autogebet's picture

bro sseituko, yg dimksd "RDS yg terkenal menunjukkan kinerja minus" itu yg mana ya? disini gpp lho sebut merk, kan kita independen :)

IHSG sudah naik terus sejak November 2018, sehingga seharusnya RDS yg "lincah" bisa turut naik sejalan dengan IHSG. Untuk melihat mana saja RDS yang bisa mengikuti IHSG, cukup dicek pada kinerja YTD (tahun berjalan). Nampak RDS teratas bisa mencapai kinerja 5-6% padahal msh pertengahan Januari.

Jika diperhatikan, RDS yang bisa lincah ini memang "kurang terkenal" dalam arti bukan MI asing dg dana kelolaan yg besar. Dan memang dari dulu issue nya selalu seperti ini, MI dengan dana kelolaan besar memang "kurang lincah" utk bisa mengikuti IHSG. Lebih jelasnya sudah diulas dalam artikel Does Size Matter?

Apakah ini saat yang tepat untuk berinvestasi? Ada kata bijak "kesempatan terbaik berinvestasi adalah kemarin". IHSG sebenarnya sudah mulai naik sejak November 2018 dan terus naik sampai sekarang. Sejak itu hingga sekarang IHSG sdh naik +10%.

Tentu kita tidak bisa sepenuhnya bisa mengira bahwa November kemarin adalah awal dari kenaikan. Oleh krn itu, setiap ada koreksi pasar merupakan kesempatan yang baik untuk masuk berinvestasi di harga yang lebih murah. Ini juga cara yg dilakukan Warren Buffet, ketika market jatuh, beliau malah masuk/beli lebih banyak dari biasanya.

So, singkat kata, kesempatan market sedang naik tentu sayang untuk dilewatkan. Apakah kita harus selalu terpaku pada "RDS terkenal" tapi kinerjanya minus? Tentu itu pilihan kita masing2. Alternatif lain jika tidak ingin repot pilih2 RDS, bisa masuk di Reksa Dana Indeks, sudah paten kinerjanya pasti akan selalu mengikuti indeks rujukannya :)

Selamat berinvestasi ya!

Nice!!

sseituko's picture

Trims pak atas pencerahannya, sejak minggu kedua januari ini saya melihat reksadana saham spt BNP Paribas yg mines kinerja tahunannya, saya sebenarnya bingung menetukan saat yg tepat utk beli reksadana maklum mash awam.

Ipot elavator.

Budi arianto's picture

Saya pengguna ipot. Sekedar saran bagaimana jika RD ETF dan konvensional di sendirikan dalam pembuatan rankingnya. Spt nya tidak "adil" Jiak ETF di bandingkan dgn konvensional. Krn secara sistim ETF di jual belika sama spt saham. Bagaimnaa jika ETF dibandingkan di ranking dgn sesama ETF. Jujur saat ini saya kesulitan mencari RD konvensional dgn kinerja baik secara cpt.krn ranking 10besar rata2 terisi ETF. Padahal SAYA beli RD krn malas utk trading dan gak ada waktu buat amati grafik. Dan ETF mungkin bisa digunakan utk orang yg sdg ingin nail level yg sebelumnya investor berubah menjadi trader.
Jadi agar "kenikmatan" Memilih RD komvensional di menu elevator tdk tergangu dgn kehadiran ETF,mohon sekiranya ETF DI buatkan rangking tersendiri.
Ibarat orang jawa bil " Sdh berani bertarung di bursa kok pembandingnya RD konvensional" Harusnya apel to apel,walau sejarah berdirinya ETF dari RD jg.
Terima kasih ini sekedar saran

Re IPOTFUND EVALUATOR

Riri Sulinantri's picture

Dear Pak Budi,

Terima kasih untuk sarannya pak Budi akan kami tampung dan semoga bisa terwujud.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada para investor bahwa di IndoPremier terdapat pilihan produk investasi yang memiliki karekteristik seperti reksa dana dengan unit penyertaannya dapat di transaksikan di Bursa Efek Indonesia.

Demikian penjelasannya.
Terima kasih.

Regards,

www.indopremier.com

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.